Anak Kecanduan Game? Ini Tipsnya

By G02 January 29, 2019 430
Anak Kecanduan Game? Ini Tipsnya Anak-anak kecanduan game (Ist)

Andrew Ryan Samuel, merupakan seorang remaja berusia 16 tahun dan ia mengaku pernah mengalami kecanduan bermain game. Dalam sehari Ia bisa menghabiskan waktu selama 12 jam untuk duduk di depan layar laptop untuk bermain game. Namun untungnya kecanduan tersebut hanya berlangsung 1,5 tahun. 

Kini setelah berhasil melepaskan diri dari adiksi itu dan mengalihkan passion-nya sebagai motivator muda. Ia pun memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua yang memiliki anak kecanduan terhadap game.

Pertama kata Andrew, jangan biasakan memberi anak hiburan melalui gawai. Andrew mencontohkan banyak anak kecil yang diberi tontonan YouTube saat makan atau diberi gawai agar berhenti menangis. "Anak 1-5 tahun jangan biasakan buka YouTube sambil makan. Seakan-akan YYouTube itu baby sitter. Jangan pernah memberikan handphone ketika anak menangis. Lebih baik kasih buku. Kalau jadi kebiasaan dari kecil maka akan jadi kecanduan ketika besar," ujar Andrew dalam seminar yang dibawakannya di  Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1).

Langkah kedua, orangtua bisa memberikan aktivitas yang menarik di dunia nyata bagi anak agar terlepas dari kecanduan game. Berdasarkan pengalamannya, Andrew mengalihkan kecanduan game ini dengan mendaftar sebagai anggota gym dan aktif menjalani gaya hidup sehat. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, Andrew merasa lebih percaya diri dan mendapat penerimaan di dunia nyata.

"Developer game melakukan berbagai cara agar orang menggunakannya. Nah, Anda para orangtua harus punya cara juga agar dunia nyata anak lebih menarik. Beri dukungan buat anak misalnya dia suka olahraga, suka nyanyi, ikutkan les vokal, ikutkan kompetisi. Hal ini akan mengalihkannya dengan kecanduan tersebut," imbuh Andrew.

Anak anak sangat gampang kecanduan game IstAnak anak sangat gampang kecanduan game (Ist)

Selanjutnya orangtua bisa berdiskusi dengan anak untuk memberi target spesifik agar terlepas dari kecanduan game. Misalnya, mulai membatasi untuk bermain game selama satu jam setiap hari, atau hanya boleh dilakukan di waktu tertentu, seperti akhir pekan atau liburan. "Sebenarnya bermain game itu boleh. Asal tidak mengorbankan tiga hal, yaitu pendidikan, kesehatan dan kehidupan sosial," imbuh dia.

Nah, cara yang paling ekstrem, kata Andrew, orangtua bisa meminta anak menghapus aplikasi game atau hal yang berkaitan dengan game. Umumnya untuk mengunduh software game butuh waktu lama.

Ketika sudah terhapus, biasanya harus memulai dari awal dan membuat kita malas untuk menggunakannya. "Sebenarnya alasan orang kecanduan game, karena dunia nyata tidak terlalu menarik untuk dia. Karena sebenarnya manusia suka diperhatikan, suka diterima. Nah, kalau anak kesepian dia cenderung lari ke game dan berinteraksi dengan komunitas di dunia maya," ceritanya.

Jadi, kecanduan game tidak baik untuk anak. Untuk mencegah sekaligus melepaskan diri dari ketergantungan game, maka  anak harus diberi perhatian oleh orangtuanya./ JOURNEY OF INDONESIA