Rasa kepedulian untuk membantu sekaligus juga menyajikan hiburan, adalah niat utama para musisi, label rekaman, manajemen artis dan kolektif musik lainnya bersatu untuk menginisiasi sebuah pertunjukan musik virtual, bertajuk Safe Room Concert. Safe Room Concert yang berarti konser Ruang Aman dalam bahasa Indonesia, menganalogikan rumah atau tempat aman lainnya yang berkaitan dengan keamanan dan kesehatan kita semua di masa pandemik ini. Tajuk ini dipilih, karena pertunjukan musik ini diproduksi dari ruang teraman bagi semua pihak yang berperan, dan diperuntukkan bagi semua penonton di ruang teraman mereka masing-masing.

Sebagai bagian dari warga, para inisiator acara menyadari betul situasi pandemik Covid-19 sudah melebihi angka 2.000.000 pasien dan tingkat angka positif harian yang tidak kunjung mereda. Lonjakan angka pasien terdampak Covid-19, menjadi tantangan berat untuk semua warga di Indonesia. Para inisiator merasa, menyelenggarakan Safe Room Concert ini menjadi sebuah keharusan di saat ini. Acara ini adalah bentuk kontribusi para inisiator, berupa dukungan untuk menghibur sejenak semua lapisan masyarakat, sekaligus menginisiasi penggalangan donasi yang diperuntukan bagi pengadaan fasilitas kesehatan, dan dukungan bagi tenaga kesehatan serta warga terdampak pandemik Covid-19.

Acara ini diperkirakan akan berlangsung selama 2 jam, semua penonton bisa memberikan kontribusi berupa donasi dengan melakukan transfer melalui pindai kode matriks (QR codes) yang tercantum di layar sepanjang acara berlangsung. Untuk memberikan keterbukaan kepada para pihak yang telah berdonasi, informasi terkait jumlah donasi yang terhimpun akan ditayangkan secara berkala saat acara berlangsung.

Safe Room Concert adalah pertunjukan musik virtual hasil kolaborasi lintas profesi, tidak hanya para pegiat industri musik saja yang memberikan kontribusinya. KitaBisa menjadi mitra utama yang akan bertugas menghimpun donasi yang terkumpul sepanjang acara berlangsung, dan juga menjadi pihak yang akan menyalurkan bentuk bantuan kepada semua target donasi.

Lintas profesi lainnya yang juga memberikan kontribusi melalui acara ini adalah 4 pembawa acara muda yang dikenal dengan program Podcast mereka, RAPOT, terdiri dari Natasha Abigail, Reza Chandika, Radhini Aprilya dan Ankatama yang akan memandu acara ini dan menjahit dari satu penampilan ke penampilan selanjutnya. Thinking*Room sebuah studio desain grafis asal Jakarta ini, juga memberikan bentuk dukungannya dalam penciptaan aset visual yang berkaitan dengan promosi acara dan kebutuhan visual saat acara berlangsung.

Safe Room Concert akan diisi oleh beragam musisi, diantaranya Kunto Aji, Nadin Amizah, Rendy Pandugo, Afgan, Isyana Sarasvati, Lomba Sihir, Hindia, Rayhan Noor, Agatha Pricilla, Aldrian Risjad, Iga Massardi, Bisma Karisma, Juang Manyala, Vira Talisa, Goodnight Electric, Sir Dandy, Putra Timur, Mocca, Bilal Indrajaya, .Feast, Morad, Efek Rumah Kaca, Juicy Luicy, Teddy Adhitya, Petra Sihombing, Kevin Hugo, SIVIA, gamaliél, GANGGA, Arash Buana, Dere, Mikha Angelo, Rayi Putra feat Laze, Adikara Fardy, Ariel Nayaka, Sade Susanto, Coldiac dan masih banyak lagi.

Sebagai inisiator acara, Sun Eater, tap projects dan Wonderland Records bersama musisi Indonesia mengajak teman-teman untuk bergerak nyata dengan berdonasi membantu menyediakan fasilitas kesehatan dan bantu warga terdampak Covid-19.

Pertunjukan musik virtual ini akan menampilkan 40 musisi untuk menghibur para pendengarnya, sekaligus menggalang donasi yang 100% akan disalurkan kepada lapisan masyarakat yang membutuhkan. Safe Room Concert ini akan diadakan dalam bentuk daring, serta ditayangkan secara live stream melalui kanal YouTube KitaBisaIndonesia, pada Sabtu, 31 Juli 2021, 19.00 WIB./ JOURNEY OF INDONESIA

Menghadapi kurva kasus Covid-19 yang kembali melonjak di Indonesia, PT Tingtong Suara mengambil peran untuk membantu memutus mata rantai Covid-19 dengan resminya Neomed Indonesia beroperasi. Dengan layanan Drive Thru Test Station diharapkan dapat memudahkan seluruh masyarakat yang ingin melakukan rangkaian tes untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Pelayanan yang ditawarkan Neomed Indonesia antara lain Rapid Test Antigen mulai dari Rp 125.000,- yang dapat memberikan hasil diagnosis dengan cepat dan tepat, menggunakan sampel barcode sehingga meminimalisir human error. Selain fasilitas tes Drive Thru, Neomed Indonesia juga melayani tes walk in, corporate event, serta home service. Pembukaan serentak di dua (2) stations berlokasi di parkiran Lotte Mart Kelapa Gading jalan Boulevard Barat no.18 Kelapa Gading – Jakarta Utara dan di parkiran Lotte Mart Taman Surya jl. Satu Maret no.6 Jakarta Barat, pada tanggal 9 Juli 2021 silam.

Untuk melakukan pendaftaran rangkaian tes, kami memiliki fasilitas online maupun walk in. Untuk online, Anda bisa masuk ke website www.neomed.co.id untuk menentukan waktu tes, isi data diri dan pembayaran non tunai dilakukan secara daring. Untuk keamanan website yang terjamin, Neomed Indonesia bekerjasama dengan Cloudraya, sebuah brand yang dikelola oleh wowrack untuk mengakomodasi kebutuhan public cloud.

Syukuran peresmian Neomed Indonesia Lotter Mart Kelapa Gading IstSyukuran peresmian Neomed Indonesia Lotter Mart Kelapa Gading (Ist)

Diharapkan dengan lahirnya Neomed Indonesia, kita semua semakin siap menghadapi tantangan pandemi dan menuju pulih bersama. Jangan ketinggalan kemeriahan bulan opening Neomed Indonesia yang siap membagikan puluhan smartphone untuk para Sahabat Neomed! Mau? Ikuti media sosial Neomed Indonesia di Instagram @neomedindonesia.

Untuk informasi terbaru Neomed Indonesia, bisa diakses melalui www.neomed.co.id, melalui media sosial Instagram di @neomedinonesia, atau melalui WhatsApp di +6287878724447./ JOURNEY OF INDONESIA

Bulan Puasa identik dengan mencari kesibukan saat menjelang buka puasa, atau yang biasa disebut Ngabuburit. Ini merupakan aktivitas yang sudah menjadi tradisi di Indonesia. Kegiatan ngabuburit bisa bermacam-macam, mulai dari berburu hidangan untuk berbuka puasa hingga mengunjungi tempat wisata yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal.

Namun dikarenakan pandemi Covid-19 membuat banyak orang berpikir ulang sebelum keluar rumah. Aktivitas luar ruangan, tidak semenyenangkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak sektor yang terdampak Covid-19, salah satunya adalah pariwisata dan ekonomi kreatif.

Terkait hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan program #InDOnesiaCARE sangat diperlukan untuk menyambut kembali kedatangan wisatawan di destinasi-destinasi wisata tanah air.

“Untuk menuju pencapaian quick wins perlu dilakukan beberapa langkah, di antaranya penerapan protokol kesehatan yang disiplin, akselerasi sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), serta upaya pengaturan jumlah pengunjung agar tak terjadi kerumunan di destinasi wisata,” kata Menparekraf Sandiaga,

Agar kegiatan ngabuburit tetap aman, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:

Belanja lewat e commerce IstBelanja lewat e-commerce adalah solusi agar tetap menyenangkan dan aman dari kerumunan (Ist)

Belanja keperluan buka puasa lewat e-commerce
Era digital memudahkan siapapun untuk melakukan beragam kegiatan tanpa harus kontak fisik. Dalam hal ini e-commerce adalah solusi agar tetap menyenangkan dan aman, khususnya saat mencari hidangan berbuka.

Ikuti aktivitas tur virtual
Jika merasa bosan, kegiatan tur virtual bisa menjadi solusi untuk menghilangkan penat. Meski tidak seasyik aslinya, setidaknya pikiran bisa menjadi segar dan hati riang.

Patuhi protokol kesehatan
Di mana pun kita berada, disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun adalah sebuah keharusan. Selain itu, jangan lupa bawa disinfektan atau tisu basah yang mengandung alkohol jika hendak ke toilet, agar tetap bersih dan higienis.

Hindari tempat ramai
Jika tempat tujuan kalian untuk ngabuburit ternyata cukup ramai, sebaiknya cari tempat lain yang lebih sepi dan tenang. Selain lebih aman, tempat yang tenang bisa membuat kita rileks sembari menanti azan magrib berkumandang.

Bisa kan tetap aman saat ngabuburit? Pasti bisa dong! Asalkan kita jangan lengah sampai pandemi Covid-19 benar-benar usai./ JOURNEY OF INDONESIA

Dengan semakin majunya teknologi, "Workation" menjadi semakin populer. Apalagi ditengah pandemi saat ini, dimana selama setahun ini hampir semua orang dipaksa untuk bekerja di rumah (work from home). Sudah dipastikan kejenuhan pasti lebih dominan menguasai hari-hari setiap individu dan workation adalah salah satu solusinya.

Secara sederhana, Workation bisa diartikan sebagai kombinasi bekerja dan berekreasi. Fungsi utama dari workation adalah untuk membangun tim yang kuat, share ide, dan tujuan dari perusahaan yang ingin dicapai. Workation tak cuma menjadi solusi untuk menyeimbangkan antara bekerja dan rekreasi, tapi juga meningkatkan produktivitas. Salah satu cara yang asik buat workation adalah Road Trip!

Indonesia memiliki banyak destinasi untuk melakukan Road Trip, sebut saja beberapa destinasi di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan masih banyak lagi. Namun dikarenakan kondisi pandemi Covid-19, menerapkan protokol kesehatan berdasarkan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environmental Sustainability (Kelestarian Lingkungan) adalah kewajiban yang harus dijalankan.

Menyikapi hal ini, lewat aksi #InDOnesiaCARE Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin menjadi kunci utama dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Proyeksi pemulihan pariwisata ini akan bergantung sekali pada kasus Covid-19. Jika kita bisa single atau double digit (angka penularan kasus Covid-19) tentu akan sangat luar biasa sehingga akan membangun confidence to travel dari wisatawan," ungkap Menparekraf pada awal Februari 2021.

Ilustrasi workation IstIlustrasi workation (Ist)

Berikut hal yang harus dilakukan agar kita tetap aman dari paparan Covid-19 pada saat Road Trip, khususnya saat harus singgah di kawasan Rest Area:

1. Patuhi protokol kesehatan
Di mana saja kita berada, tetap disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, jika hendak ke toilet jangan lupa bawa disinfektan atau tisu basah yang mengandung alkohol agar kebersihan dalam toilet tetap terjamin.

2. Hindari tempat ramai
Biasanya cafe atau pujasera menjadi tujuan utama ketika singgah di rest area. Jika melihat tempat tersebut cukup ramai, sebaiknya tunggu sejenak hingga situasi agak kondusif. Tapi jika perut sudah tak bisa kompromi, mintalah seorang perwakilan dari rombongan untuk memesan kuliner untuk disantap dalam kendaran. Ingat, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Jangan lengah apalagi ceroboh!

3. Buang sampah pada tempatnya
Biasanya ketika melakukan perjalanan darat, tempat sampah menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Nah, ketika tiba di rest area sebaiknya lekas buang sampah yang ada dalam kendaraan ke tempat yang telah disediakan. Setelah itu, bersihkan kembali wadah sampah yang ada dalam kendaraan dengan alkohol sebelum dimasukkan lagi ke dalam kendaraan. Gak masalah dibilang lebay, yang penting road trip aman dan kita tetap sehat.

Berwisata di tengah pandemi bukanlah hal yang menakutkan, asal kita selalu patuh pada protokol kesehatan. Selain kebersihan objek wisata, kesehatan selama berwisata adalah hal yang perlu dijaga./ JOURNEY OF INDONESIA

Genap satu tahun pandemi Covid-19 telah menimbulkan masalah yang sangat kompleks dan cepat sekali berubah. Untuk yang pertama kali dunia dikagetkan pada kenyataan bahwa krisis kesehatan telah berhasil merontokan ekonomi global, hal ini memberikan pelajaran yang berarti bahwa kesehatan dan ekononi ternyata tidak dapat di pisahkan.

Karena hal tersebut Indonesia harus benar-benar konsisten mewujudkan Sistem Kesehatan Nasional sebagai bagian penting dalam Sistem Ketahanan Bangsa agar ekonomi menjadi stabil dan berkembang.

Laporan dari lapangan memberi sinyal kuat bahwa yang memimpin penyelesaian pandemi adalah Ilmu Pengetahuan, Negara dengan latar belakang politik apapun mengikuti science terbaru untuk penyelesaikan pandemi. Sejauh ini banyak sekali opini dan spekulasi yang malahan menjauhkan dari penanganan pandemi yang benar terutama dari sudut pandang politik, saat nya kita kembali ke ilmu pengetahuan yang benar.

Apakah pandemi ini akan berakhir dalam waktu dekat atau terus berlangsung lama dengan mutasi-mutasinya? Kedua nya bisa saja terjadi, namun yang terpenting adalah negara dapat segera membuat sistem yang kebal pandemi, sehingga mutasi-mutasi yang terjadi bukan lagi menjadi ketakutan atau ancaman dan pembangunan kesejaterahan umum dapat terus berjalan.

Dari semua mitigasi negara-negara yang berhasil, tampak jelas bila kerjasama masyarakat sangat perlu. Negara-negara yang berhasil cepat menjaga kestabilan dan memutus mata rantai seperti China, HongKong, Taiwan dan Vietnam selain berpengalaman dalam menghadapi pandemi, seperti SARS-CoV-1 di tahun 2003, tampak jelas bila masyarakat disiplin dan mampu bekerja sama, dan ini adalah hal penentu.

Disini juga pemerintah harus benar-benar mengkaji profil Covid-19 saat ini, agar usaha mitigasi penyebaran yang telah diterapkan menjadi efisien dan efektif. Bila berbagai pendekatan ternyata tidak ada perbaikan, perlu segera dipikirkan metode lain sebelum terlalu terlambat dan negara tereliminasi oleh virus. Perlu dibuat sistem perlindungan satu langkah di depan serangan virus (one-step ahead).

Dari data yang didapati penularan virus dapat melalui aerosol, sehingga yang paling sulit adalah mengendalikan orang-orang yang asimtomatis. WHO juga mengigatkan dunia bahwa penyebaran SARS-CoV-2 adalah transmisi airborne (melalui droplet udara) microdroplets (5µm). Transmisi aerosol tidak mesti batuk atau bersin, bernafas normal dapat menularkan namun ketika bernafas dan berbicara pun dapat mengeluarkan virus.

Penyebaran dalam bentuk droplets (batuk, bersin, nafas dan berbicara) berukuran >5 μm akan mengendap di lantai, sedangkan ukuran <0.8 - 10 μm tetap ada di udara hingga 1-3 jam (virus bisa hidup). Ukuran aerosols virus terbanyak (0.5 hingga 5 μm) adalah ukuran paling lazim terhirup nafas. Penularan dapat terjadi tanpa disadari karena data global 1 dari 3 orang bisa bersifat asimptomatik / pre-symptomatik (tidak bergejala, tetapi mempunyai kemampuan menyebarkan virus sama dengan orang terinfeksi yang bergejala). Apabila ada seseorang yang terinfeksi baik bergejala maupun tidak bergejala, secara tidak disadari menghembuskan nafas pun dapat menyebarkan virus.

Dilaporkan, saat orang terinfeksi akan menyebarkan virus hingga 1.03x105 dan 2.25x107 RNA SARS-CoV-2 viruses per jam (n=14), ke dalam ruangan (26.9%, n=52), dengan rata-rata penularan terjadi 35% dari droplet (terutama jarak dekat), 57% dari inhalasi (microdroplet), dan hanya 8.2% dari kontak.

Ikatan Dokter Indonesia IstIkatan Dokter Indonesia (Ist)

Pada keadaan ruangan yang tertutup, dimana udara berputar-putar, atau transmisi pada ruang konferensi dengan udara AC yang berputar-putar maka berpotensi menjadi masalah. Oleh karena itu sistem ventilasi pada umumnya saat ini adalah dengan menggunakan AC central, dengan sirkulasi udara yang buruk dan kurang cahaya ultraviolet, maka virus SARS-CoV-2 dapat bertahan hidup hingga 3 jam dalam ruangan. Faktor lain seperti iklim, cuaca, suhu, kelembaban dan sinar matahari juga mempengaruhi penyebarannya.

Pemakaian masker yang sesuai (masker bedah, N95, KN 94, KF 94) dapat melindungi hingga 90% penularan dan tertular. Penggunaan masker yang baik dan benar sangat penting, meskipun ada resiko hingga 10% keluarnya droplet dan microdroplet dengan pemakaian masker dalam jangka waktu yang lama, walau kadang benar, namun ini sangat bermakna dalam menurunkan transmisi.

Kasus penggunaan masker di tempat umum menjadi wajib, mengingat bahwa rata-rata laporan menunjukkan 1 dalam 3 orang terinfeksi tidak bergejala, bahkan dari kumpulan laporan-laporan berbagai negara menunjukkan antara 5% hingga 80% orang yang dites positif SARS-CoV-2 mungkin tidak menunjukkan gejala dan hal menjadi penyulit dalam pengendalian karena tidak mungkin setiap hari semua orang di test.

Kemampuan pembentukan antibody pun ternyata bersifat individual baik pasca terinfeksi maupun pasca imunisasi, maka selain vaksinasi Covid-19 ketaatan terhadap protokol kesehatan dan upaya menurunkan viral load sangat diperlukan utk mengakhiri pandemi .

Kebugaran dan tidak stress merupakan kunci utama, orang yang sehat dan bugar ketika terinfeksi sekalipun cenderung tidak bergejala (asimtomatik) atau gejala ringan dan orang yang memiliki penyakit baik di ketahui atau tidak, beresiko mengalami badai sitokine yang membawa ke fase berat hingga kritis dengan progesivitas yang kadang sulit ditebak. Beberapa penelitian membuktikan mengkonsumsi vitamin D3 5.000 IU dan Vitamin C dapat mecegah terinfeksi dan keparahan ketika terinfeksi Covid-19 secara bermakna.

Oleh karena itu kami IKATAN DOKTER INDONESIA (IDI) menghimbau kepada masyarakat untuk:
Selalu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan bugar, yang memiliki komorbid harus teratur berobat dan terkontrol, dan bagi masyarakat yang belum mengetahui status kesehatannya upayakan semaksimal mungkin skrining komorbid. Kita semua membutuhkan percaya diri dan keyakinan bahwa tubuh kita mampu mengatasi dengan baik jika terinfeksi, hal ini menjadikan aktivitas menjadi prima dan terhindar dari stress.

Memastikan bahwa masker yang dipakai adalah masker yang melindungi memiliki lapisan anti virus yang benar dan ada ijin edar. Tidak cukup hanya 3M, tetapi membutuhkan upaya lain berupa semua ruangan atau tempat umum baik tempat usaha, perkantoran, sekolah, tempat ibadah dll agar membuka jendela, ventilasi terbuka sangat penting untuk menghilangkan viral load diudara yang keluar dari orang -orang yang asimtomatik. WHO menganjurkan untuk membuka jendela dalam ruangan yang tertutup.

Jika ruangan yang tidak bisa membuka jendela harus mengunakan pembersih udara (air purifier) yang dapat menyaring dan membunuh virus 99,9%. Sehingga kegiatan sekolah, kantor, tempat usaha dapat kembali aktif.

Program vaksinasi harus didampingi oleh pengetatan protokol kesehatan yang update.

Jika pengaturan keempat hal diatas sudah dilakukan, maka kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan baik dan memiliki resiko rendah dalam transmisi virus bahkan dapat memutus mata rantai penularan./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 5