JAKARTA – Tren perjalanan di kawasan Asia terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang signifikan di awal tahun 2026. Menangkap momentum tersebut, platform perjalanan digital Agoda secara resmi memperkenalkan Flagship Store khusus untuk Artotel Group. Langkah strategis ini menandai babak baru bagi industri perhotelan tanah air dalam memperluas visibilitas merek di kancah global sekaligus mempermudah akses bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Melalui etalase digital ini, Artotel Group yang dikenal dengan konsep hotel berbasis seni dan gaya hidup, kini memiliki wadah terpadu di dalam ekosistem Agoda. Kehadiran Flagship Store ini memudahkan para pelancong untuk menjelajahi lebih dari 100 properti yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Kolaborasi ini tidak sekadar menawarkan kamar untuk menginap, namun juga membawa misi besar untuk memperkenalkan filosofi lokal Indonesia yang kental dengan elemen kreatif ke pasar yang lebih luas.
Kemitraan ini muncul sebagai respon atas data Agoda’s 2026 Travel Outlook Report yang menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi magnet utama di Asia Tenggara. Wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Australia tercatat sebagai pengunjung mancanegara terbanyak. Di sisi lain, antusiasme warga lokal untuk mengeksplorasi negeri sendiri tetap tinggi, di mana sekitar 57 persen wisatawan domestik berencana meningkatkan frekuensi perjalanan mereka tahun ini.
Andrew Smith, Senior Vice President, Supply, Agoda, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari oleh kesamaan visi dalam memahami karakteristik pasar lokal. “Kerja sama ini bukan sekadar meningkatkan visibilitas, tapi juga pemahaman yang sama akan filosofi lokal,” sebut Smith.
Ia menambahkan bahwa dengan menggabungkan keahlian lokal Artotel dengan jaringan global serta data analitik milik Agoda, tujuannya adalah agar pengalaman hospitality berbasis seni ini dapat diterima dengan baik oleh setiap tamu, baik yang datang dari Surabaya maupun Sydney.
Fenomena menarik juga terlihat dari pergeseran preferensi destinasi. Meski Bali dan Jakarta tetap populer, data pencarian menunjukkan lonjakan minat pada kota-kota sekunder. Puncak mencatat pertumbuhan pencarian hingga 156 persen, disusul Yogyakarta sebesar 117 persen, dan Semarang sebanyak 110 persen. Artotel Group yang memiliki portofolio kuat di kota-kota tersebut berada dalam posisi strategis untuk menangkap peluang dari pergeseran tren ini.
Sementara Erastus Radjimin, Founder and Chief Executive Officer, Artotel Group, menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap ekspektasi wisatawan yang kian beragam. “Seiring meningkatnya wisatawan dari pasar regional, kemampuan memahami ekspektasi yang beragam menjadi faktor pembeda,” kata Erastus Radjimin.
Melalui sinergi ini, ia berharap wisatawan global dapat lebih mudah menemukan identitas Indonesia melalui sentuhan seni, kuliner, dan gaya hidup yang ditawarkan di setiap unit hotel mereka.
Secara teknis, Flagship Store ini dirancang untuk menjawab tantangan persaingan industri yang semakin kompetitif. Dengan visual khusus dan promosi eksklusif, Artotel Group dapat melakukan strategi pemasaran yang lebih tersegmentasi. Hal ini mencakup kemudahan dalam proses pemesanan hingga penyesuaian metode pembayaran yang relevan dengan preferensi wisatawan di kawasan Asia.
Integrasi teknologi dan kearifan lokal ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di sektor pariwisata. Dengan memperkuat kehadiran digital di pasar regional, hotel-hotel di Indonesia tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi jendela bagi dunia untuk melihat kekayaan budaya kontemporer Indonesia secara lebih dekat dan mudah./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















