JAKARTA – Di tengah bulan Ramadan yang identik dengan berbagi, sebuah perusahaan teknologi global memilih untuk tidak sekadar mengirim parsel atau bingkisan seremonial. ZTE Indonesia datang langsung ke Pejompongan dengan membawa kasur, sprei, pendingin ruangan, kebutuhan pokok, hingga baju lebaran untuk 15 anak yatim dan dhuafa yang tinggal di Panti Asuhan Mizan Amanah.
Bagi sebagian orang, AC mungkin terdengar seperti kemewahan. Tapi di sebuah panti asuhan di Jakarta yang dihuni belasan anak tanpa orang tua, kehadiran pendingin ruangan bisa berarti tidur yang cukup, konsentrasi belajar yang lebih baik, dan ibadah yang lebih khusyuk. Itulah logika sederhana yang mendasari program tahunan bertajuk ZTE United for Good, bukan simbolisme, melainkan kebutuhan nyata.
Program CSR ini bukan kali pertama digelar. ZTE menjalankannya setiap tahun, dan yang membedakannya dari sekadar agenda rutin korporat adalah cara pelaksanaannya: dana dikumpulkan dari karyawan ZTE Indonesia sendiri, melalui kegiatan penggalangan donasi yang berlangsung sepanjang bulan Ramadan. Artinya, ini bukan semata instruksi dari atas ke bawah.
Yanto Tjoa, HR Director ZTE Indonesia, mengatakan nilai itu tak bisa dipisahkan dari identitas perusahaan. “Melalui program ‘ZTE United for Good’, kami terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan. Kami percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang berarti. Partisipasi aktif karyawan dalam program ini mencerminkan semangat kebersamaan, empati, dan kolaborasi yang menjadi nilai utama ZTE.”
Yang disalurkan ke Mizan Amanah Pejompongan kali ini bukan hanya satu jenis bantuan. Ada kebutuhan pokok untuk dapur dan kehidupan sehari-hari. Ada kasur lipat lengkap dengan sprei agar anak-anak bisa beristirahat dengan layak. Ada unit AC yang diharapkan membuat ruangan belajar dan beribadah terasa lebih kondusif. Dan ada pakaian baru, sesuatu yang bagi banyak anak panti menjadi bagian paling dinantikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pilihan jenis bantuan ini bukan asal comot. Masing-masing item dirancang untuk menjawab kebutuhan fungsional sehari-hari, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di mana anak-anak itu tumbuh. Di panti asuhan, kenyamanan fisik sering kali adalah hal pertama yang terkorbankan dan ZTE mencoba menambal celah itu, satu kasur dan satu AC pada satu waktu.
Ke depan, ZTE menyatakan komitmen untuk tidak berhenti di sini. Perusahaan berencana memperluas keterlibatannya dalam berbagai inisiatif sosial sebagai bagian dari agenda dampak berkelanjutan dengan tujuan menghadirkan masa depan yang lebih inklusif, khususnya bagi anak-anak dan komunitas yang masih membutuhkan perhatian./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa

















