Perayaan Imlek Nasional 2020, Jadi Simbol Kebhinekaan Utuh Bangsa

By Ibonk January 30, 2020 334
Perayaan Imlek Nasional 2020, Jadi Simbol Kebhinekaan Utuh Bangsa Presiden Joko Widodo hadiri Perayaan Imlek Nasional 2020 dengan berbusana Cheongsam (Ist)

Saat ini perayaan Imlek tak lagi milik suku Tionghoa Indonesia saja, melainkan milik seluruh komponen bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan dengan lugas oleh Ketua Panitia Imlek Nasional 2020, G. Sulistiyanto saat memberikan sambutannya pada saat gelaran yang mengangkat tema “Bersatu untuk Indonesia Maju”.

Dilangsungkan di ICE BSD, Tangerang pada hari ini Kamis (30/1/2020), Sulistiyanto mengatakan bahwa perayaan Imlek menjadi perlambang kebhinekaan Indonesia, terlepas dari sekat etnis, agama maupun keyakinan.

Sulistiyanto juga menyebutkan bahwa kesempatan yang semakin luas dari Pemerintah bagi etnis Tionghoa Indonesia untuk mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara semakin terbuka., “Ini menjadikan kontribusi kami kepada Bumi Pertiwi tak lagi identik dengan aktivitas bisnis semata, namun juga melalui beragam bentuk profesi, mulai dari pemuka agama, ustaz, politikus, aparatur sipil negara, anggota TNI/ Polri, ilmuwan, aktivis sosial, seniman dan budayawan, jurnalis, olahragawan dan banyak lagi,” ungkapnya.

Perayaan tahun ini menurut Sulistiyanto lagi mengangkat keragaman dan persatuan yang telah menjadi keseharian perjalanan bangsa Indonesia. Sebagaimana asimilasi budaya menjadikan Tahun Baru Imlek yang awalnya adalah tradisi bangsa Tiongkok. Lalu menyebar ke pelosok dunia melalui para diaspora mereka, termasuk ke Indonesia dan menjadi sebuah agenda budaya yang dapat menjangkau dan dinikmati siapa pun.

Presiden Joko Widodo dan Susi Susanti IstPresiden Joko Widodo dan Susi Susanti (Ist)

Presiden Joko Widodo yang hadir dengan pakaian tradisional masyarakat Tionghoa, Cheongsam dalam sambutannya menyatakann agar bangsa Indonesa tidak terpaku pada teks, dan menekankan petingnya budaya bekerja keras dan cepat. “Kondisi ekonomi saat ini sedang melambat, sehingga jika kita bekerja biasa-biasa aja akan sangat berbahaya bagi perekonomian Indonesia. Kerja cepat diperlukan sekarang ini karena negera yang cepat akan mengalahkan yang lambat, bukan lagi negara besar menggungguli yang lebih kecil.”

Dirinya mencontohkan masyarakat Tionghoa Indonesia yang memiliki kultur kerja keras, “Kita harus mengakui keturunan Tionghoa adalah pekerja keras. Kalau mereka sukses, kita maklum.”

Kerja keras menjadi pesan utama Presiden. Bahkan dalam kesempatan yang sama, Jokowi sempat meminta peraih medali emas bulutangkis tunggal putri di Olimpiade Barcelona, Susi Susanti naik ke podium dan bertanya apa yang dilakukan menjelang olimpiade, yang dijawab Susi dengan latihan rutin hingga 9 jam setiap hari.

Tampak hadir dalam perayaan tersebut selain para pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri, perwakilan negara sahabat serta pemangku kepentingan lainnya dari lintas organisasi, profesi dan keimanan, terlihat pula sosok para raja yang diwadahi Majelis Adat Kerajaan Nusantara. Hal Ini menjadi penanda bahwasanya perayaan Imlek di Indonesia tidak berdiri sendiri, milik warga Tionghoa saja, namun seluruh suku di Indonesia.

Perayaan yang dihadiri lebih dari 10.000 undangan ini mengangkat pula semangat kepedulian dan berbagi, seperti terasakan melalui kehadiran pengusaha mikro kecil dari kalangan masyarakat Tionghoa, yang menyediakan ragam hidangan khas perayaan Imlek, berikut pembagian amplop angpau bagi setiap hadirin, sebagai simbolisasi tanda kasih. Selain itu perwakilan kaum difabel juga tampak di antara para undangan./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Thursday, 30 January 2020 22:17