Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19 Anna Mariana & PPTSI Gelar Bakti Sosial

Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19 Anna Mariana & PPTSI Gelar Bakti Sosial Anna Mariana & PPTSI Gelar Bakti Sosial (Ibonk)

Mengambil tempat di kediamannya, Jl. Ampera Buntu, Jakarta Selatan, Pembina Putra Putri Tenun Songket dan pemilik rumah mode “House of Marsya” Prof. DR. Anna Mariana, SH, MBA, bersama keluarganya pada Jum’at (15/5/2020) sore menggelar kegiatan Bakti Sosial penyerahan bingkisan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

Bersama panitia, peserta dan beberapa orang Putri pemenang Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia (PPTSI) 2019 menyerahkan bingkisan berupa satu paket sembako, masker, dan sejumlah uang tunai kepada beberapa perwakilan dari anak-anak yatim dan kaum dhuafa tersebut.

Bakti Sosial yang bertema "Ramadhan Penuh Berkah, Peduli Sesama untuk Menenun dan Merajut Kebaikan Bersama Melawan Pandemi Covid-19" ini sedikitnya menyebar 2000 paket donasi, dengan sasaran penerima adalah kaum dhuafa, anak yatim piatu dan janda-janda disekitar Jabodetabek.

“Termasuk juga para seniman Betawi di seputar Jakarta di bawah koordinasi Lembaga Kebudayaan Betawi dan para santri yang sedang belajar hafiz Qur’an di berbagai pesantren di wilayah Serang, Banten, Bogor juga Jakarta,” ujar Anna.

“Setiap tahun memang kami rutin memberikan bantuan seperti ini. Biasanya kami berikan sambil mengadakan acara berbuka puasa bersama disini. Tetapi karena sekarang sedang ada wabah Covid-19, maka kami membatasi orang-orang yang datang ke sini. Para penerima pun kali ini hanya perwakilannya saja,” ujar Anna Mariana yang juga menyiapkan paket donasi untuk rekan-rekan jurnalis yang biasa meliput kegiatannya selama ini.

H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha saat memberikan bantuan IbonkH. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha saat memberikan bantuan (Ibonk)

“Mudah-mudahan wabah ini cepat berlalu, sehingga kita bisa melakukan kegiatan lagi dan semua sektor kehidupan bisa bangkit dari keterpurukan sekarang,” tambahnya sambil berharap bantuan itu bisa berguna di dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Seperti diketahui, akhir tahun 2019 lalu Anna sukses menggelar ajang PPTSI. “Ajang ini kami rancang sebagai kegiatan tahunan. Sebagai upaya kami dalam melestarikan tenun dan songket di kalangan generasi muda Indonesia serta menyambut Hari Tenun dan Songket Nasional yang rencananya bakal dikukuhkan Pemerintah RI pada setiap tanggal 7 September,” kata Anna optimis.

Sebagai pencetus dan pelopor kegiatan PPTSI, “Saya ingin menghasilkan Duta Bangsa dan para pemenang akan mengambil bagian dalam mempromosikan budaya nasional warisan leluhur khususnya wastra tenun dan songket ke tingkat Internasional,” tutur isteri dari H. DR. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha SH, MH, Msc ini.

Dalam tanggapannya, Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki sikap yang peduli terhadap masalah yang dihadapi orang lain. Sehingga ketika pandemi corona ini terjadi, banyak masyarakat yang mampu memberikan bantuan kepada orang-orang kurang mampu yang terkena dampak Covid-19.

Keluarga Anna Mariana dan PPTSI seusai memberikan donasi IbonkKeluarga Anna Mariana dan & PPTSI seusai memberikan donasi (Ibonk)

"Disini kita dapat menunjukkan kegotongroyongan pada sesama umat, tanpa melihat agama dan etnisnya. Karena pemerintah saja tidak akan sanggup mengatasi persoalan ini. Oleh karena itu kita, masyarakat, saatnya untuk membantu pemerintah, membantu saudara-saudara kita,” katanya.

Lima orang puteri Indonesia yang diundang untuk ikut memberikan bantuan masing-masing mewakili daerahnya seperti dari Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan Jakarta mengaku terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Pembina mereka. Apalagi dengan dilibatkan, mereka bisa ikut merasakan apa yang dialami masyarakat kecil sekarang ini.

Melalui kegiatan ini, Anna Mariana berharap dapat terus memupuk tali silaturahmi antar sesama anggota, peserta, pemenang dan Panitia PPTSI, dan tentu juga terus bisa menggali kepekaan dan berbagi dengan masyarakat sekitar.

“Baksos ini menjadi bagian untuk saling meningkatkan persaudaraan dan keberkahan di bulan Ramadhan, sekaligus kami tetap memantapkan diri untuk terus merancang ajang PPTSI selanjutnya yang dilangsungkan seusai Pandemi ini dinyatakan selesai,” pungkas Anna yang berprofesi sebagai Konsultan dan Pakar Hukum Pidana, juga sebagai Perancang Busana ternama itu./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Sunday, 17 May 2020 17:43