Tahun 2020 BKFP Launching Wisata Terbang

By Ismed Nompo June 20, 2020 102
Tahun 2020 BKFP Launching Wisata Terbang Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Kemenhub (Ist)

Di tahun 2019 sejumlah indikator kinerja Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tercatat melebihi target. Sementara untuk tahun ini keadaan tersebut agak berbeda akibat penyesuaian target karena adanya Pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala BBKFP Kemenhub Bagus Sunjoyo kepada tim Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) saat bersilaturahmi ke kantor BBKFP di Curug, Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020).

"Ada enam indikator kinerja BBKFP sepanjang tahun lalu yang melebihi target berdasarkan hasil verifikasi dan rekomendasi Menteri Keuangan yang dikeluarkan tanggal 18 Maret 2020," ujar Bagus.

Keenam indikator kinerja tersebut adalah Jumlah Fasilitas Navigasi Penerbangan yang dikalibrasi, Jumlah Fasilitas Alat Bantu Visual (Visual Aids) yang dikalibrasi, targetnya 145 capaiannya 104,83% atau 152 Visual Aids dan target Jumlah Instrument Flight Procedure (IFP) yang Divalidasi.

Selanjutnya Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang semula ditargetkan Rp 119,35 miliar berhasil mencapai Rp 127,12 miliar atau melebihi target capaian sebesar 106,5%. Indikator kinerja selanjutnya, Rasio PNBP terhadap Biaya Operasional dengan target 75%, terlampaui menjadi 93,99% atau naik 125,32% dan indikator Indek Kepuasan Masyarakat dengan target 3,5 (skala 1-4), capaiannya 106,5%.

Dua indikator lainnya yakni Jumlah Alat Pengamatan (surveilance) Penerbangan yang Dikalibrasi targetnya 1 capaiannya 100% atau sesuai target. Sedangkan Persentase Penyelesaian Modernisasi Pengelolaan BLU dengan target 100% capaian hasil verifikasi 93,73% atau kurang dari target.

BBKFP yang statusnya sudah menjadi satuan kerja (satker) Badan Layanan Umum (BLU), untuk tahun ini juga menetapkan target PNBP sebesar Rp 120 miliar.

Kepala BBKFP Kemenhub Bagus Sunjoyo IstKepala BBKFP Kemenhub Bagus Sunjoyo (Ist)

"Tapi dengan adanya Pandemi Covid-19 ini kita mengajukan untuk dievaluasi. Soalnya baik itu AirNav Indonesia, Angkasa Pura I dan II yang menjadi customer utama kita boleh dibilang semua tiarap lantaran penumpang dan frekuensi penerbangannya merosot. Makanya pemerintah pun memberikan solusi dengan memberikan penundaan selama 2 bulan terhadap pelaksanaan kalibrasi," jelasnya.

Menurut Bagus selama ini pelanggan BBKFP memang masih didominasi oleh perusahaan dalam negeri seperti tersebut di atas, namun sejak tahun 2019 pihaknya juga membidik pelayanan kalibrasi ke pasar internasional. "Tahun lalu BBKFP sudah menangani kalibrasi di Timor Leste dan pasti rutin akan menggunakan kita. Lalu tahun ini Vietnam juga sudah mengajukan tapi karena kondisi Pandemi seperti ini jadi sementara ditunda," ujarnya.

Saat ini, BBKFP Kemenhub memiliki fasilitas sebanyak 9 pesawat kalibrasi terdiri atas 2 helikopter, 1 jet, dan 6 jenis pesawat king air. "Insya Allah tahun depan mau nambah 1 jet," bebernya.

Bagus juga menambahkan bahwa pihaknya juga tengah menggodok paket-paket wisata terbang dengan tujuan untuk memperkenalkan fasilitas yang dimiliki BBKFP sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dalam kemasan wisata tentang apa saja yang dikerjakan BBKFB agar masyarakat cinta dunia dirgantara.

Jenis paketnya antara lain paket terbang di simulator, paket edukasi pekerjaan kalibrasi dan alat-alat yang digunakan BBKFB, paket lihat dan selfi di pesawat, serta paket terbang dengan pesawat di sekitar area./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Saturday, 20 June 2020 10:06