Angkat Pariwisata Dalam Negeri Lewat Video Storytelling

Angkat Pariwisata Dalam Negeri Lewat Video Storytelling Toraja (Ist)

Video Storytelling masih dianggap tetap menjadi cara yang efektif untuk mempromosikan dan memperkenalkan nilai-nilai atau makna yang terkandung di setiap destinasi wisata yang ada di Indonesia.

Keadaan tersebut disampaikan oleh Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekrafsaat pada saat Webinar Wisata Heritage bertema “Mengangkat Nilai-Nilai Produk Wisata Warisan Budaya Dunia melalui Video Storytelling” pada akhir pekan silam.

Dalam pandangannya Rizki Handayani mengungkapkan bahwa pariwisata merupakan sebuah pengalaman yang memiliki nilai atau cerita yang terkandung di balik destinasi wisata yang ada, seperti Subak di Bali misalnya. “Orang bilang, subak merupakan sawah berundak, tetapi ternyata sawah berundak di Bali memiliki satu nilai yang berbeda. Nilai-nilai destinasi wisata ini yang harus kita perkenalkan kepada masyarakat Indonesia,” kata Rizki Handayani.

Senada seperti yang diungkapkan oleh Content Writer Astrid Savitri, bahwa 90% otak manusia menerima informasi dalam bentuk visual. Melalui informasi visual, seseorang akan lebih mudah dan lebih cepat untuk memahami sebuah informasi serta membuat informasi lebih menarik.

Lewat Video Storytelling semua dapat memperkenalkan destinasi dan produk wisata dengan menceritakan nilai yang terkandung di dalamnya. “Membuat kisah yang dapat menyentuh hati, menyulut hubungan emosional, dan menghadirkan solusi bagi wisatawan yang menyaksikan video tersebut,” jelas Astrid.

Video Storytelling merupakan teknik bercerita menggunakan format video yang menarik. Biasanya digunakan untuk menceritakan sebuah brand, destinasi wisata, atau produk wisata./ JOURNEY OF INDONESIA