Karang Asem Bali Siap Terima Kunjungan Wisatawan Lewat Penerapan Protokol Kesehatan dan Revitalisasi

By Ibonk August 14, 2020 236
Karang Asem Bali Siap Terima Kunjungan Wisatawan Lewat Penerapan Protokol Kesehatan dan Revitalisasi Plt. Kadispar Kabupaten Karang Asem I Putu Arnawa dampingi I Ketut Sedana Merta dan Betsy Dian Astri (Ibonk)

Sebagai salah satu wisata unggulan di provinsi Bali, Kabupaten Karang Asem saat ini tengah bersiap diri untuk menerima kembali wisatawan di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan adaptasi baru di daerahnya. Kabupaten yang cukup dikenal dengan biota laut dan kegiatan wisata khususnya yakni bawah airnya ini tengah berbenah diri untuk segera bangkit dari keterpurukan selama ini.

Hal ini diamini oleh Plt. Kadispar Kabupaten Karang Asem I Putu Arnawa seusai pembukaan Revitalisasi Bumi yang diadakan di Puri Madha, Karang Asem, bahwa langkah-langkah untuk mempromosikan Karang Asem telah dilakukan oleh pihaknya dari beberapa waktu lalu.

Karang Asem sendiri menurut I Putu Arnawa adalah daerah yang paling siap untuk menerima wisatawan. Hal itu disokong lewat verifikasi keseluruh objek dan pelaku pariwisata di daerah ini, tentang kesiapan penerapan protokol kesehatan, agar tamu itu merasa aman dan nyaman datang ke Karang Asem.

"Dari semua objek itu yang telah tervirifikasi ada 20 lokasi dan telah kami telah memberi sertifikat. Sisa lokasi lainnya akan segera menyusul. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat agar mereka paham protokol kesehatan ini", jelas I Putu Arnawa.

Ia juga menambahkan bahwa jaminan pemda Karang Asem kepada wisatawan untuk datang ke Karang Asem adalah rasa aman dan nyaman, sedangkan yang kedua adalah ketenangan dan bukan kesenangan. "Oleh sebab itu untuk menjual ketenangan ada dua hal yang harus kita perbaiki regulasinya yaitu menjaga alam serta dan pelestarian", ungkapnya.

Karang Asem saat ini memiliki 190 desa adat yang seluruhnya berpotensi untuk digarap. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya MOU antara desa adat dan Bupati Karang Asem bahwa desa adat diberikan kesempatan seluas luasnya untuk menggali potensi yang ada baik alam, budaya maupun potensi lainnya.

Plt. Kadispar Kabupaten Karang Asem I Putu Arnawa pada saat pembukaan Sosialisasi Revitalisasi Bumi IbonkPlt. Kadispar Kabupaten Karang Asem I Putu Arnawa pada saat pembukaan Sosialisasi Revitalisasi Bumi (Ibonk)

Sementara menurut Betsy Dian Astri selaku Seksi Promosi Wisata Minat Khusus Alam II menyatakan bahwa pihaknya sengaja mengambil momentum di masa pandemi ini untuk melakukan kegiatan Revitalisasi Bumi.

"Disaat banyak wisatawan mancanegara sulit untuk datang ke Indonesia ataupun wisatawan nusantara yang masih takut untuk keluar rumah, kita ambil momentumnya untuk kembali meremajakan destinasi pariwisata dalam negeri. Kami mendorong pemerintah daerah dan membantu wisata minat khususnya tesebut untuk menjadi bersih, indah, sehat dan aman. Sehingga jika waktunya kita menerima wisatawan kembali, maka kita sudah siap", harapnya.

Program Revitalisasi Bumi di fokuskan sementara ini untuk 2 daerah yakni Bali dan Lombok. Untuk Lombok akan dimulai pada bulan September, sedangkan Bali pada tanggal 26 dan 27 Agustus 2020 mendatang akan melakukan pergerakan secara serempak dilokasi lainnya seperti Pemuteran, Lembongan dan Nusa Penida. Sementara di Lombok sendiri, masih mencari lokasi yang tepat./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Saturday, 15 August 2020 07:22