Pemerintah Tingkatkan Ekspor dan Digitalisasi Pemasaran Produk Untuk Pulihkan Sektor Parekraf

By Ibonk October 05, 2020 70
Pemerintah Tingkatkan Ekspor dan Digitalisasi Pemasaran Produk Untuk Pulihkan Sektor Parekraf Pra Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 (Ist)

Dalam paparannya di acara Pra Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 yang diselenggarakan Kemenparekraf/Baparekraf, Jumat (2/10/2020) di Balairung Soesilo Soedarman, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan, Tuti Prahastuti mengatakan sektor perdagangan di Tanah Air mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Meski demikian, ada beberapa produk yang dapat bersaing di pasar ekspor diantaranya adalah logam mulia dan perhiasan yang menurut Tuti berkaitan erat dengan ekonomi kreatif. "Dilihat secara umum, perhiasan memang mengalami peningkatan. Mungkin karena desainnya yang beraneka ragam, hal ini menjadi daya tarik dan kekuatan dari perhiasan yang diekspor ke luar negeri," kata Tuti.

Selain itu dalam sesi FGD yang membahas tema Pemulihan Ekonomi Nasional II turut hadir Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan, Barang Dari Kayu dan Furnitur Kemenperin, Sri Yuniarti; dan Asisten Deputi Pemasaran Kemenkop UKM, Destry Anna Sari.

Dalam penuturannya pihaknya telah membuat beberapa kebijakan untuk mempertahankan neraca perdagangan Indonesia di masa pandemi Covid-19 pada sisi suplai dan permintaan (demand). Di sisi suplai, Kemendag menyederhanakan proses pengurusan ekspor melalui National Logistics Ecosystem, mempermudah dan mempercepat pelayanan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp.

Selain itu Tuti menuturkan pihaknya menggencarkan promosi dagang secara virtual sebagai upaya untuk mempenetrasi pasar internasional dan mendorong pelaksanaan business matching secara virtual melalui perwakilan Kemendag di luar negeri.

Pada sesi selanjutnya Sri Yuniarti menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada sekitar 4 juta IKM di Indonesia yang menyerap lebih dari 10 juta tenaga kerja. Berdasarkan data tersebut, lanjut Sri, pihaknya telah melakukan program-program yang bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha baru dan menguatkan daya saing IKM.

Sekretaris KemenparekrafSekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani IstSekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani (Ist)

Program-program itu diwujudkan dalam gerakan "Bangga Buatan Indonesia" yang bertujuan membangkitkan sektor ekonomi kreatif Tanah Air yang mengalami penurunan karena terdampak pandemi Covid-19. "Lewat program ini, kita memberitahukan masyarakat bahwa industri kita itu mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas," ungkap Sri.

Sementara Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan bahwa Pra Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bentuk sinergi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan stakeholder dalam upaya mempercepat dan mengakselerasi reaktivasi serta memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).

"Dampak pandemi Covid-19 terhadap kepariwisataan nasional sangat signifikan sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam mempercepat pemulihan kepariwisataan nasional," kata Giri. 

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 14-15 Oktober 2020 di Bali, untuk mengkonsolidasikan stakeholder, Kementerian/Lembaga, serta pelaku parekraf dalam mempercepat atau mengakselerasi pemulihan sektor parekraf.

Dia menambahkan jika pertemuan itu diharapkan menjadi wadah koordinasi dan sinkronisasi strategi, program serta kegiatan seluruh stakeholder dalam rangka menghasilkan kebijakan yang bisa mempercepat akselerasi, reaktivasi dan pemulihan sektor parekraf.

Ketua Panitia Rakornas 2020 Frans Teguh menjelaskan Kemenparekraf menyiapkan berbagai strategi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. Untuk itu butuh peran dari seluruh stakeholder dan berbagai K/L untuk mempercepat recovery di sektor pariwisata./ JOURNEY OF INDONESIA