Forum Floratama 2020 Jadi Acuan Pengembangan Pariwisata Terpadu untuk 25 Tahun ke Depan

By Ibonk October 08, 2020 97
Forum Floratama 2020 Jadi Acuan Pengembangan Pariwisata Terpadu untuk 25 Tahun ke Depan Forum Floratama 2020 (Ist)

Dalam sambutannya pada "Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif BOPLBF: Forum Floratama 2020 Menuju Pariwisata Berkelanjutan di Flores, Alor, Lembata, dan Bima", Selasa (6/10/2020), Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menyebutkan bahwa pengembangan dan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo, NTT, dapat dilakukan secara terpadu dan komprehensif jika mengacu pada ITMP sehingga ke depan perlu segera disusun ITMP secara bersama-sama.

"Forum Floratama 2020 ini menjadi wadah yang penting bagi seluruh stakeholders pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo dan sekitarnya untuk berdiskusi dan memberikan masukan agar pembangunan di Labuan Bajo dan sekitarnya dapat dilakukan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan kelas dunia," ungkap Angela yang hadir secara virtual.

Dalam penyusunannya, Angela menyarankan agar ITMP didesain dengan teliti dan baik serta perlu mempertimbangkan potensi market yang ada, baik market domestik, internasional, terutama tren pariwisata ke depan pascapandemi Covid-19. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang harus bisa mencocokkan keunikan yang dimiliki dan disesuaikan dengan kalkulasi potensi market yang tepat.

Ia juga melanjutkan bahwa entitas penting yang harus dibangun adalah center of safety yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan wisatawan dari segi keamanan, keselamatan, dan kesehatan.

Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project untuk pembangunan center of safety yang nantinya akan diterapkan di destinasi lain. Labuan Bajo juga merupakan lokasi pilot project untuk penerapan pengelolaan sampah plastik di destinasi wisata bahari sebagai aksi dari Permen Parekraf Nomor 5 tahun 2020 yang membutuhkan dukungan dari pemda untuk implementasinya.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo IstWamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Ist)

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo juga perlu terus berbenah dalam membangun destinasi dan kawasan wisata baru, termasuk dalam menyiapkan NTT sebagai venue utama dan supporting venue perhelatan ASEAN Summit dan G20 tahun 2023. Perlu dilakukan upaya maksimal agar agenda ASEAN Summit dan G20 dapat terlaksana dengan baik agar menjadi satu lagi wujud dari kemajuan Indonesia.

"Kami yakin Nusa Tenggara Timur bisa menjadi destinasi impian kelas dunia yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Dengan kita membangun dan menyediakan quality tourism practices and standard untuk wisatawan, pasti manfaat baiknya akan kembali kepada kita, seperti devisa yang tinggi bagi Indonesia dan nilai ekonomi, lapangan pekerjaan yang besar untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur," kata Angela.

Kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam menyusun ITMP yang akan menjadi acuan bagi arah pengembangan pariwisata terpadu untuk 25 tahun ke depan.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan bahwa pariwisata yang berkelanjutan dapat terwujud jika memberi dampak positif bagi masyarakat. Sehingga pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo dan sekitarnya harus berbasis masyarakat. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dikatakannya harus dapat mendefinisikan pariwisata kualitas premium yang memberikan dampak ke masyarakat.

Ditegaskan juga oleh Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, untuk membangun Labuan Bajo dan Flores sebagai destinasi pariwisata super premium harus melibatkan masyarakat sebagai tokoh utama pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. "Yang kita rumuskan ini akan menjadi dasar dalam melakukan pembangunan strategis dan yang harus dipertahankan terutama untuk pembangunan NTT," kata Shana.

Suasana Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif BOPLBF IstSuasana Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif BOPLBF (Ist)

Diperlukan sinkronisasi dan sinergi dalam penguatan travel pattern wisatawan, seperti apa selera selera wisatawan premium kemudian bagaimana menangkap peluang tersebut dan bagaimana membangun sinergi antar kabupaten dan destinasi. Karena pariwisata sifatnya borderless.

Selain itu juga diperlukan sinergi desain perencanaan termasuk pembangunan infrastruktur yang melestarikan ekosistem. Bagaimanapun juga aset utama dari pariwisata adalah alam, kebudayaan, dan keseimbangan di antara keduanya. "Sehingga untuk itu kita bersama-sama merumuskan bagaimana langkah-langkah strategis untuk tidak hanya pariwisata Ini menghasilkan sumbangsih terhadap PDRB dengan signifikan, devisa, maupun kesehatan kerja tapi juga untuk melestarikan alam ke depan," ujar Shana Fathina.

Selain kesepakatan bersama antara BOPLBF dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun pariwisata berkelanjutan di Floratama, rapat koordinasi juga memiliki berbagai agenda lain seperti harmonisasi rencana pengembangan pariwisata "Ring of Beauty" Provinsi NTT bersama BOPLBF, juga penyusunan draf rekomendasi pengembangan pariwisata Floratama dalam rangka penyusunan kebijakan nasional Integrated Tourism Master Plan (ITMP)./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Thursday, 08 October 2020 16:06