Labuan Bajo Siap Sambut Wisatawan, Terapkan Protokol 3K

By Ibonk November 12, 2020 206
Labuan Bajo Siap Sambut Wisatawan, Terapkan Protokol 3K Labuan Bajo (Ibonk)

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk memajukan daerah pariwisata, maka pemerintah daerah bersama K/L terkait harus bersinergi dan terintegrasi dalam menyusun Protokol Keamanan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata Nasional.

Selain itu, penerapan protokol harus lengkap disertai langkah pencegahan, mitigasi, dan tanggap darurat termasuk dari sisi potensi dan kejadian yang mengancam keamanan dan keselamatan wisatawan. Sehingga langkah simulasi ini menjadi hal penting untuk memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Simulasi Protokol ini adalah yang pertama dilakukan di Indonesia dan akan dilakukan di Destinasi Pariwisata Nasional lainnya. Karena hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar simulasi protokol 3K yakni Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan destinasi pariwisata nasional, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melibatkan 23 Kementerian dan Lembaga.

Terpilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi simulasi karena memiliki nilai strategis. Di antaranya pada 2023 Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asean Summit dan G20 sehingga perlu ada penyamaan perspektif media terhadap bentuk keselamatan dan keamanan bagi wisatawan yang hadir.

Simulasi protokol 3K merupakan rangkaian paling akhir dari langkah penyusunan dan penerapan protokol kesehatan hasil sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk penerapan protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan di destinasi sehingga semakin tercipta kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Simulasi protokol 3K yakni Kesehatan Keamanan dan Keselamatan IbonkAksi simulasi protokol 3K yakni Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan (Ibonk)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pada saat Simulasi Protokol 3K di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Kamis (12/11/2020), bahwa penerapan protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan menjadi perhatian dan pertimbangan wisatawan saat akan datang ke destinasi pariwisata Indonesia.

Penerapan protokol tersebut menjadi kunci dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

"Simulasi ini sebagai bentuk pernyataan sikap kepada dunia luar bahwa Labuan Bajo siap menyambut wisatawan. Di era adaptasi kebiasaan baru, ini adalah momen pembenahan sekaligus momen kebangkitan pariwisata Indonesia menuju destinasi kelas dunia," kata Wishnutama.

Simulasi tersebut mengangkat tiga skenario, yakni skenario kebencanaan tsunami, skenario kecelakaan kapal, dan skenario kecelakaan perorangan (protokol penanganan serangan jantung) dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari BMKG, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, BTNK, Kementerian Kesehatan, Tour Guide, Tim Terpadu, masyarakat, dan lainnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Friday, 13 November 2020 00:11