BOPLBF Pastikan Promosi dan Branding Labuan Bajo Terus Berjalan

By Ibonk November 12, 2020 247
BOPLBF Pastikan Promosi dan Branding Labuan Bajo Terus Berjalan Labuan Bajo (Ibonk)

Menjadi destinasi super prioritas tentunya menjadikan Labuan Bajo harus terus meningkatkan layanannya, termasuk protokol 3K yakni Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan, namun tidak itu saja.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina seusai menyaksikan simulasi protokol 3K di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Kamis (12/11/2020), bahwa sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo sebetulnya memiliki peluang besar untuk menggaet lebih banyak lagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk itu BOPLBF akan tetap menyiapkan sejumlah strategi khusus dan terus melanjutkan promosi agar branding Labuan Bajo sebagai destinasi premium tetap terdengar  hingga di kancah internasional.

"Ketika kita bicara Labuan Bajo kita bicara gerbang menuju ke Flores, Alor, hingga Lembata, masuknya ya dari Labuan Bajo. Atau orang bisa masuk dari Maumere untuk melihat Danau Kelimutu, tapi saat pulang, mereka biasanya transit di Labuan Bajo dulu. Jadi tidak ada alasan untuk menghentikan promosi potensi wisata Labuan Bajo," ungkap Shana Fatina.

Justru saat ini adalah waktu yang tepat untuk menggali lebih banyak lagi potensi-potensi wisata Labuan Bajo yang belum dilirik oleh wisatawan. Shana pun berharap agar para penyedia jasa perjalanan ikut berkontribusi menciptakan paket-paket wisata baru yang menarik.

"Seperti Desa Wisata Wae Rebo yang sejatinya menyuguhkan nuansa pedesaan dengan pemandangan alam yang memikat. Bila dibandingkan Taman Nasional Komodo, popularitas Wae Rebo memang masih belum dikenal luas. Atau Lingko Spider Web Rice Field yang ada di Ruteng, Manggarai Barat. Ini juga sangat menarik dan sudah terbukti berhasil menggaet perhatian wisatawan mancanegara," urai Shana.

Ia melanjutkan bahwa secara keseluruhan, ada sekitar 37 titik wisata utama yang tersebar di 11 kabupaten yang berada di bawah koordinasi kami. Semuanya tidak kalah menarik dibandingkan Taman Nasional Komodo.

"Jadi sebetulnya tidak apa-apa ke Labuan Bajo meski sedang ada pembenahan dan pembangunan. Wisatawan tetap bisa sailing, bisa tetap naik ke Wae Rebo, bisa pergi ke tempat yang lain. Tidak perlu khawatir karena mereka akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan ketika datang ke Labuan Bajo," tutupnya./ JOURNEY OF INDONESIA