Jadi Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo Harus Melek Sertifikasi CHSE dan Teknologi Informatika Mumpuni

By Ibonk November 15, 2020 224
Jadi Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo Harus Melek Sertifikasi CHSE dan Teknologi Informatika Mumpuni Menikmati bumi Flores dari atas Bukit Cinta di Labuan Bajo (Ibonk)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio pada saat press conference Simulasi Health, Safety, and Security Protocol Destinasi Super Prioritas, di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Kamis (12/11/2020), menyampaikan saat ini sertifikasi CHSE merupakan hal yang sangat penting untuk industri pariwisata khususnya bagi pelaku usaha hotel dan restoran untuk memulihkan kepercayaan wisatawan.

Hal ini dilakukan untuk dapat dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata yang sudah melakukan sertifikasi protokol kesehatan. Sertifikasi ini sendiri pada dasarnya sudah diselaraskan dengan berbagai macam organisasi pariwisata dunia, seperti UNWTO dan CTTI, serta Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya Kemenparekraf juga telah melaksanakan program sertifikasi CHSE gratis bagi industri pariwisata di 34 provinsi di Indonesia.

Sampai saat ini di Labuan Bajo sudah ada tiga hotel yang telah memiliki sertifikasi CHSE, yaitu Hotel Inaya Bay, Ayana Komodo Resort, dan The Jayakarta Suite Komodo. Sedangkan, Pelataran Komodo Resort sedang dalam proses dan nantinya beberapa hotel dan restoran juga akan melakukan sertifikasi serupa.

Hal lain untuk mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, bahwa perkembangan digitalisasi saat ini yang begitu pesat, pariwisata di destinasi super prioritas tidak hanya berfokus pada health, safety, and security, tetapi pariwisata digital yang didukung dengan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai.

Press Conference Simulasi Health Safety and Security Protocol di Labuan Bajo IstPress Conference Simulasi Health, Safety, and Security Protocol di Labuan Bajo (Ist)

Ia melanjutkan mulai 2020 – 2022, Nusa Tenggara Timur akan dibangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang memiliki akses internet super cepat, berupa fasilitas 4G di seluruh pusat kota dan desa di destinasi pariwisata. “Hal ini dilakukan, karena salah satu kunci sukses pariwisata yaitu melibatkan desa-desa atau masyarakat lokal untuk bisa maju bersama dalam membangkitkan pariwisata,” ujar Johnny.

Johnny juga menjelaskan dari teknologi berupa fiber optic sudah terhubung, mulai dari Labuan Bajo ke Pulau Timor dan Maluku Tenggara, lalu disambung ke Papua, kemudian Ternate, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, kemudian disambung ke Jawa. Sementara itu, dari Timur ke Barat, mulai dari Labuan Bajo ke Mandalika, Denpasar, Surabaya, dan kembali ke pusat pelayanannya di Jakarta belum terhubung dan saat ini sedang disiapkan oleh operator dan mitra Kominfo.

Johnny juga sangat berharap dukungan dan kerjasama dari pemerintah daerah terkait pembangunan fiber optic ini, agar keinginan diatas tersebut dapat terwujud sesegera mungkin./ JOURNEY OF INDONESIA