Menparekraf Tinjau Pusat Informasi Geopark Danau Toba

By Rachmat Basuki December 31, 2020 345
Menparekraf Tinjau Pusat Informasi Geopark Danau Toba Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, meninjau kesiapan Pusat Informasi Geopark Danau Toba di Parapat, Sumut (Ist)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meninjau kesiapan Pusat Informasi Geopark Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Saat peninjauan pada Kamis (31/12/2020), Sandiaga mengatakan sedang berupaya memantau kesiapan sarana dan prasarana di kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP).

"Kita ingin meninjau bagaimana sarana dan prasarana yang ada di DSP Danau Toba supaya nantinya setelah pandemi Danau Toba dapat menjadi ikon pariwisata Indonesia yang baru. Supaya nanti pada 2021 pariwisata kita bisa siap untuk bangkit," kata Sandiaga.

Dalam peninjauan tersebut, Sandiaga didampingi oleh Bupati Simalungun, JR Saragih; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya; Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam; Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Oni Yulfian; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Utara, Ria Telaumbanua.

Sandiaga mengungkapkan pengembangan DSP Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama para stakeholder terkait seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku wisata dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan Danau Toba. Sehingga, perlu ada kolaborasi dan komitmen kuat antara stakeholder terkait untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Danau Toba.

Pengembangan DSP Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama para stakeholder terkait IstPengembangan DSP Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama para stakeholder terkait (Ist)

“Banyak kearifan lokal dan budaya di sini yang harus kita jaga dan kembangkan, tinggal kita membuat strategi yang tepat untuk dikembangkan, seperti calender of event-nya bisa dibuat sport tourism event, dari segi produk seperti ulosnya juga harus diseragamkan dan lainnya. Sehingga perlu ada kolaborasi dan koordinasi yang kuat di antara para stakeholder untuk menjadikan Danau Toba sebagai ikon pariwisata kelas dunia,” katanya.

Mengenai pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan DSP Danau Toba, Sandiaga menuturkan ia telah mendapatkan komitmen dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dari segi pendanaan dan kesiapan pembangunan infrastruktur. "Saat saya koordinasi dengan Pak Luhut, saya mendapatkan komitmen bahwa dari segi pendanaan dan kesiapan akan diberikan agar infrastruktur ini semakin terbangun di wilayah DSP Danau Toba," ujar Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan K4 (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability) di daerah./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Thursday, 31 December 2020 16:07