KBRI Warsawa Famtripkan 16 Tour Operator ke Danau Toba

By Ibonk October 18, 2016 583
Dengan panjang mencapai 100 km, lebar 30 km, Danau Toba merupakan danau terbesar nomor dua di dunia setelah Victoria Lake di Afrika. Memiliki kedalaman mencapai 700 meter Danau Toba, menyimpan banyak keistimewaan, baik dari sisi budaya, sosiologi. Danau Toba juga sudah ditetapkan menjadi 10 Destinasi Prioritas untuk didorong menjadi kawasan wisata kelas dunia. Danau ini juga memiliki pulau besar ditengahnya, Pulau Samosir yang memiliki luas 64.000 hektar Dengan panjang mencapai 100 km, lebar 30 km, Danau Toba merupakan danau terbesar nomor dua di dunia setelah Victoria Lake di Afrika. Memiliki kedalaman mencapai 700 meter Danau Toba, menyimpan banyak keistimewaan, baik dari sisi budaya, sosiologi. Danau Toba juga sudah ditetapkan menjadi 10 Destinasi Prioritas untuk didorong menjadi kawasan wisata kelas dunia. Danau ini juga memiliki pulau besar ditengahnya, Pulau Samosir yang memiliki luas 64.000 hektar Foto: Ibonk

Sebagai seorang Dubes RI untuk Polandia, Peter F Gontha memang sangat agresif mempromosikan jargon Wonderful Indonesia. Tidak saja untuk pasar Polandia, tetapi juga di negara Eropa Tengah dan Eropa Timur. Dan itu bukan sekedar wacana tetapi dengan mengirim Famtrip ke Danau Toba, Sumatera Utara. Sedikitnya 16 Tour Operator Polandia, Austria, Hungaria, Slovakia, Bulgaria serta perwakilan Emirates dibawa keliling danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia yang di tengahnya ada Pulau Samosir itu.

“Ini danau? Saya kira lautan,” ujar Natalia Maria Swiechowicz, Travel Consultant Planet Escape Polandia, Senin (17/10). Soal ukuran, Danau Toba memang terbilang sangat besar. Panjangnya mencapai 100 km, lebarnya 30 km. Ini juga danau terbesar nomor dua di dunia setelah Victoria Lake di Afrika. Kedalaman hampir mirip lautan,mencapai 700 meter. Fakta tersebut langsung menjadikan Danau Toba dinobatkan sebagai danau terdalam di dunia. “Indonesia sangat beruntung punya danau raksasa yang sangat indah. Kawasannya bagus sekali, pantas dikembangkan menjadi World Class Tourism Destination,” sambung Markus Klaus Ratzenbock, PIC Jetway Travel Lichz, Austria.

Ucapan Markus itu dibenarkan oleh peserta Famtrip yang lain. Di Eropa, keberadaan danau selalu menjadi destinasi wisata keluarga yang memikat. Disekelilingnya dibuat pedestrian, tempat jalan yang langsung menempel di bibir danau.

Danau Toba, menyimpan banyak keistimewaan. Pertama, saat ini Danau Toba sudah ditetapkan menjadi 10 Destinasi Prioritas untuk didorong menjadi kawasan wisata kelas dunia. Kedua, memiliki pulau besar di tengahnya yang luasnya 64.000 hektar, sebesar Singapore di Malaka. “Potensi alamnya, Danau Toba oke banget. Ukurannya juga lebih besar, lebih luas, lebih dalam, lebih jernih. Modal alamnya sudah sangat kuat,” aku Roos Diana Iskandar, Minister Counselor KBRI Polandia.

 

02 Danau Toba IbonkDanau Toba (Ibonk)

Keanekaan yang ada di sekitar kawasan Toba hampir semua menggoda. Dari mulai kultur budaya unik Batak, pigura panorama alam, estetika bangunan tradisional ataupun tour keliling danau sangat baik.
Roos optimistis Danau Toba akan makin laku dan populer. Menurutnya pasar wisata Indonesia sudah mulai banyak dilirik wisatawan Polandia. Cerminannya bisa dilihat dari traffic penerbangan Warsawa ke Indonesia. Sejak Juni 2016, setiap dua minggu sekali pesawat charter flight LOT Polish Airlines sudah rajin bolak balik Warsawa –Indonesia.

Layanan charter flight tadi diisi dengan penerbangan Boeing 787 Dreamliner. Yang membuat Roos sumringah, sejak Juni 2016, ketersediaan seat penumpang tak pernah kosong. Jumlahnya selalu menembus 252 penumpang.

Pada Agustus 2016 silam, danau yang merupakan kawah seluas 1.145 kilometer persegi itu menjadi perhatian dunia karena terus diekspose oleh ratusan media yang membawa kameranya ke Toba. ”Danau Toba merupakan salah satu keajaiban alam yang menakjubkan di Pulau Sumatera. Sulit untuk membayangkan pemandangan lain yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatera Utara selain tempat ini. Setelah famtrip ini, saya yakin kunjungan wisatawan Eropa Timur ke Danau Toba akan makin meningkat,” tutup Roos./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Last modified on Thursday, 31 January 2019 12:20