BATIK Cafe & Lounge Menyuguhkan Menu dan Interior Khas Indonesia

By Yulia October 29, 2016 1202
Batik Cafe Batik Cafe (Foto: Yulia)

Resca Group, divisi unit Food & Beverage di bawah naungan ALatief Corporations memperkenalkan wajah baru BATIK Cafe & Lounge, Jum’at (28/10). Menempati lokasi strategis di tengah kota dengan dikelilingi perkantoran, berada di pusat perbelanjaan telama dan terbesar Pasaraya – The Pride of Indonesia.

Sesuai dengan namanya, cafe ini mencoba konsisten dengan budaya Indonesia, khususnya Jawa. Tempat ini menyajikan beberapa pilihan menu khas Indonesia yang menjadi andalan di cafe ini. Bisa di lihat beberapa nama-nama menu andalan yang tidak asing lagi seperti Tahu Telor, Lumpia Semarang, Iga Bakar Rawon Madiun, Nasi Liwet Keraton, Nasi Goreng Sido Luhur, Sate Ayam Ponorogo, Tempe & Tahu Suduk Bantul, Ayam Goreng Sentraya dan Dendeng Legi.

Untuk minuman tradisional, pilihan dalam sajian segar, menjadi andalan disini seperti Bir Pletok dan Es Sereh. Sebagai menu penutup yang menjadi favorit yaitu Colenak, Pisang Goreng Blitar, dan Es Puter Durian. Ada sekitar total 30 menu yang siap setiap harinya dengan harga yang terjangkau dengan kisaran harga Rp. 25 ribu sampai dengan Rp. 100 ribu.

Cafe ini menempati lahan seluas 200 m2, dan buka setiap harinya mulai pukul 10 pagi sampai dengan 09.30 malam, dengan kapasitas 60 kursi lewat konsep tradisional sedikit modern, homeydan nyaman.

Jika sebelumnya tempat ini kental dengan nuansa interior khas etnik Jawa, kini hadir dengan nuansa interior modern etnik yang lebih ‘bright’, dengan dominasi warna putih pilihan motif Batik Kawung yang menghiasi hampir seluruh area dinding. Konsep lounge yang kini diusungpun dapat dilihat dari tatanan sofa-sofa bermotif batik nusantara yang sengaja dirancang untuk menambah kenyamanan pengunjungnya agar dapat menikmati suasana sambil bersosialisasi, sekedar meeting atau sambil bekerja di tempat ini.

Tujuan dihadirkannya cafe bernuansa batik ini untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada para ekspatriat dan turis asing. "Sasaran kami adalah sebetulnya eksekutif muda dan ekspatriat. Tetapi sekarang juga banyak anak muda yang lebih cinta budaya Indonesia yang betah di sini karena harga makanannya masih cukup terjangkau dan makanannya yang memang Indonesia banget," kata Medina Latief, Presiden Direktur PT. Pasaraya Toserjaya.

Bagi yang berada di sekitar Blok M, apabila ingin mencicipi makanan khas Indonesia dan juga oleh-oleh khas Indonesia terutama Batik, silahkan untuk mengunjungi tempat ini./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Last modified on Monday, 18 February 2019 14:22