Menparekraf Dorong Pengembangan Sektor Parekraf di Sulawesi Barat

By Ibonk February 24, 2021 422
Menparekraf Dorong Pengembangan Sektor Parekraf di Sulawesi Barat Spot diving dan snorkeling di pulau Balabalakang dan pulau Karampuang, Sulawesi Barat (Komblikparekraf)

Beberapa potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdapat di Sulawesi Barat, pada saat ini tengah didorong untuk dikembangkan. Spot potensial itu diantaranya wisata alam yang terletak di Pulau Balabalakang dan Pulau Karampuang yang biasa digunakan untuk diving ataupun snorkeling, wisata mangrove di kota Mamuju, Tari Sayyang Pattu’du atau kuda menari, kulinernya berupa kopi terbaik yang ada di kabupaten Mamasa, serta berbagai potensi lainnya.

Di Indonesia ada lebih dari 30 juta pekerja di bidang parekraf, dan Sulbar merupakan daerah dengan angka masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor parekraf yang cukup tinggi. Dibutuhkan gerak cepat dan gerak bersama dalam mengembangkan sektor parekraf di Sulbar.

"Kami bersama Gubernur Sulbar telah berkomitmen mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulbar. Mengingat wilayah ini memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat besar untuk dapat dikembangkan,” ujar Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, saat bertemu dengan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Seperti yang diungkapkan Gubernur Sulawesi Barat bahwa provinsi yang dipimpinnya itu memiliki kekayaan alam yang luar biasa serta keanekaragaman dan keunikan suku, tradisi, dan budaya. Selain itu, peninggalan sejarah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi provinsi ini.

Wisata mangrove Saluleang di kelurahan Bebanga Kecamatan Kalukku Mamuju Komblik ParekrafWisata mangrove Saluleang di kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku Mamuju (Komblikparekraf)

Untuk itu, pihaknya memerlukan dukungan dari pemerintah pusat dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatifnya. “Mudah-mudahan dengan adanya dukungan ini, kita bisa memulihkan dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulbar bersama-sama,” ujarnya

Dari sisi atraksi wisata, Sulawesi Barat juga memiliki berbagai macam event seperti Festival Sandeq Race, Festival Kota Tua Majene, Festival Gandang Dewata di Mamasa, Festival Bumi Lalla Tasisara di Mamuju Tengah, Festival Banua Kayyang di Polman, dan sebagainya.

“Festival tersebut nantinya akan kita kurasi terlebih dahulu untuk dapat dijadikan Calender of Event atau yang sekarang ini kita sebut Kharisma Event Nusantara,” ujar Menparekraf.

Kharisma Event Nusantara ini merupakan program Kemenparekraf/Baparekraf yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendorong festival atau event daerah yang bisa diangkat ke taraf internasional.

Dalam menggelar event atau festival di tengah pandemi, Menparekraf mengimbau harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Untuk itu, Menparekraf akan memastikan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) di Sulbar berjalan dengan baik./ JOURNEY OF INDONESIA