LaNyalla Harap Kekayaan Budaya Kalimantan Jadi Ikon Ibu Kota Baru

LaNyalla Harap Kekayaan Budaya Kalimantan Jadi Ikon Ibu Kota Baru Pemakaian pakaian adat kepada Ketua DPD RI di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Ist)

Terkait wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur yang kembali didengungkan, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap kekayaan budaya Kalimantan menjadi ikon ibu kota baru. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebagai wilayah ibu kota baru Indonesia. Kalimantan sendiri dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan budaya yang cukup banyak.

LaNyalla melanjutkan, Suku Dayak merupakan suku yang unik yang ada di Indonesia yang terdiri dari lima hingga tujuh suku asli, diantaranya adalah Melayu, Dayak, Banjar, Kutai, Paser, Berau dan Tidung. "Suku-suku ini memiliki kebiasaan, adat, dialek, budaya serta wilayahnya sendiri. Asal muasal mereka erat kaitannya dengan dunia bahari sebagai nenek moyang bangsa ini," kata LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, suku ini memiliki enam rumpun yang terbagi ke dalam 405 sub-etnis. Uniknya, dalam keseharian mereka masih menggunakan bahasa yang masuk ke dalam kategori bahasa Austronesia di Asia.

"Inilah salah satu keunikan budaya di Kalimantan yang patut mendapat perhatian pemerintah dalam konteks pembangunan ibu kota baru di wilayah tersebut. Selain harus melestarikan, ibu kota baru juga harus mencerminkan nilai-nilai lokal yang merupakan representasi dari budaya lokal," kata Senator Dapil Jawa Timur tersebut.

Sedangkan mengenai keyakinan, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur tersebut menyampaikan mereka awalnya memiliki keyakinan tradisional Kaharingan. Namun, mulai banyak yang memeluk agama Islam dan Kristen pada abad ke-19. "Kekayaan bangsa terhadap ragam budaya ini tidak seluruhnya dapat kita ketahui. Jadi, saya berharap kekayaan budaya di Kalimantan ini dapat dijadikan ikon ibu kota baru nantinya yang memiliki filosofi mendalam,"tandasnya./ JOURNEY OF INDONESIA