LCC Dapat Kenakan Biaya Bagasi Asal Penuhi Syarat dan Ketentuan Kemenhub

By Yulia January 05, 2019 326
LCC Dapat Kenakan Biaya Bagasi Asal Penuhi Syarat dan Ketentuan Kemenhub Beberapa penerbangan murah di tanah air akan memberlakukan biaya bagasi (Ist)

Terkait dengan kebijakan maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air yang akan menghapus bagasi gratis per 8 Januari 2018 mendatang. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B Pramesti mennyebutkan, berdasarkan Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, kedua penerbangan tersebut tidak menyalahi aturan terkait kebijakan layanan bagasi berbayar.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa kelompok penerbangan full service dan medium service tidak akan mengenakan biaya bagasi maksimal 20 kilogram dan 15 kilogram. Khusus penerbangan berbiaya murah (low-cost carrier/LCC) akan mengenakan biaya bagasi.

Sebagaimana diatur dalam pasal 3, PM 185 Tahun 2015, terdapat tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal yakni pelayanan dengan standar maksimum (full services), pelayanan dengan standar menengah (medium services) dan pelayanan dengan standar minimum (no frills).

02 Antrian penumpang pada checkin counter Istimewa

Antrian penumpang pada check in counter (Ist)

Dalam kasus ini Lion Air dan Wings Air masuk dalam kategori no frills. Ketentuan soal bagasi ini bagi kelompok full service, paling banyak 20 Kg tanpa dikenakan biaya, bagi kelompok medium service, paling banyak 15 Kg tanpa dikenakan biaya dan kelompok no frills, dapat dikenakan biaya.

Berikut daftar kelompok pelayanan dari masing-masing maskpai:

a. Full Service: PT. Garuda Indonesia dan PT. Batik Air

b. Medium service: PT. Trigana Air service, PT. Travel express, PT. Sriwijaya Air, PT. NAM Air dan PT. Transnusa Air Service

c. No frill Service: PT. Lion Air, PT. Wings Air, PT. Indonesia AirAsia, PT. Indonesia AirAsia Extra, PT. Citilink Indonesia dan PT. Asi Pudjiastuti Aviation

Lebih lanjut Polana menyebutkan apabila terdapat maskapai yang melakukan perubahan terhadap ketentuan pemberian bagasi cuma-cuma (FBA), maka diwajibkan untuk melaksanakan beberapa persyaratan dan tahapan. Persyaratan dan tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Melakukan perubahan SOP Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri (sebagaimana ketentuan pasal 63, PM 185 Tahun 2015) untuk mendapatkan     persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terlebih dahulu.

b. Memastikan kesiapan SDM, personil dan peralatan yang menunjang perubahan ketentuan FBA, sehingga tidak menimbulkan adanya antrian di area check-in counter, di area     kasir pembayaran bagasi tercatat serta kemungkinan gangguan operasional dan ketertiban bandara lainnya yang dapat menimbulkan keterlambatan penerbangan.

c. Melaksanakan sosialisasi secara massif kepada masyarakat luas (calon penumpang) melalui media cetak, elektronik dan media sosial.

d. Melaksanakan koordinasi yang intensif dengan stake holder terkait antara lain Badan Usaha Bandar Udara, Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara.

“Dengan dilakukannya hal-hal tersebut maka diharapkan setiap perubahan kebijakan yang dilaksanakan telah dipahami masyarakat dan berjalan dengan baik di lapangan”, pungkas Polana./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Saturday, 05 January 2019 13:34