Kemenparekraf-BNPT Kolaborasikan Program Anti Radikalisme Lewat Sektor Parekraf

By Ismed Nompo August 11, 2021 372
Kemenparekraf-BNPT Kolaborasikan Program Anti Radikalisme Lewat Sektor Parekraf Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Ist)

Dalam audiensi dengan BNPT secara virtual, Selasa (10/8/2021), Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan ada beberapa daerah yang dipilih BNPT menjadi Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) sebagai soft approach pencegahan perkembangan radikalisme dan terorisme. Sejumlah daerah yang dimaksud yakni Bima, Nusa Tenggara Barat dan Malang, Jawa Timur yang memiliki potensi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bima juga berada di bawah wilayah koordinatif Badan Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Kemenparekraf karena 2 kecamatannya masuk dalam Kawasan Cagar Biosfer Komodo,” kata Sandiaga.

"Oleh karenanya ada beberapa program di Kemenparekraf/Baparekraf yang dapat disinergikan dengan program BNPT. Di antaranya pengembangan desa wisata, pembangunan creative hub, serta pendampingan dan pelatihan terkait pengembangan skill di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," lanjut Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, mengatakan Bima menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan program anti radikalisme. Selain NTB dan Jawa Timur, lanjut Boy, ada tiga daerah lain yang dijadikan KKTN oleh BNPT, yaitu Jawa Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Tengah.

“KKTN ini merupakan sarana soft approach berbasiskan pada pembangunan kesejahteraan sebagai upaya kita dalam konteks deradikalisasi. Tahun ini, ada dua KKTN yang sedang kita persiapkan, yaitu Jawa Timur dan NTB,” kata Boy.

Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan, ada tiga pilar kegiatan yang dilakukan di lokasi KKTN. Yaitu kegiatan perekonomian, edukasi, dan pariwisata. “Karena ada pengembangan pariwisata di KKTN jadi kami berkoordinasi dengan Pak Menteri. Dengan harapan ada dukungan dari Kemenparekraf untuk hadir bersama-sama di lokasi tersebut,” ujar Boy lagi./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Last modified on Wednesday, 11 August 2021 22:19