ISMAFARSI Desak RUU Kefarmasian dan Kemandirian Nasional Masuk Prolegnas 2022

By Ibonk November 20, 2021 190
ISMAFARSI Desak RUU Kefarmasian dan Kemandirian Nasional Masuk Prolegnas 2022 Perwakilan ISMAFARSI diterima dan mendapat dukungan dari FPKB DPR RI (Ist)

Kurniasih Mufidayati Janji RUU Kefarmasian dan Kemandirian Nasional Masuk Prolegnas 2022. Hal tersebut merupakan ujung dari aksi yang digelar ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia) dengan dukungan penuh PP IAI (Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia) siang tadi, Jumat, 19 November 2021. Aksi damai yang diikuti oleh 450 mahasiswa farmasi yang datang dari berbagai kota di Indonesia aksi berjalan tertib, dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Aksi di mulai pukul 13.40 WIB, saat massa mahasiswa yang sudah mulai berdatangan ke Jakarta sejak Kamis malam tersebut.

Mereka mulai berjalan dengan rute dari Gelora Bung Karno melewati depan Gedung TVRI, melintas jl Palmerah dan kemudian memulai orasi di halaman Gedung DPR RI di Senayan. Selanjutnya di depan Gedung DPR RI.

Damas Raja selaku Sekjen ISMAFARSI yang memimpin aksi menyampaikan tuntutannya yakni mendesak DPR RI agar memasukan RUU Kefarmasian dan Kemandirian Farmasi Nasional kedalam pembahasan Prolegnas Prioritas 2022. Ia menyampaikan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat Farmasi) sebagai revolusi farmasi untuk kesehatan negeri. Aksi yang berjalan santun dan tertib itu mendapat perhatian dan simpati dari Dr Hj Kurniasih Mufidayati, MSi, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS.

"Sebenarnya RUU Kefarmasian ini sudah masuk Prolegnas sejak tahun 2021 lalu, kami berusaha agar RUU Kefarmasian kembali masuk dalam Prolegnas Prioritas tahun 2022 untuk dibahas dan kemudian dirumuskan," tutur Mufida di depan massa mahasiswa yang mengenakan jaket almamater dari kampus masing-masing.

"Kami sependapat bahwa persoalan kefarmasian Indonesia sudah saatnya diatur, apalagi ditengah pandemi Covid-19 dimana kefarmasian memegang peran luar biasa dalam penanganan Covid-19," ungkap Mufida.

Damas Raja Sekjen ISMAFARSI ditemui Kurniasih Mufidayati Anggota Komis IX dari Fraksi PKS DPR RI Ist

Damas Raja, Sekjen ISMAFARSI ditemui Kurniasih Mufidayati, Anggota Komis IX dari Fraksi PKS DPR RI (Ist)

"Kita dorong bersama dengan proses demokrasi yang damai, tertib, elegan dan bermartabat, yakni dengan berdialog. Kami sudah menerima, surat tadi sudah diterima dan ditandantangani dan Tritura juga sudah didengarkan. Kami akan berusaha agar RUU Kefarmasian ini bisa masuk Prolegnas 2022," tambah Mufida.

Mufida tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan mahasiswa farmasi yang tergabung dalam ISMAFARSI dan berharap mereka akan menjadi pemimpin terdepan di masa yang akan datang. Aksi berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya, sejumlah perwakilan mahasiswa diterima Kurniasih Mufidayati di ruang kerjanya.

Aksi ISMAFARSI juga mendapat dukungan penuh dari Fraksi PKB, melalui pernyataan Koordinator Staf Ahli Fraksi. Usai melaksanakan aksi, Damas Raja berkesempatan menemui Ketua Umum PP IAI, apt Drs. Nurul Falah Eddy Pariang secara virtual. Dalam kesempatan itu, Damas menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan PP IAI dalam aksi massa yang dilakukan.

Sementara Nurul Falah menyampaikan rasa syukurnya, aksi berjalan tertib dan diterima oleh anggota DPR RI dengan baik. "Dalam pertemuan dengan Komisi IX, kami juga menyampaikan, bahwa aksi kami mendapat dukungan penuh dari Ikatan Apoteker Indonesia. Alhamdulillah aksi berjalan lancar dan kondusif," tutur Damas.

Menurut Damas, dalam perbincangan dengan Wakil baleg, Wakil Komisi IX dan pimpinan Komisi IX, sudah muncul kesadaran, bahwa farmasi menjadi hal terpenting dalam masalah kesehatan.
PP IAI sendiri memberikan dukungan penuh terhadap aksi yang dilaksanakan ISMAFARSI ini mengingat bahwa sebagai sebuah negara besar, hingga kini belum memiliki Undang Undang Kefarmasian.

"Belajar dari pandemi Covid-19 dimana sediaan farmasi menjadi persoalan utama dalam upaya penanganan pandemi. Karena itu sudah saatnya persoalan kefarmasian ini diatur dalam sebuah Undang Undang," tutup Nurul./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Sunday, 21 November 2021 06:34