Kawasan Selat Sunda Cukup Aman Dikunjungi Wisatawan

By Ibonk April 02, 2019 2107
Kawasan Selat Sunda Cukup Aman Dikunjungi Wisatawan Semburat pagi di desa nelayan Tanjung Lesung, Banten (Ibonk)

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Banten, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Tanjung Lesung ditegaskan dan kawasan Selat Sunda aman untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Penyataan Menpar tersebut disampaikannya saat konferensi pers dalam acara “Sosialisme Jurnalisme Ramah Pariwisata Dalam Rangka Gerakan Sadar Wisata” yang digelar di Tanjung Lesung Beach Hotel, Banten, Jawa Barat pada Senin (1/4), didasari atas pengamatan intensif Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pasca tsunami Selat Sunda sebelumnya telah menunjukkan penurunan aktivitas dan tidak ada fenomena bertumbuh.

“Saya tegaskan lagi radius aman itu 2 km dari kawah Anak Krakatau, bukan dari pesisir pantai. Dengan demikian kawasan wisata di Selat Sunda aman dikunjungi wisatawan,” ujar Menpar

Begitu pula pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah melakukan aktivasi dan pemanfaatan teknologi mitigasi bencana.

Menpar juga menjelaskan bahwa PVMBG dan Badan Geologi Kementerian ESDM pada 25 Maret 2019 telah menurunkan status Gunung api Anak Krakatau dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada) dengan radius aman menjadi 2 km dari sebelumnya 5 km dari kawah.

Pengunjung tengah menikmati keindahan Tanjung Lesyng Resort IbonkPengunjung tengah menikmati keindahan Tanjung Lesung Resort (Ibonk)

“Pada 25 Maret kemarin status diturunkan dari level 3 (siaga) menjadi level 2 (waspada). Jarak status siaga adalah 5 km, sedangkan status waspada adalah 2 km dari kawah gunung tersebut. Sedangkan jarak kawah Krakatau ke bibir pantai di Tanjung Lesung berkisar 50 sampai 60 km. Semoga pengumuman ini menjadi titik balik dari pariwisata Selat Sunda,” jelasnya.

Tak hanya itu, semua alat deteksi dini kebencanaan juga telah dipasang di beberapa titik di sekitar Gunung Krakaratau. “Semua peralatan early warning system atau water level juga telah dipasang oleh BMKG dan setelah itu BNPB juga akan memasang pelampung-pelampung deteksi, jika kecepatan dan ketingggian ombak tertentu akan terdeteksi,” jelasnya lagi.

Pasca tsunami lalu, Kemenpar membentuk tim Selat Sunda Aman yang diketuai Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti yang juga sebagai Ketua Tim Manajemen Krisis Kemenpar untuk melakukan pemantauan serta memastikan agar seluruh program pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda berjalan sesuai rencana, baik dari unsur Sumber Daya Manusia (SDM), pemasaran, maupun destinasi terdampak.

Sementara itu, untuk menggairahkan minat kunjungna wisatawan dikawasan KEK Tanjung Lesung, berbagai program menarik dan fasilitas baru mulai dibangun. Seperti yang disampaikan oleh Poernomo Siswoprasetijo selaku Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ), “Dari Tanjung Lesung kita sedang mengembangkan program selain wisata pantai juga wisata desa. Kita juga mempersiapkan berbagai amenitas seperti Beach Club Lalassa,” tutup Purnomo./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Wednesday, 03 April 2019 14:49