Hindari Perpecahan, Garuda Merah Ajak Semua Elemen Untuk Bersikap Netral

Hindari Perpecahan, Garuda Merah Ajak Semua Elemen Untuk Bersikap Netral Para awak Garuda Merah seusai seilaturahmi dan buka bersama awak media (Yulia)

Selepas menjalankan tugasnya sebagai pengawalan di garis belakang pemenangan pasangan Prabowo – Sandi, Garuda Merah (GM) sengaja mengundang awak media untuk bersilaturahmi. Selama ini menurut Ketua Umum GM, Abdul Rahman, SH, pihaknya memang belum sempat menunjukan diri karena kesibukan dalam mengawasi proses pemenangan.

Mengambil tempat di bilangan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selain Abul Rahman hadir juga beberapa pimpinan generasi muda tim relawan Prabowo-Sandi lainnya seperti Fandi Yanuarso (Wakil Ketua Umum), Hasyim Umagaf, SH (Wakil Ketua Umum), Mudzakir (Sekretaris Jendral), dan Tri Handayani (Juru Bicara Garuda Merah). Mereka semua menyatakan sikap untuk meredam perpecahan yang terjadi.

“Kami memang tidak pernah bertemu dengan media, karena posisi kami berada di garis belakang. Untuk itu sekarang inilah waktu yang tepat untuk memperkenalkan diri,” ungkapnya membuka silutarahmi dan buka bersama dengan awak media tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Rahman mengajak media untuk selalu memberikan informasi secara netral terkait fenomena pemilihan presiden di negeri ini. Baik memberitakan Paslon 01 ataupun 02 dengan informasi akurat dan apa adanya.

“Garuda Merah ingin mengajak teman-teman media menyikapi pemberitaan dengan posisi netral. Jangan sampai terjadi seperti sekarang ini adanya perpecahan di tengah masyarakat karena keterlambatan informasi politik,” akunya.

Persoalannya adalah situasi saat ini, terutama di ranah sosial media yang menjadi wilayah paling sensitif dan rawan. Persaingan dan berita yang tidak sehat yang dipenuhi dengan black campaign dan negative campaign, akhirnya berdampak juga pada situasi politik yang tidak kondusif.

"Saya ingin menyikapi situasi politik yang saat ini terpecah belah. Kami sebagai sebuah lembaga yang telah disyahkan oleh pemerintah tentunya perlu menyampaikan kepada masyarakat apa yang sebetulnya terjadi,” ujar Abdul Rahman

Fandi Yunarso Hasyim Umagaf SH Abdul Rahman SH Mudzakir dan Tri Handayani YuliaFandi Yunarso, Hasyim Umagaf SH, Abdul_Rahman SH, Mudzakir dan Tri Handayani (Yulia)

Untuk meredam situasi saat ini, GM memberikan usulan dan menyatakan sikap tegasnya kepada pemerintah untuk menghentikan sementara perhitungan KPU dalam menyikapi situasi politik yang semakin memanas. “Kami menemukan 73 ribu kesalahan yang terjadi selama penghitungan suara di KPU. Bukan karena kesalahan sistem, melainkan ada indikasi digerakkan oleh perintah yang motifnya belum diketahui,” sebutnya.

Ia meminta agar proses penghitungan dihentikan dulu. “Silahkan C1 ditampilkan. Supaya geliat keresahan yang terjadi di masyarakat bisa di redam, karena jika dalam situasi ini nggak bisa ngomong akhirnya malah jadi aksi,” tegasnya.

Pada dasarnya GM tetap akan memantau Situng KPU dan juga terus berusaha melakukan aksi-aksi moral. Selain tentunya tetap berusaha mendesak semua pihak terutama keamanan untuk sama-sama bersikap netral. "GM juga mendesak aparat keamanan terutama TNI, Polri dan BIN untuk bersikap netral , terutama yang mengarah pada tindakan tegas dan represif," sambung Mudzakir, Sekjen Garuda Merah.

Selain menyatakan sikap dan memberikan himbauan, GM juga menyatakan rasa bela sungkawa atas gugurnya para pahlawan demokrasi yang berjumlah 538 orang dan juga yang masih menderita sakit. GM juga mendesak untuk segera dibentuk Tim Pencari Fakta terkait hal tersebut./ JOURNEY OF INDONESIA