Program Hot Deals dan Tourism Hub Ditawarkan ke Travel Agent China

Program Hot Deals dan Tourism Hub Ditawarkan ke Travel Agent China Acara Travel Dialogue (Komblikpar)

Kementerian Pariwisata berharap melalui kegiatan Famtrip Batam-Bintan Travel Agen China yang diadakan Kemenpar 28 Mei - 1 Juni 2019 ini, berharap target penjualan Hot Deals 1 juta pax di tahun 2019 dapat tercapai. Hal tersebut menindaklanjuti tawaran program Hot Deals dan Tourism Hub melalui Singapura kepada wisman China melalui travel agen di negara tersebut.

Organizing Committee Program Hot Deals Kepri, Christine Besinga saat acara Travel Dialogue yang merupakan rangkaian kegiatan Famtrip Batam-Bintan Travel Agen China yang diadakan Kemenpar di Lily Meeting Room Hotel Aston Batam, Kepri, Jumat (31/5). Acara tersebut juga untuk mengajak delapan travel agent China tersebut untuk bersama-sama menyusun paket wisata ke Kepri.

Ide dasar Hot Deals sendiri adalah memberikan tawaran yang “more for less”, you get more, you pay less”. Konsumen mendapat begitu banyak keuntungan, tapi mereka membayar dengan harga terjangkau dan murah.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenpar, Vinsensius Jemadu (VJ) yang hadir dalam acara ini menjelaskan bahwa Kemenpar menargetkan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa mencapai 4 juta orang sepanjang 2019 melalui program tourism hub.

Hot Deals dan Tourism Hub IstHot Deals dan Tourism Hub (Ist)

“Target Kepri 4 juta wisman naik 25 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional 12 persen. Kemenpar akan membantu salah satunya dengan program hot deals yang tahun lalu sukses terjual 700 ribu pax. Tahun ini tagetnya 1 juta pax,” kata Vinsensius Jemadu.

Dari data Kemenpar, lanjut VJ setiap tahun estimasi jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Changi Singapura (selain orang Indonesia) hampir mencapai 12 juta pax. Rinciannya yakni sebanyak 32 persen dari ASEAN minus Indonesia, 22 persen dari China-Hong Kong, 17 persen dari Asia-Pasifik, 14 persen dari Asia Tengah, MEA, dan Afrika. Sisanya dari Eropa dan Australia.

Disini dapat diambil kesimpulan bahwa peluang Indonesia untuk menggaet wisman yang jumlahnya sekitar 11 juta lebih itu masih cukup terbuka luas./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Saturday, 01 June 2019 21:44