Reuni Keluarga Cemara Original dalam Film "Terima Kasih Emak.. Terima Kasih Abah"

Reuni Keluarga Cemara Original dalam Film "Terima Kasih Emak.. Terima Kasih Abah" Sebahagian pemeran utama film Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah (Ibonk)

Generasi tahun 90-an dipastikan sudah sangat akrab dengan seri sinetron bertema keluarga yang berjudul "Keluarga Cemara". Sinetron yang menceritakan tentang kehidupan satu keluarga teramat sederhana yang terdiri dari Abah (Agustinus Adi Kurdi), Emak (Novia Kolopaking), Euis (Ceria Hade), Cemara (Anisa Fujianti), dan Agil (Puji Lestari), namun sarat akan nilai-nilai kehidupan.

Selesai diproduksi pada tahun 2004 lalu, kini para pemain sinetron tersebut dipertemukan kembali dalam suasana baru oleh sang sutradara Dedi Setiadi. Masih mengambil ruh dari cerita yang cukup fenomenal tersebut, mereka berencana akan memproduksi para pemain Keluarga Cemara original dalam produksi yang berjudul "Terima Kasih Emak.. Terima Kasih Abah”.

Kabar baik ini sengaja dirangkum dan dikemas dalam acara silaturahmi bersama dengan para awak media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/6/2019). Direncanakannya pembuatan film ini memang sedikit mengundang pertanyaan nakal dari pihak media. Sepertinya ada kesan tergesa-gesa ingin memproduksi film ini, setelah film "Keluarga Cemara" versi baru telah tayang di bioskop.

“Sebetulnya sejak dulu sebelum Keluarga Cemara tayang di bioskop, saya sudah mempunyai rencana. Tapi sayangnya belum mendapatkan produser yang pas. Akhirnya terhenti, yang ternyata judul itu sudah dipakai orang lain,” kata Dedi Setiadi menjawab pertanyaan tersebut.

Dedi Setiadi dan Anas Syahrul Alimi IbonkDedi Setiadi dan Anas Syahrul Alimi (Ibonk)

Sebagai penulis Dedi sedikit kecewa dengan film Keluarga Cemara yang jauh berbeda karakternya dengan yang pernah ia garap. Melihat hal tersebut semangatnya pun bangkit kembali, pertemuannya dengan sang produser Anas Syahrul Alimi membuat kerinduannya dengan Keluarga Cemara original inipun akhirnya terpenuhi. Gayung bersambut, Anas bersedia untuk memproduseri film dengan para pemain original Keluarga Cemara.

“Jadi, ketika film Keluarga Cemara diputar di bioskop, saya langsung ingat para pemain yang aslinya. Waktu mereka main saya ingat banget masih duduk di Sekolah Dasar. Akhirnya ketemu dengan Dedi Setiadi dan jadilah Terima kasih Emak… Terima Kasih Abah,” ungkap produser yang juga kerap mempromotori event musik ini.

Cerita dalam film ini nantinya akan meneruskan kisah Keluarga Cemara yang telah berubah. Peran Emak yang merangkul anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa sementara harus berjuang menghadapi Abah yang sudah tua dan sakit-sakitan. Di sini akan memperlihatkan ketulusan dan perjuangan Emak tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan balasan. Bagaimana Emak berjuang untuk kebahagiaan keluarganya, karena bagaimanapun kebahagiaan keluarga adalah kebahagiaannya juga.

Adi Kurdi menyambut sangat baik dengan adanya kisah Keluarga Cemara original ini kembali diangkat ke layar lebar. Senada dengan sang sutradara, Adi Kurdi juga merasa kurang sreg dengan karakter Abah yang terlihat sangat berbeda di film yang telah tayang tersebut. “Lihat ceritanya yang di bioskop kok Abah jadi begitu ya. Abah kok jadi pemarah dan gak konsisten, serba bingung,” ucap Adi Kurdi.

Adi Kurdi dan Novia Kolopaking IbonkAdi Kurdi dan Novia Kolopaking (Ibonk)

Sama halnya dengan Novia Kolopaking yang berperan sebagai Emak. Jika awalnya enggan untuk kembali lagi berakting, namun akhirnya bersedia berperan kembali di film garapan sutradara Dedi Setadi setelah menimbang yang mengajak adalah sutradara yang cukup dikenalnya. Alasan lainnya karena film ini seperti reuni dengan keluarga yang cukup dikenalnya sejak lama.

“Jujur tadinya saya belum mau kembali untuk berakting, saya sangat menikmati peran saya sebagai ibu rumah tangga saat ini. Tapi karena Om Dedi yang mengajak saya apapun film yang ditawarkan saya mau. Dan lebih senang lagi ternyata saya dipertemukan dengan anak-anak saya (Euis, Ara, dan Agil) yang bukan hanya di film tapi memang diluar syuting kita sudah seperti keluarga,” papar Novia Kolopaking.

Walau menggunakan judul yang berbeda, jalan cerita dari film ini nantinya akan disesuaikan dengan cerminan keluarga di tahun 90an. Tentunya ada banyak penyesuaian dari hal cerita dan keadaan mereka saat ini. "Kita juga memasukkan pemain-pemain milenial dalam ceritanya nanti. Yang jelas, film ini masih dipenuhi dengan pesan-pesan moral yang baik," ungkap Dedi.

Film “Terima Kasih Emak.. Terima Kasih Abah” ini akan segera memulai produksinya dalam waktu dekat. Bagaimana jalan ceritanya? Kita tunggu saja tanggal mainnya/ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Monday, 03 June 2019 23:16