Bergerak Positif, Awal 2019 Pariwisata Kepri Tumbuh 12,57 %

Bergerak Positif, Awal 2019 Pariwisata Kepri Tumbuh 12,57 % Jembatan Barelang Batam (Komblikpar)

Pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus saja menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sepanjang Januari-Maret 2019 saja, wisman yang berkunjung mengalami kenaikan hingga 12,57 persen. Angka riilnya adalah 672.177 orang. Pada periode sama tahun sebelumnya, pergerakan wisman berkisar 597.107 orang.

Seperti yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani di Jakarta, Senin (3/6/2019) bahwa prospek perekonomian Kepri sebanding dengan positifnya kunjungan wisman. “Berdasarkan laporan Bank Indonesia Kepri, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2019 dilaporkan sangat positif,” ujar Rizki.

Ia melanjutkan “Pariwisata di Kepri terus berkembang. Ada banyak value yang didapatkan dari aktivitas ini, khususnya ekonomi. Industri pariwisata dan masyarakat luas mendapatkan akses bagus secara ekonomi di sana. Kami optimistis, pergerakannya secara keseluruhan akan makin membaik di periode bulan berikutnya".

Secara garis besar, pariwisata Kepri tumbuh antara 4,9 persen hingga 5,3 persen Year On Year (YOY). Untuk pergerakan inflasinya diperkirakan berada pada angka 3,5 persen sampai 1 persen (YOY). Stabilitas harga tersebut tetap berada pada koridor nasional.

Pertumbuhan ini sendiri karena Kepri selama ini dianggap sebagai destinasi yang eksotis bagi wisman. Sebab, alam, budaya, dan “manmade” di Kepri sangat luar biasa. Penawaran dari wisata kuliner dan belanja juga menggiurkan. Dengan beragam kombinasi tersebut, tingkat okupansi hotel berada di kisaran 49-50 persen serta length of stay wisman mencapai 1,92 hari.

Salah satu destinasi di Bintan Kepulauan Riau KomblikparSalah satu destinasi di Bintan Kepulauan Riau (Komblikpar)

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Dessy Ruhati menambahkan optimalisasi pergerakan wisman terlihat dari 4 pintu masuk di Kepri. Wisatawan yang masuk melalui Batam sebanyak 69,54 persen. Atau sekitar 460.710 wisman. Sedangkan melalui Bintan mencapai 21,23 persen dengan pergerakan 142.671 wisman. Wisman yang datang melalui Tanjungpinang sebesar 5,67 persen atau 38.104 wisman, lalu 4,57 persen (30.692) masuk dari Karimun.

“Pergerakan wisman memberikan dampak positif. Kehadirannya turut menggerakkan perekonomian di Kepri. Mereka melakukan transaksi untuk membeli kuliner, beragam cenderamata, juga lainnya. Ada banyak keuntungan ekonomi yang dinikmati masyarakat Kepri,” kata Dessy Ruhati.

Melesatnya pergerakan wisman di Kepri didominasi wisatawan Singapura. Sepanjang triwulan I 2019, kunjungan wisatawan Singapura mencapai 310.367 orang. Diikuti Malaysia dengan 69.852 orang dan Tiongkok dengan 68.446 orang.

Untuk menjaga pergerakan wisman tetap positif di Kepri, Dessy Ruhati beranggapan meskipun pergerakan wisatawan Singapura dirasa cukup bagus, namun negara lain tetap memiliki potensi sama besar. Untuk itu branding besar diberikan merata, karena dirinya yakin pergerakan wisman di luar top 3 Kepri akan optimal sampai akhir tahun./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Last modified on Monday, 03 June 2019 23:56