Kinerja Keuangan Kemenpar Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Kinerja Keuangan Kemenpar Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selama empat tahun berurut-turut Kementerian Pariwisata meraih Opini WTP dari tahun 2015 hingga 2018 (Ist)

Mewakili Kementerian Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan yang juga ditunjuk sebagai Plt. Sekretaris Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani menerima penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Atas Laporan Keuangan Kementerian/ Lembaga Tahun 2018. Kinerja keuangan Kementerian Pariwisata tahun ini meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Saat Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan di Auditorium Lantai.2 Tower BPK RI Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019), Giri mengatakan prestasi ini merupakan buah dari hasil kerja keras aparatur Kemenpar sekaligus kepatuhan seluruh jajaran kementeriannya terhadap undang-undang yang berlaku.

“Ada 38 Kementerian/Lembaga yang meraih WTP di lingkungan Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) III. Ini sebuah prestasi tersendiri bagi Kemenpar,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Dirinya juga menyebutkan bahwa prestasi ini diperoleh dengan upaya dan usaha yang keras. Lalu disertai komunikasi yang baik, sehingga dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan tingkat profesionalisme tinggi.

Ni Wayan Giri Adnyani saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan dari BPK IstNi Wayan Giri Adnyani saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan dari BPK (Ist)

Opini WTP tersebut berhasil diraih Kementerian Pariwisata selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2015 hingga 2018 selama kepemimpinan Menteri Pariwisata, Arief Yahya. “Prestasi ini harus menjadi pemantik semangat untuk bekerja lebih keras lagi dalam mempertahankan opini WTP,” kata Giri.

Giri juga mengungkapkan, capaian ini adalah suatu hal yang membanggakan. Ia juga berharap para pegawai di lingkungan Kemenpar terus bekerja keras dalam menjaga integritas tata kelola keuangan negara. “Namun, predikat WTP bukanlah akhir. Ini titik awal kita untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan APBN di tahun-tahun berikutnya,”ungkapnya./ JOURNEY OF INDONESIA

JOI