Memasuki Era Digital, 7Eleven Chainz Luncurkan Mata Uang Digital (Cryptocurrency)

Memasuki Era Digital,  7Eleven Chainz Luncurkan Mata Uang Digital (Cryptocurrency) David Trunch, Kevin, Kelvin Dung, dan Didi Firmanto (Yulia)

Zaman sudah beralih ke era digital, tidak hanya di negara yang maju seperti Jepang, Amerika dan Eropa, namun di negara berkembang pun sudah menggandrungi segala hal yang berbau digital. Begitupun dalam pengelolaan keuangan atau investasi. Saat ini sistem perdagangan FOREX pun mau tidak mau beralih kepada aplikasi digital yang lebih canggih dengan merubah segala perangkatnya untuk lebih memudahkan bagi anggotanya untuk bertransaksi.

Begitupun dengan perusahaan yang didirikan pada 20 Februari 2018 lalu, 7Eleven. Perusahaan ini adalah sebuah asosiasi penelitian tekhnologi yang awalnya diorganisir oleh 8 anggotanya dan beberapa tenaga professional dari berbagai negara. Kelompok ini kemudian mengembangkan sistem perdagangan FOREX yang diintegrasikan ke dalam Aplikasi 7E Chainz.

“Saat ini dalam perdagangan digital sedang booming dan digandrungi adalah cryptocurrency, mata uang digital atau uang virtual yang dari sisi kemanannya memiliki fitur keamanan yang dinamakan blockchain. Kita akan sedang mengurus dan memperkenalkan aplikasi ini ke Indonesia dan dibangun di sini,” kata Kevin salah satu perwakilan 7E yang ada di Indonesia, ketika ditemui JourneyofIndonesia di Hotel Arya Duta, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Kevin, aplikasi yang diusung 7E ini sangat dibutuhkan sekali terutama bagi sitem pemerintahan saat ini, selain memudahkan dalam penyimpanan dana program ini juga dapat digunakan sebagai investasi dan tanpa biaya. Mata uang digital saat ini ada 10 yang diakui dunia, salah satunya dan yang mendapat nilai tertinggi adalah Bit Coin.

“Kalau kita perhatikan di 7E ini, kalau kita aplikasi 7E itu tidak mengambil uang dari kita tapi uang di simpan di aplikasi. Tapi jika kita tidak ingin melakukan program ivestement itu gak masalah tapi tekhnologinya yang kita butuh. Seperti Bit Coin yang tidak ada program investmentnya. Tapi kenapa tekhnologi blokchain itu dipakai? Karena saya jelaskan bit coin di pakai di seluruh dunia dan bisa transfer uang di seluruh dunia, cair. Ini hal baru sebenarnya, karena hal baru tekhnologi baru itu sedang di kaji tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Tidak hanya di negara berkembang tapi di negara maju, Jepang, Amerika pun sedang membuat semacam klausul-klausul di pemerintah bahwasanya Cryptocurrency bisa dilegalkan,” beber Kevin.

7Eleven Chainz Yulia7Eleven Chainz (Yulia)

Senada dengan Kevin, Kelvin Dung (CEO 7E Chainz Vietnam), tekhnologi Blockchain yang sebelumnya hanya bisa bertukar dengan satu jenis koin saja, tetapi di 7E bisa ditukar dengan beberapa koin dan lebih dari satu poin. Selain itu 7E juga tidak membutuhkan biaya ketika anggotanya ingin melakukan penarikan atau withdraw. “Di 7E ini tdk membutuhkan biaya ketika kita withdraw misal withdraw US 100 itu tetap withdrawnya US 100 tidak ada potongan biaya. Kelebihan dari 7E Chain. Tidak ada yang namanya biaya transaksi ketika kita transfer dari satu walet ke walet yang lain,” ujar Kelvin Dung.

Bahkan menurut Kelvin, profit yang akan didapat anggotanya adalah profit yang bisa diambil harian, bisa diambil dimana dan kapan saja dibutuhkan dan tentunya sesuai dengan paket yang dipilih. Paket yang dipilih mulai dari €100 sampai dengan €1.000.000 dengan persentasi profit mulai 0.15 % sampai dengan 0.40 % per hari, bahkan jika investasi lebih besar bisa mendapatkan profit hingga 0.97% per hari.

7E selain sebagai aplikasi, 7E dibagi menjadi beberapa business development, seperti 7E Apllication (Investasi dan pembayaran), 7E Bank, 7E Forex, Exchange-Trading, dan juga Charity. Khusus untuk Charity, Didi Firmanto (CEO 7E Chainz Indonesia) menjelaskan,  jika 7E sudah tayang di Indonesia dan mendapat keuntungan, dari keuntungan tersebutlah akan dijalankan program CSR di Indonesia. Yang membedakan aplikasi 7E dengan yang lain menurut Didi, 7E ini sudah mempunyai aplikasi sendiri, wallet sendiri, robot sendiri dan bisa bertransaksi dimanapun dan kapan pun.

“Kita gak usah takut karena kalau aplikasi itu jalan, yang membedakan kita punya aplikasi sendiri, walet sensiri, robot sendiri, dan kita bisa transaksi kemanapun. Selanjutnya 7E akan melanjutkan sumbangan bagi orang yang tidak mampu di Indonesia dari program Charity,” pungkas Didi.

Sampai saat ini, jumlah keanggotaan 7E Chainz sudah mencapai 100.000 lebih anggota dari seluruh dunia. Target ke depannya, aplikasi yang menawarkan investasi dengan mata uang Euro ini berharap bisa mencapai anggota sebanyak 1 juta. Tertarik untuk berinvestasi? Untuk pendaftaran dan info lebih lanjut bisa di klik di website resminya di www.7elevencoins.com./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Last modified on Sunday, 07 July 2019 23:29