Kemenpar Dorong Percepatan Desa Wisata dan Homestay Berbasis Teknologi

By Ismed Nompo July 07, 2019 45
Kemenpar Dorong Percepatan Desa Wisata dan Homestay Berbasis Teknologi Ketua Umum APKASI, Abdullah Azwar Anas (Ist)

Ketua Umum APKASI, Abdullah Azwar Anas saat penutupan event APKASI Otonomi Expo di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, pada Jumat (05/07), menyatakan bahwa sebanyak 400 Kabupaten di seluruh Indonesia berkomitmen mendukung berbagai program dalam pengembangan pariwisata daerah. Salah satunya adalah mengembangkan pariwisata di kawasan perbatasan atau cross border tourism.

Sinergi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi mengembangkan kemajuan seni budaya daerah di kawasan wisata lintas batas ini. “Kami telah sepakat dengan Kemenpar untuk memilih Atambua NTT sebagai wilayah prioritas percepatan pengembangan cross border tourism. pemerintah sedang menargetkan akan ada sekitar 2.000 desa wisata lintas batas. Harapannya, daerah lain akan terinspirasi dan mengikuti langkah ini,” jelas Azwar.

Di sisi lain, Azwar juga menyoroti relasi antara perkembangan pariwisata dengan teknologi. Menurutnya, di era digital yang juga lekat dengan generasi melek teknologi ini, dibutuhkan inovasi serta kerja sama di bidang pariwisata dengan sejumlah perusahaan teknologi seperti startup.

Azwar mencontohkan tentang penggunaan platform online dalam mempromosikan homestay di Banyuwangi. “Homestay yang terintegrasi dengan platform online juga sebaiknya dikembangkan seperti yang kami lakukan di Banyuwangi. Sekarang sudah ada sekitar 400 homestay yang telah terdaftar online,” jelasnya.

Para peserta Apkasi Otonomi Expo di Jakarta Ist Para peserta Apkasi Otonomi Expo di Jakarta (Ist)

Sementara itu, Vitria Ariani selaku Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar berharap APKASI punya komitmen yang kuat membangun pariwisata daerah. Karena sebenarnya pertumbuhan desa-desa itulah yang menjadikan Indonesia negara yang kuat, tanpa melupakan kearifan desa.

Komitmen mendorong pertumbuhan sektor wisata juga disampaikan oleh pendiri sekaligus salah satu perusahaan unicorn di Indonesia, Bukalapak. “Tahun ini kami berkomitmen melayani usaha-usaha kecil di Indonesia. Kami sekarang sedang menyasar pasar Asia Tenggara. Kadang pengusaha kecil senang kalau ada pembeli dari negara ASEAN lain, mereka juga jadi punya pengalaman melakukan bisnis ekspor,” tutur Achmad Zaky.

Niat CEO salah satu e-commerce terbesar di tanah air ini disambut positif oleh Azwar. “Kalau semua kabupaten didaftarkan ke dalam platform online maka akan ada lompatan baru. Karena sekarang era kolaborasi yang sebenarnya justru bisa membantu percepatan agar produk-produk daerah bisa go online,” tanggapnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Monday, 08 July 2019 10:09