Penguatan Pranata Adat di NTB melalui Festival Budaya Untuk Perdamaian

Penguatan Pranata Adat di NTB melalui Festival Budaya Untuk Perdamaian Para tokoh yang terlibat dalam Festival Pranata Adat dan Budaya Teluk Bima untuk Perdamaian (Ist)

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bima menggelar kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Minggu (07/07/2019).

Kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan atas sinergitas 3 kementerian yakni "Workshop Forum Perdamaian dan Sinergitas Antar Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Bima". Kegiatan berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu, tanggal 5 s/d 6 Juli 2019 bertempat di hotel Lambitu . Sedangkan untuk kegiatan Keserasian sosial di laksanakan di desa Kenanga dan Desa Talabiu kecamatan Woha kabupaten Bima.

Dalam pelaksanaan kegiatan workshop tersebut melibatkan BAPPENAS RI, Kabid Perlindungan Hak Perempuan DP3AP Provinsi NTB, Kesbangpoldagri Kabupaten Bima, Kasat Intel Polres Bima, Komandan Kodim 1608 Bima, Akademisi STKIP Bima, Kejaksaan Negeri, Anggota DPRD Kabupaten Bima sebagai Narasumber dalam acara tersebut sedangkan untuk peserta kegiatan terdiri Camat, kepala desa, Pendamping Desa, Tokoh adat dan Budaya, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan FKUB.

Puncak kegiatan ini berlangsung meriah, dengan mengusung tema Festival Pranata Adat dan Budaya Teluk Bima untuk Perdamaian berlangsung di lokasi Taman Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima dan merupakan bagian dari acara Festival Sail Teluk Bima. Tahun 2019 ini juga sekaligus bertepatan dengan hari Jadi Kabupaten Bima yang ke 379 tahun.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri IstBupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri saat memberikan sambutan (Ist)

Kabupaten Bima merupakan 1 dari 24 kabupaten daerah tertinggal yang menjadi lokus Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) Kemendesa PDTT dalam bidang penanganan konflik sosial pada tahun 2019 dan merupakan salah satu lokus sinergitas Kementerian Lembaga yang tergabung dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial melalui pendekatan harmoni budaya dan adat untuk membangun kerukunan dan perdamaian di kabupaten Bima.

Acara Festival Pranata Adat dan budaya dihadiri oleh Dirjen PDTU Kemendesa, PDTT Ir. Rr. Aisyah Gamawati MM yang didampingi oleh Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Hasrul Edyar, S.Sos MAP, Asdep Penanganan Konflik sosial, Drs. Ponco Respati N, Msi, perwakilan dari Direktorat Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Viktor Siahaan. Dengan menggunakan pakaian adat Bima, Dirjen PDTU bersama rombongan dan di dampingi oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menuju lokasi tempat acara festival budaya dan adat di Taman Panda untuk bersama-sama membuka acara ini dengan Bupati Bima dan Jena Teke Sultan Muda Bima.

Indah Dhamayanti Putri, dalam sambutannya mengatakan bahwa event ini sebagai bentuk perhatian yang luar biasa dari Pemerintah Pusat khususnya untuk masyarakat Bima. Bersamaan dengan hari jadi Bima yang ke 379, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang untuk menggali, mengembangkan nilai seni budaya serta melestarikan dan memelihara khasanah budaya bangsa. Lebih utama mempromosikan berbagai potensi tempat wisata dan produk wisata kaputen Bima didalam mewujudkan kabupaten Bima sebagai destinasi wisata dunia.

Sementara Aisyah Gamawati, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu mengatakan sangat bangga dengan Pemkab Bima yang masyarakatnya hidup damai bergandengan tangan membangun Kabupaten Bima. Keberhasilan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa dalam pemanfaatan Dana desa telah mampu meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh elemen masyarakat desa dan Pemkab.

Dirjen PDTU Kemendesa PDTT Ir. Rr. Aisyah Gamawati MM pada puncak Penguatan Pranata Adat NTB IstDirjen PDTU Kemendesa PDTT Ir. Rr. Aisyah Gamawati MM pada puncak Penguatan Pranata Adat NTB (Ist)

Dirinya juga berharap, melalui kegiatan Festival Pranata Adat untuk Perdamaian ini dapat mengaktifkan kembali forum diskusi desa untuk mewujudkan ketahanan sosial maupun ketahanan ekonomi. Karena merupakan amanat nawacita pertama yaitu “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara dan nawacita ketiga “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”.

Rangkaian festival diisi dengan lomba perahu hias, kolaborasi tarian tradisional dan drama kolosal yang mengisahkan sejarah kembalinya sang putra mahkota, acara dilanjutkan penandatanganan Deklarasi Damai oleh perwakilan masing-masing pranata adat. Kemudian peninjauan stand Expo BUMDES oleh Bupati Bima dan Pejabat Kementerian Desa PDTT serta penampilan seni dan budaya Bima oleh sejumlah sanggar./ JOURNEY OF INDONESIA