Ombilin Sawahlunto Raih Pengakuan UNESCO Sebagai Warisan Dunia UNESCO

Ombilin Sawahlunto Raih Pengakuan UNESCO Sebagai Warisan Dunia UNESCO Ombilin Sawahlunto dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO (Komblikpar)

Indonesia patut berbangga kerena lewat Ombilin, negeri ini menambah koleksi dari empat warisan dunia kategori alam yakni Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), Hutan Tropis Sumatera (2004), dan Taman Nasional Ujung Kulon (1991).

Ombilin yang merupakan lokasi bekas pertambangan di Sawahlunto, Sumatera Barat, mendapat pengakuan sebagai warisan dunia kategori budaya oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB atau UNESCO. Pengakuan ini sangat penting sebab akan mudah untuk menjual dan memasarkan Ombilin di Sawahlunto sebagai destinasi wisata.

Diluar itu, selain Indonesia sudah memiliki empat warisan dunia kategori budaya, yaitu Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran (1996), dan sistem Subak di Bali (2012).

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memberikan apresiasi dengan terpilihnya Ombilin di Sawahlunto sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO. Status itu sangat penting, sebab akan mempermudah menarik investor, juga menarik wisatawan datang. Menpar dalam framework pengembangan destinasi akan selalu menggunakan konsep 3A, (Atraksi, Akses, dan Amenitas). Dan jika ingin menjadi pemain global maka harus menggunakan global standar.

Ombilin Sawahlunto Komblkpar

Ombilin Sawahlunto (Komblkpar)

Standar global yang dimaksud adalah dengan membangun bandara internasional di banyak tempat. Sementara dari sisi amenitas, ditandai dengan makin banyak dikembangkan hotel-hotel bintang 5 yang berkelas dunia di berbagai destinasi.

“Ketiga adalah atraksi yang juga harus berkelas dunia. Di banyak tempat di dunia, UGG itu selalu memberi dampak yang signifikan terhadap wisatawan. Brandingnya langsung mendunia karena diakui oleh UNESCO, lembaga dunia,” ungkap Menpar.

Dalam kategori lainnya, Indonesia sudah punya empat warisan dunia dalam kategori budaya, yaitu Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran (1996), dan sistem Subak di Bali (2012)./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Monday, 08 July 2019 23:14