Kemenpar dan SMF Kembangkan Skema Pembiayaan Pengembangan Homestay dan Desa Wisata

By Rachmat Basuki July 11, 2019 168
Kemenpar dan SMF Kembangkan Skema Pembiayaan Pengembangan Homestay dan Desa Wisata SMF berkoordinasi dengan Kemenpar melalui Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata (Ist)

Kementerian Pariwisata menggandeng perusahaan pembiayaan PT. Sarana Multigriya Financial (SMF) untuk bekerja sama mengembangkan skema pembiayaan bagi pengembangan homestay dan desa wisata di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak ditandatangani oleh Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Henky Manurung dan Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF, Trisnadi Yulrisman di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada 2005 di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan. SMF memiliki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan.

Dalam keterangannya, Henky Manurung menjelaskan dalam kerja sama ini SMF berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay kepada masyarakat di desa atau lokasi wisata melalui Lembaga Penyalur dan Pemberdayaan Lembaga Penyalur pada area DPP.

SMF sendiri berkoordinasi dengan Kemenpar melalui Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata, melakukan pendampingan kepada Lembaga Penyalur dalam rangka ‘capacity building’ dan peningkatan peran serta masyarakat setempat,.

Hengky menjelaskan poin kerja sama dengan PT. SMF melingkupi lima hal. Yang pertama terkait fasilitas dan koordinasi terkait dengan kebijakan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan Pondok Wisata (Homestay) di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

02 Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Kemenpar SMF IstPenandatangan Perjanjian Kerja Sama Kemenpar SMF (Ist)

Kedua yakni pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan, ketiga terkait pembiayaan homestay, keempat pelaksanaan regulasi, profiling, promosi dan advokasi investasi, dan kelima monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan pembangunan homestay di 10 DPP yakni, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF, Trisnadi Yulrisman mengatakan program pembiayaan homestay diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membangun atau memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan. “Sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik, tercipta lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah homestay,” ujarnya.

Anneke Prasyanti, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemenpar menambahkan, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi terobosan bahwa alokasi pendanaan dapat mendukung Homestay Desa Wisata yang kriterianya sesuai dengan aset lokal dan arsitektur nusantara. Hanya saja sebelum diberikan bantuan, harus melalui proses verifikasi dan survei./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Friday, 12 July 2019 00:46