Mulai 2020, Presiden Ingin Danau Toba Dipromosikan Secara Masif

By Rachmat Basuki August 01, 2019 616
Mulai 2020, Presiden Ingin Danau Toba Dipromosikan Secara Masif Danau Toba (Komblikpar)

Seusai meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019), Kepala Negara mengatakan bahwa komitmen pemerintah untuk membenahi dan menata lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Juga persiapan infrastruktur dan produk-produk unggulan sektor pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara, dikembangkan sebagai faktor pendukung promosi tersebut.

“Setelah selesai, Insya Allah tahun depan kita promosikan, meskipun saat ini sudah kita promosikan. Namun tahun depan kita lakukan marketing secara besar-besaran,” kata Presiden Joko Widodo.

Kepala Negara besarta Ibu sudah tiga hari melakukan kunjungan kerja di Kawasan Danau Toba, meninjau sejumlah titik yang menjadi daya tarik di sektor pariwisata mulai dari Kabupaten Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir (Tobasa), hingga Humbang Hasundutan. Presiden pun berkomitmen untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dan menarik.

“Tadi pagi juga saya melihat desa adat (Huta Siallagan), desa ulos, semuanya juga akan direhab total. Pasarnya juga, mulai pasar suvenir (Pasar Onan Baru) kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan,” kata Presiden. Termasuk pengembangan infrastruktur pariwisata seperti Jetty, Dermaga, pelabuhan, hingga jembatan.

“Dua dermaga pelabuhan akan diselesaikan semua. Kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah. Dermaganya juga akan diselesaikan semua, setelah itu kita akan promosikan, akan marketing secara besar-besaran Danau Toba,” ujar Kepala Negara..

Presiden Joko Widodo tengah meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol Kabupaten Samosir KomblikparPresiden Joko Widodo tengah meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol, Kabupaten Samosir (Komblikpar)

Selain itu Presiden mengakui banyak produk atau potensi pariwisata yang bisa menarik wisatawan ke wilayah itu. Untuk itu peran pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah sangat diperlukan secara sinergi.

Sehingga pengembangan kawasan Danau Toba ini, diperlukan pembangunan dan penataan lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga akan menjadi prioritas dalam mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

Diluar itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menjelaskan program prioritas dalam pengembangan atraksi, akses dan amenitas (3A) di salah satu Danau vulkanik terbesar itu terus diperhatikan agar semakin mempermudah wisatawan mancanegara berkunjung. “Dalam framework pengembangan destinasi itu kita selalu menggunakan konsep 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan global standart,” kata Menpar

Presiden RI berada di The Kaldera KomblikparPresiden RI berada di The Kaldera (Komblikpar)

Terkait isu lingkungan di Danau Toba, Presiden menegaskan akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Salah satu persoalan yang ada di Danau Toba adalah pencemaran air dari pakan ikan akibat maraknya Keramba Jaring Apung (KJA). “Termasuk itu akan kita selesaikan. Sudah ada expert nya, khusus untuk urusan air yang gatal. Sudah ada. Kemudian yang kedua, masalah hutan akan kita ambil kemudian kita tanami lagi,” ujarnya.

Para ahli tersebut, lanjut Kepala Negara, nantinya akan melakukan kajian menyeluruh untuk mencari solusi atas persoalan lingkungan yang ada di kawasan Danau Toba. “Nanti dilihat. Ini expert-nya kalau sudah kajiannya komplet, tapi yang jelas itu akan dicarikan solusi. Syukur enggak ditutup. Kalau ditutup ya itu memang kalau enggak ada solusi. Dilihat perubahannya akhir tahun depan,” tutup Presiden./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Thursday, 01 August 2019 23:39