Dieng Culture Festival, Mampu Berikan Dampak Ekonomi Positif Bagi Masyarakat Dieng

By Ibonk August 05, 2019 635
Dieng Culture Festival, Mampu Berikan Dampak Ekonomi Positif Bagi Masyarakat Dieng Pelepasan ribuan lampion pada Dieng Culture Festival 2019 (Komblikpar)

Perjalanan event tahunan Dieng Culture Festival (DCF) sudah menyentuh penyelenggaraan ke sepuluh kalinya. Tepat diperhelatan Satu dasawarsa-nya kemarin, yang dihelat dari tanggal 2 – 4 Agustus 2019 masih mampu menjadi magnet bagi wisman ataupun wisnus untuk hadir dan menyaksikan. Tak hanya itu, DCF pun terbukti efektif menjadi media untuk mempromosikan wilayah Dieng Kulon, Jawa Tengah.

Seperti yang sudah dijadwalkan, DCF mampu dengan sempurna menyuguhkan beberapa atraksi seperti Senandung Atas Awan yang menampilkan Gugun Blues Shelter, Pusakata, Djaduk Ferianto, dan Isyana Sarasvati. Ada pula Festival Domba Batur, Java Coffee Festival, Sendra Tari Tradisional, Pemotongan Rambut Gimbal, dan yang paling ditunggu adalah pelepasan lampion yang menjadi bagian dari Sky Lantern Festival.

Dalam penuturannya, Esthy Reko Astuty selaku Ketua Tim Pelaksana Calender of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan, gelaran DCF ini memang sangat konsisten dan menjadi agenda wajib bagi wisatawan khususnya generasi milenial untuk menyaksikan event yang berada di ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut itu.

“DCF ini menjadi sarana agar masyarakat turut merasakan dampak pariwisata juga. Semua diajak untuk menyukseskan DCF 2019 dan semua diajak untuk sadar pariwisata,” kata Esthy.

Dieng Culture Festival 2019 KomblikparDieng Culture Festival 2019 (Komblikpar)

Alif Fauzi, Ketua Panitia Dieng Culture Festival di Dieng Kulon, Banjarnegara, Sabtu (03/08/2019), mengatakan, event DCF juga dinilai mampu membawa dampak ekonomi dari sisi pariwisata bagi masyarakat Dieng Kulon di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ini dibuktikan dengan penuhnya okupansi hotel dan ratusan homestay di kawasan Dieng selama penyelenggaraan event tersebut. Wisatawan bahkan telah memesan kamar sejak Januari 2019, jauh sebelum event ini diadakan. “Pada tahun 2018, kami telah memperkirakan dengan Pemerintah Provinsi, Selama perhelatan DCF terhitung ada Rp58 miliar. Jumlah itu, sama dengan jumlah penjualan hasil panen kentang selama sata tahun,” katanya.

Aktivitas menyalakan lampion hingga menerbangkannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke DCF. Namun informasi dari akun instagram resmi DCF @festivaldieng, Pelepasan Lampion kali ini menjadi yang terakhir setelah satu dekade DCF berlangsung.

“Terima kasih Indonesia, ini adalah tahun terakhir Dieng Culture Festival dengan lampion, tahun depan kita tidak akan menggunakan lampion lagi. Terima kasih yang telah mendukung kami kalian yang terbaik sampai jumpa di jazzatasawan 2020,” tulis @festivaldieng di halaman instastory nya. It's a sad story isn't it?/ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Monday, 05 August 2019 11:31