Tampilkan Daya Tarik Wisata Maluku Utara dalam Festival Morotai

By Ibonk August 07, 2019 257
Tampilkan Daya Tarik Wisata Maluku Utara dalam Festival Morotai Festival Morotai (Komblikpar)

Festival Morotai berupaya menampilkan daya tarik wisata di Maluku Utara dan sekitarnya sebagai destinasi wisata yang mampu menghadirkan ikon monumental Perang Dunia II. Perlu diketahui bahwa pulau Morotai merupakan satu museum besar Perang Dunia II. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Morotai di Maluku Utara, Rabu (7/8/2019), Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan Festival Morotai yang tahun ini menghadirkan acara puncak bertajuk Land Of Stories menjadi atraksi wisata tersendiri yang bisa menarik wisatawan. "Saya sampaikan kepada Bupati untuk membuat ikon-ikon Perang Dunia II di Morotai," kata Menpar pada sambutannya di Acara Puncak Festival Morotai.

Satu hari sebelumnya, Menpar mengunjungi beberapa lokasi wisata di Morotai. Salah satunya yakni Museum Perang Dunia II dan Trikora. Menurutnya, museum tersebut sangat menarik karena menyimpan sejarah pada masa Perang Dunia II serta masa pembebasan Irian Barat.

Menpar pun melihat antusiasme masyarakat dalam Festival Morotai yang masuk dalam Calender Of Event tahun 2020. “Dari Maluku Utara ada dua festival yang masuk dalam CoE 2019 yakni Festival Morotai dan Festival Jailolo," lanjut Menpar.

Rangkaian acara Festival Morotai 2019 sendiri diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Rabu (7/8/2019).

Salah satu tarian yang dipersembahkan di Festival Morotai KomblikparSalah satu tarian yang dipersembahkan di Festival Morotai (Komblikpar)

Di sisi lain, sebagai faktor pendukung, Maluku Utara memiliki indeks kebahagiaan tertinggi di tingkat nasional. Diikuti oleh Sulawesi Utara dan Maluku sebagai peringkat kedua dan ketiga. Menpar berpendapat, ketiga daerah ini memiliki ciri khas yang hampir sama yakni masyarakatnya menyukai seni seperti tarian dan nyanyian.

"Saran saya harus lebih banyak atraksi di Maluku Utara, khususnya Morotai. Tahun ini tercatat ada 20 event, maka tahun depan diusulkan ada 40 event. Artinya, tiap akhir pekan ada event. Semakin banyak event, maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga pendapatan perkapita juga naik," kata Menpar.

Festival Morotai merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Menpar Arief Yahya KomblikparMenpar Arief Yahya (Komblikpar)

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan terima kasih pada Kementerian Pariwisata yang menetapkan Festival Morotai masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata. Dalam festival ini ditampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Morotai mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama para penampil Bambu Tada yang telah berlatih keras demi mempersiapkan tampilan terbaik untuk memecahkan rekor MURI. "Masyarakat Morotai memiliki optimisme serta mau bekerja keras untuk memajukan Morotai. Kami sangat mengapresiasi semangat ini" lanjut Benny Laos./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Wednesday, 07 August 2019 23:42