Menpar Minta Infrastruktur Pariwisata di KEK Likupang Segera Dibangun

By Rachmat Basuki August 09, 2019 59
Menpar Minta Infrastruktur Pariwisata di KEK Likupang Segera Dibangun Menpar sebutkan pembangunan pendukung infrastruktur Pariwisata di KEK Likupang jadi hal wajib (Komblikpar)

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyebutkan kelengkapan infrastruktur dan utilitas dasar menjadi kunci bagi cepat rampungnya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang Sulut Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Penetapan KEK Likupang di Tanjung Pulisan Resort, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Jumat (09/08/2019).

Menpar pun meminta untuk disediakannya infrastruktur pendukung pariwisata diantaranya penambahan 8 selfie spot baru pada 2019, dilaksanakannya event mingguan dari Agustus hingga Desember 2019, penyediaan sumber daya air, pembangunan TPA sampah regional Mamitamarang (Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kota Bitung), pembangunan perumahan swadaya masyarakat, serta peningkatan kualitas aksesibilitas darat.

“Presiden telah menetapkan KEK Likupang sebagai destinasi super prioritas selain Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, dan Mandalika. Karena itu banyak hal yang harus dipenuhi termasuk infrastruktur dan utilitas dasar yang wajib ada pada 2020,” ujar Menpar

Adapun infrastruktur yang dimaksud meliputi pelebaran jalan tol, perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi, penambahan hotel, serta peningkatan jalan nasional non-tol di Sulawesi Utara. Sementara utilitas dasar yang wajib ada, terkait dengan penyediaan listrik, penyediaan air bersih, dan telekomunikasi.

Menpar dan rombongan saat mengunjungi KEK Likupang Minahasa KomblikparMenpar dan rombongan saat mengunjungi KEK Likupang, Minahasa (Komblikpar)

Progress pengembangan KEK Likupang yang cepat sejak kick-off pengusulannya pada 27 Maret 2019 di Manado mendapatkan apresiasi dari Menteri Pariwisata. “Progress pembangunan KEK Likupang jauh lebih tinggi dibandingkan pembangunan destinasi prioritas lainnya, yang mencapai 171,4 persen,” ungkap Menpar.

Pembentukan KEK bukan hanya membantu memberdayakan masyarakat sekitar tapi juga mengatasi birokrasi yang berbelit-belit (deregulasi). “Sebelum membangun KEK Likupang, ingat untuk membangun masyarakatnya terlebih dulu. Berdayakan masyarakat sekitar. Lalu, bila ingin pembangunan cepat lakukan deregulasi melalui KEK. KEK dengan sistem satu pintu memotong regulasi yang berbelit-belit sehingga dapat mempercepat proses,” jelas Menpar.

Mengapresiasi keputusan tersebut, Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Penambunan mengatakan penetapan KEK Likupang sebagai destinasi super prioritas tidak hanya memperkuat sektor pariwisata tapi juga memperluas lapangan kerja.

Namun untuk pengembangan KEK tersebut, Vonnie mengharapkan sejumlah bantuan dari Kementerian Pariwisata. “Dalam pengembangan KEK Likupang, kami memohon bantuan Kemenpar untuk mewujudkan pembangunan angkutan wisata laut, sertifikasi SDM, Bimbingan Teknis, dan dukungan Festival likupang 2020. Mudah-mudahan destinasi ini mengangkat KEK Likupang menjadi destinasi yang berkelanjutan” harapnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Saturday, 10 August 2019 08:44