Pegunungan Meratus Kalsel Didorong Jadi Bagian Geopark Internasional UNESCO

By Ibonk August 12, 2019 215
Pegunungan Meratus Kalsel Didorong Jadi Bagian Geopark Internasional UNESCO Penyambutan Menpar Arief Yahya saat kunjungan kerja ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Komblikpar)

Menpar Arief Yahya saat kunjungan kerja ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Senin (12/8/2019) mengatakan Pegunungan Meratus akan melengkapi Kalsel sehingga memiliki semakin banyak produk wisata yang bisa dipromosikan bahkan hingga ke ranah global. Hal tersebut disampaikannya terhubung dengan keinginannya agar Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan ini menjadi bagian dari Geopark Internasional UNESCO.

"Kalsel punya banyak potensi wisata, seperti Sungai Barito, Bekantan, budaya dan kuliner yang bagus. Pilihlah satu yang diunggulkan. Sementara kami sepakat ingin mengunggulkan wisata Pegunungan Meratus," ujar Menpar.

Senada dengan yang disampaikan Menpar, Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor menyatakan bahwa Pegunungan Meratus sudah sampai pada tahapan Geopark Nasional. "Kami ingin meningkatkan status Pegunungan Meratus ke tahap internasional. Karenanya kami berharap mendapat dukungan dari Menpar," papar Sahbirin Noor.

Menpar menyatakan langkah pemerintah Kalsel mendaftarkan Pengunungan Meratus sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) tentu akan mendapat dukungan penuh dari Kemenpar. "Saya merasa suatu objek wisata bisa mencapai kelas dunia jika kita memilih dengan tepat. Saya pernah tinggal di sini dan jatuh cinta dengan Pegunungan Meratus. Ketika melakukan perjalanan melalui jalur darat, saya sering berhenti di Meratus untuk menikmati suasana," ungkap Menpar.

Pasar terapung tradisional Lok Baintan KomblikparPasar terapung tradisional Lok Baintan (Komblikpar)

Dalam memperkuat komitmen tersebut, Menpar menyatakan akan mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai pembangunan pariwisata Kalsel pada Selasa, 13 Agustus 2019. "Agar Kalsel jadi destinasi wisata dunia, tahun depan kita meluncurkan Visit Kalsel 2020, dan Kemenpar akan membantu dalam hal pemasaran, pengembangan destinasi, dan penyiapan SDM," ungkap Menpar.

Sebelumnya, ketika mengunjungi pasar terapung tradisional Lok Baintan yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar, Menpar juga mengusulkan untuk diadakannya atraksi pada hari-hari libur untuk menarik minat wisatawan. Seperti pada setiap hari libur seperti Sabtu dan Minggu bisa diadakan atraksi di pasar terapung yang terkenal ini.

Selain mengunjungi pasar terapung, Menpar juga melakukan aksi simbolis menaman pohon di Komplek Perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan yang juga sekaligus berfungsi sebagai Miniatur Hutan Hujan Tropis (MH2T). Ini sebagai bentuk dukungan Menpar terhadap pelestarian lingkungan. Kunjungan Menpar dilanjutkan ke Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan Martapura (PIPPI) Kalimantan Selatan, Komplek Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS), dan Kawasan Ekowisata Tahura Sultan Adam./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Tuesday, 13 August 2019 06:53