Permudah Promosi Pariwisata, Kalsel Harus Tetapkan Wisata Unggulan

By Ismed Nompo August 13, 2019 82
Permudah Promosi Pariwisata, Kalsel Harus Tetapkan Wisata Unggulan Menpar Arief Yahya Minta Provinsi Kalsel segera tetapkan wisata unggulan untuk mempermudah upaya promosi (Komblikpar)

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta untuk segera menetapkan ikon destinasi wisata unggulan untuk mempermudah upaya promosi sehingga lebih dikenal wisatawan. Hal tersebut disampaikan oleh Menpar, Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke daerah tersebut yang dinilainya memiliki banyak potensi wisata yang bisa mencapai taraf kelas dunia.

"Kalsel jika ingin menjadi destinasi wisata dunia harus menentukan destinasi unggulan yang tepat," ujar Menpar saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Kalimantan Selatan bertema Arah dan Kebijakan Pengembangan Pariwisata dalam Menyambut Visit Kalsel 2020 yang berlangsung di Hotel Best Western Banjarmasin pada Selasa (13/8/2019).

Menurut Menpar, ada beberapa Top Destinasi Kalsel yang bisa dipromosikan menjadi wisata kelas dunia yaitu Geopark Meratus, kawasan Loksado, Pasar Terapung Lok Baintan, dan Susur Sungai Banjarmasin. Di antara destinasi-destinasi tersebut, Menpar menjagokan Pegunungan Meratus sebagai destinasi unggulan. "Kalau yang dipilih adalah Pegunungan Meratus kita akan berjuang bersama mendapat UNESCO Global Geopark (UGG)," tegas Menpar.

Geopark Meratus sudah ditetapkan menjadi Geopark Nasional pada 30 November 2018 dan sedang diusahakan mendapat pengakuan dunia melalui pendaftaran UGG.

Menpar menjagokan Pegunungan Meratus sebagai destinasi unggulan KomblikparMenpar jagokan Pegunungan Meratus sebagai destinasi unggulan di Kalsel (Komblikpar)

Namun, ia menyatakan apapun keputusannya, destinasi wisata unggulan pilihan Kalsel akan mendapat dukungan penuh dari Kemenpar. Dalam pengembangan pariwisata Kalsel, Menpar meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperhatikan tiga hal, yakni Atraksi, Akses, dan Amenitas.

Sementara Deputi Bidang pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman melaporkan pada 2018 telah terlaksana 34 Festival di Kalimantan Selatan dengan 2 Festival unggulan yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kemenpar yaitu Festival Budaya Wisata Pasar Terapung dan Festival Wisata Loksado.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan. Ia menyatakan bahwa pembenahan sarana dan prasarana terus berjalan khususnya dalam menyambut program Visit Kalsel 2020. “Pembenahan pariwisata Kalsel terutama dari aspek destinasi, akses, dan amenitas sampai menjadi produk pariwisata layak jual memerlukan dana yang besar, sehingga perlu ada sinergitas antar Lintas Sektor,” ujar Rudy Resnawan.

Menpar menambahkan bahwa konsep paling cocok atau solusi terbaik untuk Kalsel adalah Pengembangan Nomadic Tourism, bisa berbentuk karavan dan area glamping. Hal tersebut dikarenakan Kalsel punya banyak destinasi wisata alam.

Pada 2017 silam jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Kalsel tercatat sebanyak 3 juta orang dan wisatawan mancanegara 14 ribu orang dengan target pertumbuhan tahun 2018 sebesar 10 persen untuk wisman dan 20 persen untuk wisnus./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Wednesday, 14 August 2019 06:23