Sambil Menantikan Turunnya Keppres Hari Tenun dan Songket, Anna Mariana Gelar PPTSI 2019

By Ibonk November 05, 2019 99
Sambil Menantikan Turunnya Keppres Hari Tenun dan Songket, Anna Mariana Gelar PPTSI 2019 Para pihak yang terlibat dalam Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2019 (DSP)

Kerajinan seni kain tenun dan songket merupakan kekayaan warisan budaya Indonesia yang harus terus digali, dilestarikan sekaligus dikembangkan. Beragam cara yang bisa dilakukan untuk merealisasikannya, terutama terhadap milenial, dan salah satunya melalui ajanang Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia (PPTSI) 2019. Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara (CBKN) dan Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia (KTTI) ini sendiri ingin mewujudkan pelestarian dan penyelamatan budaya terutama tenun dan songket di kalangan generasi muda.

Ajang yang juga merupakan kolaborasi Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) ini dikemas berbeda dengan beauty pegeant pada umumnya. Penyelenggara akan memberikan kesan unik dengan menghadirkan serangkaian acara, seperti pemeran tenun pusaka keraton milik raja-raja dan keraton nusantara.

Untuk memperluas informasi mengenai ajang PPTSI ini, pihak penyelenggara merasa perlu bertatap muka dengan sejumlah awak media di Butik House of Marsya di bilangan Pondok Indah, Jakarta yang diikuti juga oleh Anna Mariana, Kris Budiharjo (Ketua Umum RKIH), Teuku Rafli (Ketua FSKN), Rd.H. Rasich Hanif R (Sekjen FSKN), (Ketua Pelaksana PPTSI), Linda Kartika Dewi (Ketua Bidang Sponsorship PPTSI), Beki Mardani (Ketua LKB, Ketua Juri), Imron Hasbullah (Sekjen LKB, Wakil Ketua Juri) serta Tengku Rio (Ketua KTTI, Wakil Ketua PPTSI). 

Dalam penjelasannya mengenai latarbelakang penyelenggaraan kontes ini, Ketua Umum & Penanggung Jawab Acara PPTSI 2019, Anna Mariana mengatakan digelarnya PPPT 2019 terkait dengan perjuangan Hari Tenun dan Songket Nasional. Sebagaimana lahirnya Hari Batik Nasional, Hari Tenun dan Songket menjadi penyelamatan dan perlindungan aset budaya, serta menumbuhkan minat generasi muda mencintai budaya.

Anna Mariana tengah memberikan paparannya terhadap latarbelakang diselenggarakannya PPTSI 2019 DSPAnna Mariana tengah memberikan paparannya terhadap latarbelakang diselenggarakannya PPTSI 2019 (DSP)

"Bagi kami kegiatan ini sebagai cara untuk meningkatkan minat generasi muda mencintai budaya. Lewat ajang ini nantinya seluruh peserta akan mewakili daerah yang mempunyai tenun dan songket masing-masing yang nantinya bisa mempromosikan tenun khas daerah masing-masing ke tingkat nasional maupun mancanegara," terang Anna.

Menurut Anna, ajang ini merupakan kolaborasi Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang bakal menghadirkan serangkaian acara, seperti pemeran tenun pusaka keraton milik raja-raja dan keraton nusantara.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana PPTSI 2019, Tjokorda Agung Panji Indra mengatakan bahwa PPTSI 2019 ini sangat unik. Selain berpenampilan menarik dan berkepribadian baik, pasangan peserta akan dinilai pengetahuan mereka tentang pariwisata, budaya juga sejarah kekayaan songket dan tenun dari daerah masing-masing.

Dewan juri yang akan menilai para peserta terdiri dari pakar kepribadian, pakar marketing, budayawan, pakar kain, tokoh media, tokoh fashion, dan tokoh dari dunia hiburan.

Tenun Songket karya Anna Mariana DSPTenun & Songket karya Anna Mariana (DSP)

Sedangkan para peserta diwajibkan membuat video berdurasi 1 menit yang diunggah di akun Instagram masing-masing dan melampirkan tulisan sepanjang lima paragraf dengan tema Melestarikan Kain Tenun dan Songket untuk Menjaga Budaya Bangsa di Era Industri 4.0.

Sementara itu, grand final PPTSI 2019 akan diselenggarakan di Bali pada Desember mendatang. Rencananya Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana akan menghadiri serta menyerahkan trofi untuk pemenang. Selain itu, juga akan meresmikan Penetapatan Keputusan Presiden tentang 7 September sebagai Hari Tenun dan Songket Nasional.

“Intinya kita kawal terus suratnya semoga cepat menjadi Keppres tentang Hari Tenun dan Songket yang sedianya jatuh pada setiap 7 September. Sejauh ini yang kita tahu sudah berada di meja Presiden Jokowi, semoga saja bisa terealisai Keppresnya,” harap Anna Mariana./ JOURNEY OF INDONESIA

Last modified on Wednesday, 06 November 2019 21:02