Siapa yang tidak kenal Candi Borobudur? Sebagai salah satu warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO, Candi Borobudur mendapat tempat spesial untuk menjadi destinasi wisata andalan di Jawa Tengah.

Tidak hanya tentang megahnya struktur candi dengan relief yang mengagumkan, di kawasan Candi Borobudur juga punya atraksi yang tidak kalah menarik yakni desa wisata.

Desa-desa wisata sekitar Candi Borobudur pun sudah ada yang tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan, serta memiliki sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability). Sertifikasi ini diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Di akhir April silam, oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno disebutkan bahwa desa wisata dikawasan Borobudur ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf di tengah pandemi. Dengan mengantongi sertifikasi desa wisata berkelanjutan dan sertifikasi CHSE ini, pengunjung pun akan merasa lebih aman dan nyaman selama berwisata. Jadi, kalau ke Candi Borobudur, jangan lewatkan desa wisata berikut ini:

Desa Wisata Candirejo IstDesa Wisata Candirejo (Ist)

Desa Wisata Candirejo
Desa Wisata Candirejo terletak di Sangen, Candirejo, Borobudur, Magelang. Di desa ini, kamu bisa menikmati suasana khas desa dengan tradisi jawa yang kental. Aktivitas di desa wisata ini terdiri dari 3 macam, yaitu wisata budaya, agrowisata, dan wisata alam.

Ada beragam situs bersejarah di Desa Wisata Candirejo seperti Toyo Asin, Watu Tumbak, Watu Kendil, Tempuran Kali Progo, dan Pabelan. Kamu pun bisa berkeliling desa dengan jalan kaki, menyewa sepeda onthel atau naik delman.

Desa Wisata Karangrejo
Desa Wisata Karangrejo selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi menikmati momen matahari terbit berkat keberadaan Punthuk Setumbu. Dari Punthuk Setumbu ini kamu dapat melihat Candi Borobudur dari kejauhan sekaligus megahnya Gunung Merapi.

Tak cuma itu saja, Desa Wisata Karangrejo juga melengkapi atraksinya dengan beberapa paket wisata unik seperti bercocok tanam di sawah, hingga menyusuri desa menggunakan kendaraan khas yaitu andong dan sepeda onthel.

Selama beraktivitas di desa wisata, tetaplah disiplin menjaga protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf Indonesia, follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook : @pesonaid_travel atau kunjungi website www.indonesia.travel./ JOURNEY OF INDONESIA

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur diarahkan menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Hal tersebut dikatakan Menparekraf usai mengikuti "Rakor dan Peninjauan Lapangan terkait Pengembangan DPSP Borobudur" bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Jumat (12/3/2021).

"Borobudur adalah satu dari lima destinasi super prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah. Kami akan all out untuk mendukung rencana Borobudur ini menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Menparekraf.

Kemenparekraf/Baparekraf akan menyiapkan atraksi-atraksi, termasuk calendar of events sesuai dengan kebijakan yang akan memperhatikan keutuhan dan kelestarian Candi Borobudur yang akan  memperkuat nilai budaya dan historis dari Candi Borobudur.

"Kita juga akan memastikan bahwa desa-desa wisata yang ada di sekeliling Borobudur ini bisa ikut meningkat dari segi kesejahteraan masyarakat. Jadi ini yang akan menjadi tugas kami di Kemenparekraf," tambahnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Hari Santosa Sungkari, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian

Sesuai RPJMN 2020-2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas, termasuk DPSP Borobudur dan akan diperluas. "Kita harapkan desa wisata ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan tentunya, pengembangan desa wisata menekankan aspek berkelanjutan,” jelas Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf dan rombongan tengah meninjau pengembangan DPSP Borobudur KomblikparekrafMenparekraf dan rombongan tengah meninjau pengembangan DPSP Borobudur (Komblikparekraf)

Dalam kesempatan yang sama Kemenko Marves, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan akan memastikan agar dampak pelestarian Candi Borobudur berkelanjutan, juga akan melibatkan masyarakat secara aktif. Salah satunya peran mahasiswa, untuk memperdalam studi kawasan Borobudur sehingga tumbuh sense of belonging terhadap kawasan ini. "Dengan demikian, akan tumbuh rasa bertanggung jawab untuk merawat dan melestarikan peninggalan ini hingga ke generasi mendatang,” lanjutnya.

Luhut melanjutkan bahwa melalui kunjungan tersebut, pemerintah akan menyiapkan kawasan Candi Borobudur menjadi laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengemukakan Candi Borobudur menyandang beberapa status, yaitu Warisan Dunia, Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional, Kawasan Strategis Nasional, Obyek Vital Nasional, dan terakhir sebagai salah satu DPSP. Karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengedepankan pembenahan keseluruhan tata kelola dari perlindungan sampai pemanfaatan untuk memaksimalkan potensi kawasan ini.

“Pengembangan atraksi-atraksi penunjang pada sejumlah titik di sekitar Kompleks Candi Borobudur sejatinya bertujuan untuk menyebar kunjungan wisata, sehingga mengurangi beban pada Candi Borobudur itu sendiri. Hal ini harus selaras dengan semangat melindungi lansekap budaya Kompleks Candi Borobudur,” kata Mendikbud.

Dalam peninjauan lapangan, rombongan mengunjungi beberapa titik pembangunan yang terdiri atas Lahan Otorita Borobudur, Lapangan Samigaluh, Kampung Seni Borobudur atau Lapangan Kujon, Kembanglimus Community Center, Gerbang Palbapang, Manohara Study Center, dan Concourse Candi Borobudur./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kepala Baparekraf) Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf)/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Waka Baparekraf) Angela Tanoesoedibjo, bersama jajarannya mengunjungi Destinasi Super Prioritas Borobudur dan sekitarnya pada Kamis (19/12/2019). Kunjungan diawali ke Desa Wisata Nglinggo di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Di sana mereka menikmati panorama kebun teh dan berbincang dengan para pelaku ekonomi kreatif, seperti produsen batik dan UKM. Menparekraf Wishnutama menekankan soal pentingnya pengemasan produk kepada para pelaku UKM. "Packaging nanti kami bantu. Karena bukan hanya kualitas, tapi ‘look’ juga harus diperhatikan," katanya sembari mencoba Kopi Moka Menoreh.

Menparekraf Wishnutama juga menyinggung soal sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, terdapat 16 subsektor ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di suatu desa wisata dan menjadi nilai tambah untuk pengunjung.

"Di mana ada destinasi wisata, di situ ada ‘local wisdom’. Di situlah berkembang ekonomi kreatif seperti kuliner, suvenir sampai fotografi yang akan menyejahterakan masyarakat," terangnya.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke DeLoano Glamping. Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo berdiskusi dengan tim Badan Otorita Borobudur (BOB), Bupati Kulon Progo Sutedjo, dan beberapa tim dari dinas pariwisata di Jawa Tengah.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio dan Wamenparekraf ngela Tanoesoedibjo saat mengunjungi Destinasi Super Prioritas Borobudur dan sekitarnya IstMenparekraf Wishnutama Kusubandio dan Wamenparekraf ngela Tanoesoedibjo saat mengunjungi Destinasi Super Prioritas Borobudur dan sekitarnya (Ist)

"Ada beberapa tantangan dan kita butuh dari beberapa kementerian terkait seperti penyelesaian status HPL 50 hektare pada KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), kerja sama BOB-Perhutani 259 hektare dengan Kementerian BUMN, penyediaan infrastruktur dasar dengan Kementerian PUPR, penerbangan langsung internasional dengan Kemenhub, serta product travel pattern dan standarisasi usaha dan SDM pariwisata dengan Kemenparekraf," kata Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita.

Indah Juanita pun menampilkan masterplan Destinasi Prioritas Borobudur, berupa villa dan berbagai fasilitas penunjang pariwisata seperti restoran dan lainnya. Tentu, pembangunan-pembangunan tersebut selaras dengan alam.

"Pasti kita bantu menyampaikan kepada kementerian terkait. Saya juga akan bertemu dengan petinggi-petinggi maskapai asing yang juga akan meminta mereka untuk membuka penerbangan ke Yogyakarta International Airport (YIA)," tegas Menparekraf Wishnutama.

Terakhir, Menparekraf Wishnutama ingin agar perkembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur punya nilai keunikan tersendiri. Yang mana, hal tersebut akan membuat Borobudur semakin mudah dipromosikan kepada wisatawan Nusantara dan mancanegara./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta mengatakan bahwa Presiden menginginkan wisatawan yang berkunjung ke destinasi nantinya dapat terkesan kemudian menyampaikan kesan baik ini kepada banyak orang, atau yang disebut sebagai Storynomics Tourism.

“Formula ini merupakan sebuah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan living culture serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi,” kata Luhut.

Hal ini memicu pemerintah untuk menjadikan Storynomics Tourism sebagai strategi pengembangan pariwisata Indonesia andalan, khususnya di lima kawasan wisata destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Irfan Wahid telah ditunjuk sebagai koordinator yang akan memimpin program quick win pengembangan potensi destinasi wisata ini.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian/ lembaga terkait, pemda sekitar kawasan destinasi super prioritas, serta peran komunitas lokal dalam hal ini BUMDes dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola destinasi wisata.

Labuan Bajo IstLabuan Bajo (Ist)

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, penetapan strategi storynomics tourism berlandaskan pada kekayaan budaya Indonesia. Sehingga nantinya promosi kawasan wisata akan dilakukan dengan narasi story telling serta dikemas dalam konten menarik yang terkait dengan budaya setempat.

Awareness berkaitan dengan marketing, sedangkan experience berkaitan dengan faktor aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A) yang melekat ke setiap destinasi-destinasi wisata. Kedua hal tersebut harus menjadi satu kesatuan yang padu,” katanya.

Sementara Irfan Wahid menambahkan, dalam program ini nantinya juga akan membuka peluang Public Private Partnership (PPP) dalam membangun pusat-pusat hiburan seperti theme park yang akan menyerap banyak wisatawan.

Dengan peluang PPP, narasi dan pengembangan pariwisata bakal bisa diakselerasi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia memberi contoh di kawasan Danau Toba.

"Setelah mencoba melakukan pemetaan masalah dan potensi destinasi wisata, kami menemukan fakta bahwa Toba sangat kaya akan destinasi-destinasi keren. Mulai dari kekayaan budaya, sejarah, sampai alamnya sungguh membuat tempat ini cocok untuk menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas," tutup Irfan./ JOURNEY OF INDONESIA

Joglosemar dengan ikon Borobudur yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai satu dari 10 Destinasi Prioritas terus melengkapi ekosistem pariwisatanya. Salah satunya adalah, memperkuat sisi amenitas, dari tiga kunci pengembangan destinasi, Atraksi, Akses dan Amenitas. Inilah yang dicatat dan dilaporkan PIC Borobudur, Larasati Sedyaningsih di Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas Kemenpar itu.

Menpar Arief Yahya yang sering menyebut Borobudur sebagai Mahakarya Budaya Dunia itu, memang sedang bergairah untuk merealisasi konsep pengembangannya. "Saya tidak akan menyentuh Zone-1-2-3 yang ada saat ini. Kami akan berangkat dari lokasi yang berjarak sekiar 10 km dari Borobudur. Juga simpul-simpul daerah lain yang sudah siap," kata Arief Yahya di Jakarta.
Borobudur adalah ikon, untuk mengangkat destinasi di Joglosemar, atau segitiga emas Jogja-Solo-Semarang. Termasuk Dieng, Sangiran, Gunung Kidul, sampai ke jauh Karimunjawa. Tiga bandara yang sudah ada, Ahmad Yani Semarang, Adi Sucipto Jogjakarta dan Adi Sumarmo Solo bisa bersinergi, karena ketiganya sudah berstatus internasional. Kelak, begitu bandara baru di Jogja selesai, maka akses menuju ke Joglosemar akan semakin lancar.

Karena itu, atraksi yang ada akan terus dieksplorasi untuk dikembangkan. Menurut Larasati Sedyaningsih yang didampingi Ketua Pokja 10 Top Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudy Thaib, ada beberapa atraksi yang berpotensi dan berkembang. Seperti Desa Wisata Candirejo.
"Ini adalah salah satu desa wisata di sekitaran Borobudur. Konsep pengembangan adalah kepariwisataan berbasis masyarakat. Wisata alam, wisata agro, seni dan budaya, wisata pendidikan dan homestay merupakan daya tarik desa Candirejo. Di desa ini terdapat danau purba yang konon dulu mengelilingi Candi Borobudur sebelum letusan G. Merapi di tahun 1006. Di desa ini wisatawan dapat menaiki andong memutari desa," kata Larasati.

Di Kota Semarang, lanjut Larasati, akan menambah 4 desa wisata baru, disamping 3 desa yang sudah ditetapkan oleh SK Walikota. Desa yang sudah ditetapkan adalah Kandri dan Nongkosawit di Kecamatan Gunungpati, serta Wonolopo di Kecamatan Mijen. Yang akan ditetapkan adalah Tapak Tugurejo, Jatirejo dan Cepoko di Gunungpati serta Kedungpane dan Jatibarang di kec. Mijen.
"Potensi terbesar di desa wisata Tapak Tugurejo adalah destinasi mangrove. Hutan bakau yang melapisi pantai utara Semarang (Jawa) itu cukup lebat dan asyik dijadikan destinasi. Termasuk buat pendidikan anak-anak, dalam menjaga lingkungan dari aberasi laut, dan infiltrasi air laut yang menerobos masuk makin ke dalam, ketika tidak disaring oleh Mangrove tersebut," kata dia.

Soal Akses, menurut Laras, Bandara Kulon Progo sudah ada pembebasan lahan. Warga yang setuju sudah selesai dibayar. Yang sedang dilakukan konsinyasi adalah yang sengketa (7%), tanah Pakualaman (25%), dan tanah instansi (8%). "Untuk Jalan, tanggal 4 Januari 2017 lalu, tim BPIW sudah melakukan survei lintasan jalan kendaraan dari bandara baru menuju Borobudur. Saat ini sedang dibuat laporan hasil survey-nya," jelasnya./ JOURNEY OF INDONESIA