Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Kabinet Indonesia Maju, Wishnutama Kusubandio yang baru saja dilantik oleh Presiden Jokowi mengatakan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai core business bangsa Indonesia ke depan sehingga harus dikelola lebih kreatif agar menghasilkan devisa serta dikunjungi wisatawan berkualitas.

“Selain promosi dan infrastruktur, dibutuhkan kemampuan lebih kreatif untuk mengelola daya tarik wisata,” kata Wishnutama seusai acara serah terima jabatan (Sertijab) dari Menteri Pariwisata Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019 Arief Yahya kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024 Wishnutama Kusubandio.

Acara sertijab digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf), Rabu siang (23/10/2019). Menparekraf menyatakan, kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam mengelola produk ekonomi kreatif seperti film dan musik, tetapi juga pada pariwisata khususnya bagaimana membuat destinasi pariwisata memiliki daya tarik yang luar biasa.

“Alam Indonesia yang menarik itu sebagai anugerah Tuhan. Tinggal bagaimana kreativitas kita untuk menjadikan sebagai daya tarik yang luar biasa agar dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.

Ia memberikan beberapa contoh destinasi ternama dunia yang dikunjungi banyak wisatawan karena dikelola secara kreatif sehingga memiliki daya tarik yang luar biasa.

Arief Yahya dan penggantinya Menparekaf Kusubandio IstArief Yahya dan penggantinya Menparekaf Kusubandio (Ist)

Menparekraf mengambil contoh event karnaval bunga Pasadena. Karnaval bunga rose terbesar dunia yang diselenggarakan di Pasadena, Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) dalam menyambut pergantian tahun setiap 2 Januari tersebut memiliki daya tarik tinggi karena dikelola secara kreatif.

Festival itu antara lain ditayangkan di stasiun televisi lebih dari 220 negara dan menjadi andalan dalam mendatangkan wisatawan bagi AS “Kita memiliki banyak calender of event (CoE). Ke depan kita pilih dan fokus beberapa saja namun memiliki daya tarik yang luar biasa agar banyak mendatangkan wisatawan,” kata Wishnutama Kusubandio.

Menpar Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019 Arief Yahya menyatakan, bergabungnya pariwisata dan ekonomi kreatif sangat tepat karena keduanya merupakan core business bangsa Indonesia. “Presiden Jokowi sering menanyakan kepada saya DNA kita apa, saya menyebutkan ekonomi kreatif yaitu pariwisata dan industri kreatif,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya pada kesempatan itu menjelaskan, pemasaran pariwisata telah mencapai angka tertinggi dengan menghasilkan devisa pada 2018 sebesar 19,3 miliar dolar AS dan tahun ini diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS.

Foto bersamaFoto bersama (Ist)

Untuk pengembangan destinasi pariwisata, Indonesia fokus pada 5 destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang. “Presiden Jokowi menginstruksikan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar di 5 destinasi super prioritas tersebut harus selesai tahun depan 2020,” kata Arief Yahya.

Sementara itu untuk daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global (Travel & Tourism Competitiveness Index /TTCI) ditargetkan berada di ranking 30-an atau sama dengan pariwisata Malaysia. Posisi daya saing (TTCI) Indonesia saat ini berada di rangking 42 dari 136 negara atau naik 8 peringkat dari tahun sebelumnya.

Menpar Arief Yahya berharap sektor pariwisata bersama ekonomi kreatif dalam lima tahun ke depan lebih maju dengan menghasilkan devisa lebih besar. “Bila tahun ini pariwisata diproyeksikan akan menghasilkan devisa hingga 20 miliar dolar AS ke depan akan lebih besar lagi,” kata Arief Yahya.

Acara serah terima jabatan (Sertijab) dihadiri para pejabat eselon satu dan eselon dua di lingkungan Kemenpar serta para undangan antara lain dari kalangan asosiasi pariwisata. Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya menyempatkan diri berpamitan dengan para pegawai Kemenpar serta awak media./ JOURNEY OF INDONESIA

Salah satu mitra Co Branding Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Omega Hotel Management (OHM) menawarkan paket wisata menarik untuk berlibur diberbagai destinasi yang ada di Tanah Air melalui program bertema “Explore Wonderful Indonesia with Cordela Hotels”. Program tersebut merupakan bentuk kerja sama baru dalam kolaborasi industri perhotelan dengan Kementerian Pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Kamis (3/10/2019), sangat mengapresiasi pihak OHM yang ikut mempromosikan destinasi wisata. Untuk memajukan pariwisata tentu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemenpar. Perlu kolaborasi antar stakeholder (pentahelix) dalam semangat Indonesia Incorporated.

“Saya mengapresiasi kerja sama co-branding dengan seluruh mitra dalam sebuah kolaborasi yang baik dalam rangka mendukung program Kemenpar, untuk menggapai target 18,5 juta wisman di 2019,” kata Menpar Arief Yahya.

Ditempat terpisah, Presiden Director OHM Hanto Djoko Susanto menjelaskan bila tahun ini pihaknya, kembali melanjutkan kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin sejak 2017 sebagai official partner Wonderful Indonesia. Ia juga menyambut baik dapat melanjutkan kerja sama, bahkan menjadi hotel pertama yang bersama dengan Kemenpar dalam menciptakan program co-branding berbentuk paket hotel dan wisata menarik untuk wisatawan.

OHM tawarkan paket wisata menarik kolaborasi industri perhotelan dengan Kementerian Pariwisata IstOHM tawarkan paket wisata menarik kolaborasi industri perhotelan dengan Kementerian Pariwisata (Ist)

“Dengan tujuan mendukung program pemerintah, kami berharap program ini dapat menarik minat tamu-tamu hotel kami yang merupakan wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya turis asing yang menginginkan one stop service, mulai dari akomodasi hotel, transportasi, konsumsi, sekaligus paket wisata dengan tour guide ke destinasi wisata menarik di Indonesia yang sudah lengkap dalam satu paket,” katanya.

Ada lima unit hotel di bawah naungan OHM yang ikut serta dalam program ini, yaitu Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan, Jawa Barat, Grand Cordela Hotel Bandung, Cordela Hotel Kartika Dewi Malioboro Yogyakarta, Cordela Hotel Pangkalpinang, dan Cordela Hotel Senen Jakarta. Program “Explore Wonderful Indonesia with Cordela Hotels” yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan ini akan didorong dengan gencarnya promosi dari pihak hotel, serta dukungan dari Kementerian Pariwisata agar semakin diketahui oleh masyarakat luas.

“Paket hotel plus perjalanan wisata yang lengkap dan ekonomis, ditambah promosi secara digital dan nasional ini tentunya dimaksudkan dapat memberi peningkatan wisatawan yang signifikan di beberapa lokasi hotel yang berpartisipasi, yaitu di Kuningan, Jawa barat, Bandung, Yogyakarta, Pangkalpinang, dan Jakarta. Nantinya, para tamu hotel akan ditawarkan beberapa opsi tour yang menyesuaikan dengan tujuan wisata yang dipilih serta periode tour selama 3 hari 2 malam, ataupun 2 hari 1 malam,” katanya./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai penyelenggaraan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) memiliki media value yang tinggi sehingga dinilai efektif untuk mempromosikan kebijakan strategis Kementerian Pariwsata (Kemenpar) dan destinasi wisata di Tanah Air.

Menpar Arief saat acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Rabu (2/10/2019) mengatakan, APWI menjadi ajang dengan media value yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, pihaknya tak segan meningkatkan anggaran untuk hadiah yang diberikan, di mana pada 2017 hadiah yang diberikan Rp200 juta, pada 2018 naik menjadi Rp300 juta, dan 2019 meningkat signifikan menjadi Rp500 juta. “Hadiahnya relatif besar. Tapi Media Value APWI 2019 bisa mencapai Rp15 miliar. Jauh lebih tinggi dari anggaran yang kami berikan. Ilmunya media valuenya tinggi, dan eskposurenya besar sehingga sangat membantu promosi sesuai tema yang ditetapkan, dan tahun depan kami akan naikkan menjadi Rp1 miliar dengan tema Tourism 4.0,” kata Menpar.

Ia juga mencontohkan, dukungan yang diberikan Kemenpar untuk mendukung event balap motor MotoGP 2021 yang diselenggarakan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, karena memiliki media value yang sangat besar. “Itu karena Kemenpar tahu media valuenya tinggi. Dari anggaran yang dikeluarkan sebesar 1 juta Euro, media value yang dihasilkan sebesar Rp2 triliun. Karena disiarkan oleh 26 broadcaster ke 200 negara,” katanya.

Seluruh Finalis APWI IstSeluruh Finalis APWI (Ist)

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Kurleni Ukar menambahkan, pemberian penghargaan APWI 2019 merupakan bentuk apresiasi Kemenpar kepada para pewarta pariwisata atas karya tulisan dan tayangan televisi terbaik mereka seputar Millennial Tourism sebagaimana tema utama dan Destinasi Super Prioritas yang mendapat perhatian khusus pemerintah.

Dengan tema wisata milenial, pihaknya berharap kinerja sektor pariwisata Indonesia semakin baik termasuk dalam upaya memenuhi target kunjungan 18,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, di mana lebih dari 50 persen datang dari kalangan kaum milenial.

Lomba APWI 2019 diadakan dengan dua tema besar, yaitu Millennial Tourism dan 5 Destinasi Super Prioritas. Kompetisi diikuti peserta masing-masing kategori yaitu Majalah 28 karya, Surat Kabar 40 karya, Televisi 73 karya, Blog 92 karya, Media Online 117 karya, dan Kategori Khusus 79 karya dan satu kategori Best of The Best.

Lomba tahunan yang sudah digelar sejak 2003 ini juga memberikan voucher liburan dengan total nilai sebesar Rp31 juta dari tiket.com.

Menpar Arief Yahya kembali menegaskan, APWI 2020 akan diadakan dengan hadiah yang lebih besar. Tema yang akan diangkat adalah Tourism 4.0 yang merupakan perpaduan era digital dan milenial. Total hadiah yang akan dibagikan juga dua kali lebih tinggi dari tahun ini, yakni sebesar Rp 1 miliar, dengan hadiah kategori Best of The Best ditetapkan sebesar Rp 250 juta.

Pemenang Anugerah Pewarta Wisata IstBeberapa pemenang Anugerah Pewarta Wisata (Ist)

Berikut daftar pemenang APWI 2019 :

Pemenang Kategori Blogger APWI 2019
Juara Satu: "The Kaldera, Pintu Milenial Tourism di Toba" karya Ang Tek Khun.
Juara Dua: “Terjebak di Antara Dua Dimensi Waktu de Tjolomadoe” karya Sukma Mustika Aji.
Juara Tiga: “Jelajah Budaya dan Sejarah Dalam Jogja Cross Culture Wisata Yang Cocok Buat Milenial" karya Arinta Setiasari.
Juara Harapan Satu: “Mencoba De Loano Glamorous Camping, Wisata Kemah Milenial di Dekat Borobudur" karya Ardian Kusuma.
Juara Harapan Dua: “Taman Bunga Sampai Tempat Angker, Serunya Berburu Destinasi Instagramable" karya Fahrio Rizaldi Abror.

Pemenang Kategori Cetak Majalah APWI 2019
Juara Satu: “Vakansi Visual" karya Kurniadi Widodo dan Christian Rahadiansyah.
Juara Dua: “Ekspresi Imajinasi Ala Milenial" karya Dody Wiraseto.
Juara Tiga: “Semarang" karya Andri Syahreza.
Juara Harapan Satu: “Berebut Pasar Pelancong Milenial yang Seksi" karya Sri Niken Handayani.
Juara Harapan Dua: “Wisata Milenial di Jogjakarta" karya Harry Purnama.

Pemenang Kategori Media Cetak Koran APWI 2019
Juara Satu: “Nge-Vlog” di Dataran Tinggi Dieng" karya Arief Suharto”.
Juara Dua: “Jelajah Hutan Anggrek Nan Kekinian" karya Briyanbodo Hendro.
Juara Tiga: “Menggenggam Promosi Digital, Menggaet Wisman Milenial" karya Fadhil.
Juara Harapan Satu: “Lukisan Warna Bumi Anoa" karya Saiful Rijal Yunus.
Juara Harapan Dua: “Kenalkan Waktu Ulo dan Pegon Melalui Vlog dan Blog" karya Bagus Supriadi.

Pemenang Kategori Media Online APWI 2019
Juara Satu: “Bius Tujuh Destinasi Kekinian Bandung" karya Edi Sutrisno.
Juara Dua: “Pesona Cinta dari Teluk Jering" karya Muhammad Amin.
Juara Tiga: “Mengincar Wisatawan Milenial dengan Warisan Dunia" karya Miko Elfisha.
Juara Harapan Satu: “Melepas Penat Sejenak di Kafe Tengah Hutan Kota Jakarta nan Instagramable" karya Dinny Mutiah.
Juara Harapan Dua: “Mencari Permata Tersembunyi di Yogyakarya" karya Silvita Agmasari.

Pemenang Kategori Media Televisi APWI 2019
Juara Satu: “Menyusuri Jejak Kolonial ala Milenial, program Geopark Indonesia, INEWS”.
Juara Dua: “I Love Jakarta, program Journey, Metro TV”.
Juara Tiga: “Wisata Milenial Bandung Juara, program Jalan-Jalan! Kompas TV”
Juara Harapan Satu: “Surga di Ujung Timur Nusantara, program Destinasi Liputan 6, SCTV”.
Juara Harapan Dua: “Surga Nomad di Pulau Dewata, program Inside Indonesia, CNN Indonesia TV”.

Pemenang Kategori Khusus APWI 2019
Juara Satu: “Melirik Wisata Nomadik Labuan Bajo, program Inside Indonesia, CNN Indonesia TV”.
Juara Dua: “Jalan Jalan! Horas Menjuah-juah, program Jalan-Jalan! Kompas TV”.
Juara Tiga: “Pesona Kawasan Wisata Mandalika, program CNN Indonesia News, CNN Indonesia TV”.
Juara Harapan Satu: “Bukit Holbung Danau Toba karya Yuki Anggia Putri”.
Juara Harapan Dua: “Mengakrabi Romantisme Borobudur Nan Penuh Teka-Teki karya Hannif Andy Al Anshori”.

Pemenang Best Of The Best APWI 2019
Surga Cantik dari Indonesia Timur, program Travel Addict, GTV./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soeryaatmadja dari Kasepuhan Kesultanan Banten, dan Pimpinan Ponpes An Nawawi Tanara meluncurkan masterplan pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten di Pondok Pesantren An-Nawani, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Jumat sore (20/9/2019).

Masterplan diterapkan sekaligus rencana penataan pencahayaan Masjid Agung Penata, dan konsep pengembangan Wisata Tirta Kalimati-Ciujung . Peluncuran masterplan wisata religi tersebut menandai mulai dikembangkannya wisata religi di Kabuten Serang dari Tanara. Menpar Arief Yahya menyatakan untuk memulai pengembangan wisata religi Syekh Nawawi Albantani di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, ini lebih dahulu dengan membuat masterplan.

“Untuk mewujudkan rencana tersebut Kemenpar berkerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Ada tiga hal yang harus diselesaikan tahun ini yakni, pembuatan masterplan yang hari ini kita luncurkan, pengembangan wisata religi, dan pengembangan wisata sungai di Kalimati,” kata Arief Yahya. Dalam rencana tersebut akan dibangun wisata air Syekh Nawawi Albantani atau Kalimati di Kecamatan Tirtayasa dengan konsep revitalisasi sungai yang akan dijadikan objek wisata islami. Revitalisasi segera mulai oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara itu dukungan Kemenpar untuk pengembangan wisata religi di Kabupaten Serang antara lain pengembangan destinasi, melakukan promosi wisata, serta pembinaan sumber daya manusia (SDM). Menpar Arief Yahya dan Pengurus IstMenpar bersama pihak terkait dalam pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara, Serang, Banten di Pondok Pesantren An-Nawani, Banten (DSP)

Menpar menyatakan, Provinsi Banten memiliki banyak lokasi wisata religi di antaranya Ponpes An Nawawi Tanara yang diharapkan setelah ditata lebih baik akan lebih mendorong kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. “Wisata religi di Tanara sebagai tempat kelahiran Syekh Kyai Muhammad Nawawi Bin Umar banyak diminati wisatawan,” kata Arief Yahya. Syekh Nawawi merupakan ulama dunia dari Banten pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram, Arab Saudi dan menjadi guru Kiai Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Dirinya berhasil menyelesaikan sekitar 115 kitab berisikan ilmu tauhid, fiqh, dan hadist serta menafsirkan kitab kuning yang hingga saat ini menjadi rujukan para ulama dan pesantren di nusantara hingga mancanegara.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, dalam masterplan pengembangan wisata religi tidak hanya di Tanara tetapi di banyak tempat di Banten dengan tujuan agar wisatawan yang berkunjung ke Serang dan Banten memiliki lama tingggal lebih lama. “Kita harapkan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Banten bisa mencapai 8 hari sesuai standar nasional karena banyak destinasi wisata religi yang dapat dikunjungi yang sebelumnya akan kita tata agar lebih menarik” kata Arief Yahya.

Sementara itu Kasepuhan Kesultanan Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soeryaatmadja berharap ke depan Provinsi Banten akan berjaya dengan wisata religi selain menciptakan lapangan kerja, meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakatnya, juga melestarikan budaya. “Kami berharap wisata religi di Banten dikembangkan secara konprehensif,” kata Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soeryaatmadja.

Hal senada juga disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang menyatakan, pengembangan wisata religi Syekh Nawawi Albantani di Tanara menjadi awal dari pengembangan wisata religi di Kabupaten Serang, Banten. “Untuk mengembangkan wisata religi di Serang harus didukung masyarakat. Kita berharap pengembangan wisata religi ini dapat mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan indeks kebahagian masyarakat,” kata Ratu Tatu Chasanah./ JOURNEY OF INDONESIA

Puncak Sail Nias 2019 terkesan lebih istimewa dikarenakan sejumlah menteri dari Kabinet Kerja hadir pada acara yang berlangsung di Pelabuhan Baru Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (14/9). Selain Menteri Pariwisata Arief Yahya, hadir pula Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mewakili Presiden RI Joko Widodo yang berhalangan datang. Kemudian ada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dalam sambutannya, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan adalah pariwisata. Dalam hal ini, Nias merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pariwisata sangat bagus. Karenanya, promosi Nias harus mendunia. Nantinya, Kemenpar akan mendorong paket dari Danau Toba sekalian ke Nias.

Luhut berharap, setelah event selesai, promosi Nias harus semakin gencar, agar Nias semakin populer. Nantinya, para penggiat pariwisata juga bisa membuat paket wisata di Nias. Misalnya dengan menggunakan berbagai platform digital. “Masyarakat Nias harus memiliki budaya ramah ke turis. Masyarakat harus menyambut wisatawan dengan baik. Hospitality harus bagus. Sampah juga jangan ada lagi di laut. Laut harus bebas dari plastik. Yang jelas, potensi pariwisata dan perikanan di Nias harus terus dijaga,” ungkap Luhut.

Nenpar Arief Yahya dan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan tengah berbincang dengan penanggungjawab event WSL 2019 IbonkMenpar Arief Yahya dan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan tengah berbincang dengan penanggungjawab event WSL 2019 (Ibonk)

Selain itu, Luhut berharap keberadaan Desa Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan juga menjadi warisan dunia. Terlebih, desa ini sudah menjadi ikon wisata budaya, dan sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Kemendikbud tahun 2017. Yaitu dengan Surat Keputusan (SK) No.168/M/2017.

Menyemarakkan puncak acara Sail Nias 2019, tampak pula Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, serta seluruh Bupati/ Walikota di Pulau Nias. Termasuk beberapa duta besar negara-negara sahabat yang kebetulan sedang mengikuti Diplomatic Tour di Pulau Nias.

Dikesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani menyebutkan bahwa Kementerian Pariwisata mendukung 11 kegiatan pada Sail Nias 2019. Antara lain Yacth Rally (12-16 Mei), Influencer Famtrip (2–4 September), Discover Influencer Famtrip (4-6 September), Beach Volley Ball International Tournament (3-6 September), dan Fishing International (4-6 September).

Kemudian dilanjutkan dengan Beach Run 10K (8 September), Festival Layang-layang & Final Aekhula Voice (8 September), Nias Pro International Surfing (10-15 September), International Seminar on Nias Heritage (11-12 September), Diplomatic Tour (13-15 September), dan Festival Budaya Kepulauan Batu (16 September).

"Kita semua berharap Sail Nias 2019 dapat meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. Terlebih, ada banyak kegiatan yang ditampilkan, sehingga potensi-potensi nias terangkat ke permukaan," kata Rizki, diamini Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam penuturannya ketika menghadiri final WSL Nias Pro International Surfing menuturkan, Sail Nias merupakan event stategis bagi Kepulauan Nias. Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Kepulauan Nias harus bisa dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Dengan adanya Sail Nias 2019, kita yakin tingkat kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat, seiring dengan merapatnya kapal-kapal layar ke Nias Selatan. Pelaksanaan Nias Pro Internasional Surfing yang sukses digelar di Pantai Sorake, juga menjadi atraksi menarik yang gaungnya meluas hingga mancanegara,” tutupnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 8