Bali cukup dikenal dengan keindahan pantai dengan momen matahari terbitnya, keeksotikan budayanya yang selalu dijaga hingga produk-produk ekonomi kreatif yang memiliki beragam keunikan.

Di masa pandemi, Bali jadi salah satu yang terdampak. Namun perlahan Bali terus beradaptasi di tengah perubahan tren wisata saat ini. Pulau ini selalu memiliki pesona untuk dijadikan sebagai destinasi terbaik untuk berwisata, bahkan untuk bekerja sekalipun.

“Selama ini Bali menjadi primadona pariwisata di Tanah Air sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar di sektor pariwisata. Kemenparekraf sudah lebih dahulu melakukan Work From Bali pada kuartal pertama di 2021. Kita juga berharap kebijakan ini bisa tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu untuk mempertahankan perekonomian sektor parekraf di Bali,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, di akhir Mei 2021.

Nah, jika punya pengalaman menarik tentang Bali, destinasi-destinasi di Bali berikut ini akan mengembalikan kenangan kita tentang Bali.

Pasar Seni Ubud
Jika ke Ubud, belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi Pasar Seni Ubud. Di sini bukan sekadar pasar biasa, tetapi menjual beragam produk ekonomi kreatif bernilai seni. Mulai dari lukisan, ukiran-ukiran kayu hingga pakaian.

Larut dalam hiruk-pikuk suasana di Pasar Seni Ubud yang ramai layaknya seorang Julia Roberts di film Eat, Pray, Love. Melihat dan membeli aneka cenderamata berkualitas tinggi yang dijual di pasar seni ini. Tidak lupa pula mengabadikan momen di tengah pasarnya yang ikonik.

Pantai Kuta
Pantai bergaris pantai panjang dengan pasir putih, berair biru jernih jadikan Pantai Kuta salah satu primadona. Di tepian pantainya, wisatawan bisa berjemur, berenang hingga bersantai sembari menikmati momen-momen matahari terbenam.

Beragam aktivitas hiburan pun bisa ditemui di sekitar pantai ini. Mulai dari beach club, mal hingga kafe tepi pantai yang menyuguhkan kuliner dan istimewanya sunset di Pulau Bali.

Pura Luhur Uluwatu
Kawasan Uluwatu terkenal dengan pantai berpasir putih dan laut yang biru jernih berkilauan. Kombinasi alam dan budaya di kawasan ini terlihat ketika mengunjungi Pura Luhur Uluwatu. Di sini wisatawan bisa menikmati deburan pantai dari atas tebing dan juga pura di ujung tebing yang terkenal.

Atraksi di Pura Luhur Uluwatu kian lengkap lewat pagelaran Tari Kecak yang rutin diadakan berbarengan dengan momen matahari terbenam. Harmoni alam dan budaya jadi kekuatan utama untuk dinikmati wisatawan saat di Bali.

Jadi daerah mana saja sih yang sudah kamu kunjungi ketika ke Bali dulu?

Agar kunjungan kalian ke Bali tetap aman dan nyaman, jangan lupa untuk disiplin terapkan protokol kesehatan lewat menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan.

Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf Indonesia yuk follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook: @pesonaid_travel atau kunjungi website www.indonesia.travel/ JOURNEY OF INDONESIA

Seni dan kerajinan tangan Bali adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif Nasional. Beragam oleh-oleh khas Bali bisa didapat dengan mudah untuk diberikan ke orang-orang terdekat, kerabat, hingga rekan kerja. 

Seperti yang disebutkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno bahwa ekonomi kreatif punya pengaruh besar dalam industri pariwisata di Bali, apalagi setelah adanya program Work from Bali.

"Work from Bali juga memberikan multiplier effect kepada produk-produk ekonomi kreatif dan UMKM seperti kuliner, suvenir maupun fesyen dan juga kegiatan ekonomi rakyat lainnya hingga 70 persen," kata Menparekraf Sandiaga, akhir Mei 2021 silam

Berikut adalah tiga oleh-oleh wajib dari Bali yang bisa kamu beli untuk dijadikan oleh-oleh:

Bali Home Spa
Produk-produk perawatan dan kecantikan di Bali sudah cukup terkenal dan digemari. Hal ini membuat produk-produk home spa akan jadi oleh-oleh tepat untuk kaum hawa. Di Bali sendiri Bali home spa mempunyai ciri khas, varian dan beragam jenama. Produknya pun beragam mulai dari body scrub, body bitter, hingga body mist.

Layang-Layang Bali
Layang-layang Bali akan jadi suvenir khas pantai dengan beragam bentuk dan harga yang terjangkau. Bahan dan warnanya yang khas menjadikan layang-layang bisa dijadikan sebagai pajangan dan juga untuk dimainkan.

Cara mendapatkannya pun tidak sulit, karena penjual layang-layang Bali ini hampir selalu ada di semua toko suvenir di Bali.

Lukisan
Bali identik dengan seni dan budaya di samping alamnya yang menawan. Keduanya pun jadi sumber inspirasi bagi para seniman Bali dalam melahirkan karya-karya lukisan yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Lukisan Bali menggambarkan keindahan alam dan budaya dalam sebuah canvas sehingga cocok sebagai penambah nilai estetis di rumah kamu. Salah satu surganya lukisan di Bali adalah Ubud, dan kamu bisa mendapatkannya dengan harga-harga yang terjangkau.

Kreativitas tanpa batas masyarakat di Bali membuat kamu punya pilihan untuk oleh-oleh yang akan diberikan. Tetapi jangan lupa untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker, hingga mencuci tangan agar liburan kamu tetap aman dan nyaman.

Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf Indonesia yuk follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook : @pesonaid_travel atau kunjungi website www.indonesia.travel./ JOURNEY OF INDONESIA

Setelah sempat lesu akibat pandemi Covid-19, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali sudah siap untuk kembali bergeliat. Salah satu cara yang ditempuh adalah lewat Work From Bali (WFB). Work From Bali merupakan salah satu kebijakan yang diambil pemerintah dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut kebijakan WFB akan diluncurkan pada kuartal ketiga atau Juli 2021 secara bertahap.

Menurutnya, WFB bisa menjadi langkah yang tepat sasaran dan tepat manfaat. Sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat Bali yang mayoritas menggantungkan lapangan kerjanya di sektor ini. "Kita juga mendapat nilai tambah yaitu pemandangan yang indah, produktivitas meningkat, dan juga pada saat yang sama kita membantu saudara-saudara kita di Bali," kata Menparekraf pada akhir Mei 2021 lalu.

Lewat WFB, transaksi produk-produk ekonomi kreatif dan UMKM seperti kuliner, suvenir maupun fesyen dan juga kegiatan ekonomi rakyat lainnya akan berdampak hingga 70 persen.

Hal yang tidak bisa dilupakan adalah selama menggelar kegiatan atau pertemuan di Bali, setiap pihak harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.

Agar pengunjung merasa aman, Bali juga masih terus menggenjot program vaksinasi. Menurut target ada 6 juta vaksin yang didistribusikan, atau sekitar 3 juta masyarakat di Bali yang akan divaksin.

Bahkan beberapa destinasi di Bali seperti Nusa Dua, Sanur, dan Ubud dijadikan contoh kongkrit untuk meningkatkan kepercayaan pasar domestik dan mancanegara. Ketiga daerah itu dijadikan kawasan green zone alias yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

Destinasi wisata di kawasan green zone dipastikan menerapkan protokol Cleanliness Health Safety Environment sustainability (CHSE) secara ketat dan disiplin, demi kenyamanan dan keamanan para pengunjung.

Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf Indonesia yuk follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook : @pesonaid_travel atau kunjungi website www.indonesia.travel./ JOURNEY OF INDONESIA

Mimpi untuk kembali ke Bali akan segera menjadi kenyataan bagi siapa pun yang sudah rindu menikmati keindahan destinasi terbaik di tanah air ini. Walau masih dihantui dengan keberadaan Covid 19, pemerintah telah menyiapkan beberapa kawasan di Bali dengan misi menyatukan berbagai komponen untuk membangun, menata, mengontrol, mempromosikan destinasi yang bertanggung jawab, berkualitas, dan berkelanjutan.

Pada akhir Mei 2021 silam Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan pentingnya untuk terus berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

“Saya berharap tercipta pengelolaan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan di Nusa Dua, Sanur, dan Ubud. Sehingga dapat dijadikan sebagai contoh konkrit untuk meningkatkan kepercayaan pasar domestik dan mancanegara, demi reputasi destinasi pariwisata Indonesia,” kata Sandi.

Mau tahu apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di ketiga kawasan itu? Yuk simak!

Ubud
Kawasan Ubud masuk dalam teritori Kabupaten Gianyar yang terkenal memiliki banyak seniman berbakat, dan bisa dikatakan pusat budaya dan seni di Bali. Sehingga tak heran jika nuansa di Ubud kental dengan unsur kesenian.

Selain itu, keindahan alam juga menjadi keunggulan pariwisata Ubud. Siapa pun dapat dengan mudah menemukan bukit, sawah, serta sungai yang masih alami.

Nusa Dua
Nusa Dua identik dengan kawasan resor mewah kelas dunia. Sebagian besar wisatawan yang berlibur ke Nusa Dua tertarik untuk liburan ke pantai pasir putih.
Selain aktivitas di pantai, wisatawan juga dapat menonton pertunjukan budaya serta mengunjungi museum Pasifika di Nusa Dua Bali.

Sanur
Sebagai kawasan wisata, Sanur dikenal wisatawan sebagai kawasan tempat wisata yang lebih tenang serta pantai ramah untuk anak berenang.
Karena ketenangan kawasan Sanur, dan pantai Sanur aman untuk anak-anak berenang, membuat tempat wisata Sanur diminati wisatawan keluarga, dan orang tua.

Tentunya semua kegiatan di sana akan bisa terlaksana dengan disiplin menerapkan prokes (jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan dengan sabun). Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf Indonesia, follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook : @pesonaid_travel atau kunjungi website www.indonesia.travel/ JOURNEY OF INDONESIA

Bicara mengenai Bali seerti tak ada habisnya. Panorama alam, keunikan budaya yang sangat memikat rasa. Ditambah lagi dengan geliat sektor ekonomi kreatif di Bali berupa atraksi utama yang mengundang banyak wisatawan untuk datang dan kembali ke Bali lagi.

Tak cuma itu saja, kini sarana dan prasarana di Bali juga sangat mumpuni untuk menunjang berbagai aktivitas wisatawan.

Tak heran jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai program Work From Bali yang dicanangkan pemerintah akan punya dampak besar bagi pulau ini.

"Work from Bali juga memberikan multiplier effect kepada produk-produk ekonomi kreatif dan UMKM seperti kuliner, suvenir maupun fesyen dan juga kegiatan ekonomi rakyat lainnya hingga 70 persen," kata Menparekraf Sandiaga, akhir Mei 2021.

Selain ketiga atraksi yang menjadi daya tarik pariwisata, Bali ternyata memiliki fakta-fakta unik yang membuat liburan kamu makin bermakna. Berikut beberapa di antaranya:

Canggu Bali IstCanggu Bali (Ist)

Subak
Sistem Subak merupakan situs warisan dunia UNESCO. Subak merupakan organisasi pengelolaan sawah di Bali yang menggabungkan harmonisasi antara hubungan Tuhan, manusia dan alam sekitar. Kamu bisa menemukannya di Jatiluwih, Tabanan.

Desa Terbersih di Dunia
Desa Wisata Panglipuran di Bali, selain jadi salah satu desa terindah di dunia, juga pernah meraih predikat desa terbersih di dunia. Desa dengan luas 112 hektare ini terdiri dari 12 hektar area rumah penduduk, 49 hektare area ladang, dan 37 hektare area hutan bambu.

Destinasi Favorit Bagi Digital Nomad
Canggu dan Ubud merupakan destinasi digital nomad favorit, bahkan di dua kawasan ini sudah mulai menjamur coworking space. Salah satu refrensi nih untuk kamu yang ingin work from Bali.

Bagaimana, mulai tertarik untuk kembali ke Bali? Apa pun aktivitas selama di Bali, jangan lupa untuk selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan. Gunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sehingga berwisata di #DiIndonesiaAja tetap aman dan nyaman.

Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf yuk follow akun IG @pesonaid_travel/ JOURNEY OF INDONESIA

 

Page 1 of 8