Tak ingin "gabut" di masa pandemi Covid-19, artis, sutradara dan produser Lola Amaria berusaha untuk tetap aktif meski harus #dirumahaja. Semenjak dirinya memutuskan untuk vakum sementara memproduksi film layar lebar akibat situasi pandemi ini dirinya berusaha untuk tetap aktif.

Bukan berkutat di dunia nyamannya selama ini, tetapi Lola malah mengalihkan fokusnya dengan meracik sendiri Paket Nasi Cimet Lola's Cooking yang menjadi bisnis barunya. Menurut sutradara film “Kisah 3 Titik” ini, ia terjun langsung meracik bumbu dan memasaknya dengan dibantu beberapa stafnya.

“Dari PSBB berlaku kita stop dulu produksi. Dan resto kitakan juga ditutup akibat situasi ini. Jadi saya coba untuk bikin Lolas Cooking dengan Nasi Cimet dan ada 5 paket menu yang kami siapkan. Ordernya lewat online,” jelas Lola Amaria melalui virtual zoom, Kamis (18/6/2020).

“Harganya murah meriah terjangkau, hanya 20 ribu rupiah 1 per paketnya. Minimum order 1 pun kita layani. Untuk ongkirnya ditanggung pemesan. Dan kita memasaknya tetap mengikutiprotokol kesehatan dan proporsional kesehatan. Ini penting untuk jaga kualitas dan kesehatan makanan. Tapi ordernya H-1 ya,” ungkap produser film “Labuan Hati” ini.

Salah satu varian makanan di Lolas Coocking IstSalah satu varian makanan di Lola's Coocking (Ist)

Lola menjelaskan lagi bahwa ia menyiapkan di 5 varian paket tersebut secara keseluruhan diisi dengan nasi jeruk istimewa. Namun untuk lauknya berbeda-beda sesuai selera. Paket pertama berisikan ayam kecombrang dan telur, lalu yang kedua diisi lauk caking suwir dan telur, ketiga diisi ayam woku dan telur, keempat cumi hitam dan telur, sedangkan paket kelima diisi lauk paru ketumbar dan telur.

Untuk kantoran, meeting, gedung pertunjukan atau acara di rumah, ulang tahun sampai dengan makan bersama dengan nasi liwet, Lola Amaria dan teamnya tetap akan melayani setiap pemesanan. Rasa tidak pedas, sedang dan pedas serta kegurihannya ada di setiap menu yang disajikan.

“Kita kerjakan sendiri semuanya di rumah. Jadi yang lagi malas masak atau yang lagi di kantor dan lainnya, bisa order langsung lewat Lolas Cooking. Kita akan antar tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditentukan,” tutup Lola./ JOURNEY OF INDONESIA

UNWTO World Forum on Gastronomy Tourism 2019 adalah sebuah ajang kuliner kelas dunia yang dilakukan setiap tahunnya. Pada tahun ini, event tersebut dilangsungkan di San Sebastian, Spanyol pada 2-3 Mei 2019. Event ini menjadi sebuah kesempatan baik bagi Indonesia memaparkan dan menampilkan kuliner khas Indonesia. Tahun ini merupakan keikutsertaan Indonesia yang ketiga kali ini dalam ajang bergengsi tersebut.

Selama tiga kali keikutsertaannya, paparan yang dibawakan oleh Kemenpar dalam ajang bergengsi tersebut selalu menarik minat banyak peserta.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau mengatakan World Forum on Gastronomy Tourism 2019 adalah event kuliner bergengsi yang kehadirannya ditunggu oleh 157 negara. “Ini forum dunia. Forum yang sangat ditunggu oleh 157 negara yang berstatus anggota UNWTO,” tutur Vita Datau usai acara World Forum on Gastronomy Tourism 2019 pada Minggu (5/5/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, ajang World Forum on Gastronomy Tourism 2019 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berpromosi sekaligus menjajaki kemungkinan kerja sama promosi di bidang wisata gastronomi. Tahun ini merupakan tahun ketiga dimana Kementerian Pariwisata berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.

Vita Datau saat menghadiri 5th UNWTO World Forum on Gastronomy Tourism 2019 Komblikpar

Vita Datau saat menghadiri 5th UNWTO World Forum on Gastronomy Tourism 2019 (Komblikpar)

“Untuk tahun ini, topik yang dibicarakan adalah pengembangan sumber daya manusia di sektor gastronomi, terutama yang tenaga kerja lokal. Tema ini sangat cocok dengan program prioritas Kabinet Kerja 2019. Seperti digital dan inovasi yang menjadi highlight, juga pembangunan berkelanjutan yang selalu melibatkan komunitas lokal untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat setempat,” kata Vita Datau.

Bicara destinasi gastronomi, Indonesia telah menetapkan Ubud sebagai destinasi gastronomi berstandar UNWTO. Untuk mencapai tahap itu, Tim Kemenpar bekerja sama dengan Tim Lokal Ubud Gianyar telah menyelesaikan laporan yang diminta oleh UNWTO yang dilanjutkan dengan penilaian dari UNWTO.

Terkait strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki daya saing pariwisata, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengaku memiliki strategi khusus untuk memposisikan pariwisata Indonesia dalam peta dunia.

Salah satu strategi yang diperkenalkan yakni bekerja sama dengan institusi dunia yang mempunyai reputasi, seperti UNWTO sebagai global endorser terbaik dunia. Keikutsertaan Indonesia dalam 5th UNWTO World Forum on Gastronomy Tourism 2019 merupakan salah satu strategi yang dijalankan.

“Saya percaya apa yang kita lakukan sekarang menjadi model bagi destinasi kuliner lainnya. Destinasi kuliner lain juga akan dinaikkan menjadi destinasi berstandar global,” tutup Menpar Arief Yahya./ JOURNEY OF INDONESIA