Rindu masa-masa dimana Anda bisa berkeliling dunia? Agoda punya solusi sempurna agar gairah jalan-jalan tetap terjaga, semua dengan cara aman dari rumah sendiri! Bahkan di saat pemberlakuan lockdown, orang-orang masih memikirkan perjalanan.

Menurut survei yang dilakukan Agoda, 78% orang Indonesia sudah siap berwisata kembali setelah pandemi berakhir. Tujuh dari sepuluh destinasi impian yang paling sering dicari selama tahun 2020 memang masih didominasi destinasi domestik. Namun, keinginan wisatawan Indonesia untuk bepergian ke luar negeri mulai meningkat.

Meski rencana perjalanan belum bisa diwujudkan saat ini, kita masih dapat menjaga semangat perjalanan tetap hidup melalui keajaiban sinema. Di masa-masa isolasi mandiri, menonton film bisa mengalihkan sejenak dari rutinitas, sekaligus memuaskan keinginan untuk travel serta mengunjungi destinasi di negeri yang jauh.

Di sini, Agoda mencantumkan beberapa film dan serial TV yang akan membawa kita ke berbagai petualangan tanpa memandang usia. Dari perjalanan keluarga yang menghangatkan hati hingga petualangan romantis dengan pasangan, dan road trip menegangkan bersama teman-teman hingga perjalanan dengan orang yang lebih tua.

Pengalaman sinematik ini akan membantu diri kita untuk memuaskan keinginan berjalan-jalan tanpa meninggalkan sofa yang nyaman.

Petualangan Dongeng untuk Lovebirds
Crash Landing on You (2019 — 2020)
Mencari kisah romantis dan petualangan dengan seting lokasi menakjubkan? Serial Korea yang terkenal ini punya semuanya. Crash Landing on You adalah kisah Romeo dan Juliet jaman modern dengan sentuhan khas Korea. Bermula dari kecelakaan paralayang, pewaris kaya Yoon Se-ri menemukan dirinya di Zona Demiliterisasi Korea Utara. Dia ditemukan oleh Ri Jeong-hyuk, seorang perwira tentara Korea Utara yang memutuskan untuk membantunya bersembunyi dan kembali ke Korea Selatan. Walaupun ada ketegangan politik di antara kedua negara, kedua orang ini saling mengenal dan jatuh cinta.

Selain jalan ceritanya yang adiktif serta akting pemainnya yang kuat, sebagian besar daya tarik drama Korea ini terletak pada pemilihan lokasi yang sangat indah untuk menambah faktor romansanya. Faktanya, adegan pembuka cerita ikonik yang menampilkan Yoon Se-ri “mendarat/crash landing”, diambil di hutan indah Taman Nasional Hallasan di Pulau Jeju.

Pemandangan klasik lain diambil di Hatan River Sky Bridge, jembatan gantung Panjang di Pocheon, Korea Selatan yang menghadap pegunungan serta hutan yang dramatis.

Serial ini tidak hanya menampilkan pemandangan dan suasana Korea, namun juga menawarkan sekilas lokasi wisata di Swiss yang menggoda. Ini termasuk kota kosmopolitan Zurich dengan jalan-jalannya yang sudah ada sejak sebelum jaman pertengahan, bangunan bersejarah, pegunungan Alpen Swiss yang megah dan Danau Lungern yang menawan.

Susah Sinyal Ist

Film Susah Sinyal (Ist)

Penemuan Ikatan Keluarga
Susah Sinyal (2017)
Film ini mengisahkan tentang Ellen, seorang ibu tunggal dan pengacara sibuk, dengan anak remaja perempuannya, Kiara yang hubungannya kurang baik. Kiara lebih dekat dengan neneknya yang dipanggil Oma. Kepergian Oma yang tiba-tiba membuat Kiara merasa sendiri dan sangat kesepian. Ellen berusaha untuk mengisi kekosongan itu, namun hal itu ternyata tidak mudah.

Untuk mengurangi jarak di antara mereka, Ellen memutuskan untuk membawa anaknya berlibur ke lokasi eksotik nan cantik di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Sayangnya, tempat mereka berlibur tidak memiliki sinyal internet yang baik. Ellen tidak bisa bekerja, dan Kiara tidak bisa online. Ini adalah situasi yang tidak nyaman untuk ibu dan anak tersebut. Namun dengan segala argumen dan perbedaan pendapat, sinyal internet yang terbatas tersebut ternyata malah bisa memperbaiki hubungan mereka.

Sambil menikmati film drama komedi besutan Ernest Prakasa, penonton juga diajak melihat keindahan alam di Sumba Timur. Mulai dari Pantai Puru Kambera dengan pasir putih dan pohon cemaranya yang rindang, Bukit Tenau nan hijau yang membuat Anda seakan berada di negeri dongeng, Air Terjun Tanggedu yang dikelilingi perbukitan cantik seperti Grand Canyon National Park di Amerika, hingga Pantai Walaikiri dengan pohon-phon bakau kerdil yang tampak eksotis saat matahari terbenam.

Crazy Rich Asians (2018)
Film box office ini sempat membawa mata dunia ke Asia. Dengan latar social elite Singapura, perjalanan komikal ini mengangkat kisah hubungan anak seorang pengungsi Taiwan dengan anak lelaki keluarga kaya raya di Singapura. Didukung pemain papan atas seperti Constance Wu, Henry Golding, Michelle Yeoh dan Awkwafina yang sukses mencuri perhatian penonton, film ini mengisahkan ikatan yang menyatukan keluarga di Singapura dan sekitarnya.

Rachel yang baru saja bertunangan terbang dengan pesawat jet ke Singapura untuk menemui calon mertuanya. Cerita menjadi menarik saat terungkap latar belakang keluarga sang pacar, Nick, yang ternyata super kaya dengan gaya hidup budaya Asia yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Di sinilah petualangan Rachel dalam menjelajahi kehidupan glamor kaum jetset Asia dimulai.

Rachel yang awalnya sederhana, menjadi orang asing di pesta mewah, hingga gaya hidup dan fesyennya yang akhirnya memukau orang-orang ternama di Singapura. Kisah seseorang yang masuk ke lingkungan yang sangat berbeda ini terdengar seperti kisah nyata bagi banyak orang, dan cerita komedi ini berhasil menghibur dunia saat dirilis.

Anda tentu mengenali beberapa destinasi terkenal Singapura di beberapa scene film ini. Mulai dari Raffles Hotel yang ikonik, pusat kuliner Newton Food Center yang populer, hingga hutan buatan Supertree Grove yang mengesankan, semuanya berada di bawah bayangan Marina Bay Sands yang menakjubkan – semua yang terbaik dari Singapura ditunjukkan dalam Crazy Rich Asians.

Eksploitasi Petualang
Trinity, The Nekad Traveler (2017)
Meskipun travel bucket list Anda saat ini sulit diwujudkan, film Trinity, The Nekad Traveler, mungkin bisa menjadi penyemangat Anda untuk bepergian lagi setelah pandemi berakhir.
Film ini mengisahkan Trinity, wanita karir yang punya hobi melancong dan terobsesi memenuhi bucket list perjalanannya. Namun sebagai pekerja kantoran, ia harus pintar-pintar merayu bos dan mengatur cuti agar bisa melakukan perjalanan jauh.

Mengambil lokasi syuting di 3 negara yaitu Maladewa, Filipina serta Indonesia, film ini sukses menularkan virus ingin jalan-jalan. Dari menikmati eksotisme pantai-pantai di NTT, jalan-jalan di antara perbukitan karst Rammang-Rammang di Sulawesi, mengeksplorasi benteng Baluarte de San Diego di Intramuros, Manila, hingga menikmati kemewahan resor mewah di Maldives.

Dikemas secara fun dengan bumbu percintaan, persahabatan, dan rasa cinta tanah air, film ini dapat menginspirasi Anda untuk merancang perjalanan selanjutnya. Apalagi berbagai tips dan trik liburan diselipkan dalam film, mulai dari cara mencari tiket murah hingga panduan menikmati kuliner di berbagai tempat. Seperti menu legendaris Coto Makassar di Aroma Coto Gagak, Sulawesi hingga hidangan Filipina-Spanyol di Casa Roces, restoran favorit Presiden Aquino.

Nomadland IstFilm Nomadland (Ist)

Senior Travelling
Nomadland (2020)
Menyabet tiga Oscar di ajang penghargaan Academy Awards tahun ini, Nomadland bukanlah film perjalanan biasa. Film ini bercerita mengenai Fern, perempuan berusia 61 tahun dan kehidupannya sebagai nomad atau pengembara jaman modern, ketika dia mengembara di Amerika bagian barat untuk mencari pekerjaan.

Terinspirasi oleh buku non fiksi berjudul sama, Nomadland menggambarkan dunia warga Amerika berumur yang hidup sebagai transien setelah resesi tahun 2008, pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk melakukan pekerjaan musiman apapun yang bisa mereka temukan.

Saat kita melakukan perjalanan bersama Fern, dengan rumahnya yang merupakan mobil camper van, kita akan melihat uniknya berbagai pemandangan alam di lima negara bagian Amerika.

Beberapa lokasi yang menonjol antara lain formasi batu besar di Badlands National Park di Dakota Selatan, dengan berbagai ngarai yang dalam dan menara yang dramatis. Anda juga bisa melihat kecintaan Fern terhadap pohon redwood, yang disebut sebagai salah satu benda hidup tertinggi di dunia, saat dia menjelajahi hutan redwood rimbun di wilayah pantai California. Jika Anda suka dengan kebebasan ruang terbuka, Nomadland menampilkan potret wilayah barat liar yang sebenarnya.

Perjalanan Anak Muda
Emily In Paris (2020)
Anda sedang mengawali karir, dan bermimpi memiliki pekerjaan yang bisa membawa Anda keliling dunia atau memberikan Anda kesempatan untuk tinggal di negara asing? Manjakan fantasi keliling dunia Anda dengan serial komedi Emily in Paris.

Karakter Emily adalah eksekutif marketing berusia 20 tahunan dari Chicago yang mendapatkan pekerjaan di Paris. Dia harus beradaptasi dengan hidup di kota baru. Dia tidak bisa berbicara Perancis, merasa tidak siap dengan tanggung jawab kerja barunya dan tidak tahu apapun mengenai budaya setempat, namun Emily berusaha sekuat tenaga untuk beradaptasi.

Emily In Paris menawarkan pemandangan hebat kota Paris dan memberikan Anda tur sederhana ke banyak spot ikonik di kota ini, seperti Palais Garnier, rumah opera besar abad 19, Pont Alexandre III mewah yang membentang sepanjang sungai Siene; dan Rue de l'Abreuvoir yang disebut-sebut sebagai “jalan paling cantik di Paris” karena dihiasi dengan tanaman merambat dan arsitekturnya yang unik.

Serial ini juga menyoroti pemandangan yang lebih kontemporer. Dalam satu episode, Emily mengunjungi pameran lukisan Van Gogh di L'Atelier des Lumières, museum seni digital yang mengubah karya seni menjadi pengalaman multimedia yang imersif.

Inti dari serial ini adalah cara Emily menemukan pijakannya di lingkungan baru – sesuatu yang akan jadi hal yang biasa (dan menginspirasi) setiap anak muda yang ingin menemukan jalan hidupnya di dunia.

Apapun jenis perjalanan yang diidamkan, baik itu liburan keluarga, perjalanan solo mencari jati diri, atau petualangan warga senior yang menginspirasi, kita bisa beralih ke film untuk mengingat kembali kenangan perjalanan terbaik dan mendapatkan inspirasi untuk perjalanan baru./ JOURNEY OF INDONESIA

Travel itinerary marketplace, Kemanayo hadirkan "Festival Jelajah Indonesia dari Rumah" pertama di Indonesia untuk mendukung sektor pariwisata Indonesia kembali Bangkit.

Festival Jelajah Indonesia dari Rumah ini dapat dinikmati pada aplikasi Kemanayo dengan cara mengakses bagian Featured Trip. Setelah memilih rencana perjalanan yang diinginkan, wisatawan akan disuguhkan dengan video suasana destinasi wisata yang memanjakan mata.

Beragam jenis wisata mulai dari wisata alam, kuliner, edukasi, religi, keluarga, olahraga dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia kapanpun dan dimanapun mereka berada. Wisatawan pun dapat mengunjungi berbagai tempat wisata di wilayah Jabodetabek, Bandung, Sumatera Utara, Banyuwangi, Bali dan hingga Flores.

“Di tengah situasi pandemi saat ini yang mengharuskan kita untuk tetap di rumah dan tidak bepergian, hal ini berdampak pada penurunan pemasukan para pelaku usaha pariwisata domestik dan industri pariwisata secara keseluruhan. Selain itu, masyarakat juga merasakan dampak psikologis dimana seringkali merasa penat dan stress akibat tidak dapat berwisata," ungkap Rizal Azhar selaku Direktur Kemanayo.

Melihat situasi ini, Kemanayo berinisiatif untuk meluncurkan Festival Jelajah Indonesia dari Rumah sebagai alternatif wisata yang aman. Melalui festival ini, masyarakat dapat mengunjungi hingga lebih dari 30 tempat wisata dari seluruh Indonesia dan berbelanja secara online untuk mendukung para pelaku usaha pariwisata domestik dan UMKM lokal.” ucap 

Menurut Neil El Himam selaku Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Festival Jelajah Indonesia dari Rumah yang diinisiasi oleh Kemanayo sebagai salah satu cara untuk membangkitkan sektor pariwisata Indonesia.

"Di tengah keadaan saat ini, berwisata secara daring bisa menjadi alternatif dan solusi untuk terhindar dari resiko penularan Covid-19. Festival ini sungguh memberikan angin segar bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan masyarakat luas pada umumnya. Saya mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama kita jelajah Indonesia dari rumah, untuk mengenal destinasi wisata lokal yang sangat luar biasa indah dan mendukung pariwisata Indonesia serta mendukung kemajuan platform digital di tanah air,” tambahnya.

Berbagai tempat wisata seperti Heytafso, Mini 3D Art Jelekong, Natha Satwa Nusantara, Rumah Guguk dan Boda Barn Punclut Bandung Cafe yang berlokasi di area Bandung dapat dikunjungi oleh wisatawan melalui Festival Jelajah Indonesia dari Rumah. Selanjutnya, wisatawan juga dapat menengok Kebun Kopi Kalibendo yang berlokasi di Banyuwangi. Tidak kalah seru, wisatawan juga dapat berpergian secara virtual ke Bali dan Labuan Bajo untuk mengunjungi destinasi Bali Bird Park, Kopi Alas Harum, Menjangan - WBX, Yoga di Ubud oleh Om Ham Retreat, Sababay Winery dan Plataran Komodo.

Selain itu, Villa Sindoro Village Dieng yang berlokasi di Wonosobo juga dapat dijadikan pilihan wisata. Berpindah ke pulau Sumatera, wisatawan juga dapat berkunjung ke Satwa Sumatra Ecolodge yang berlokasi di Lampung. Sebagai tambahan, di area Jabodetabek wisatawan dapat berpetualang ke berbagai destinasi kekinian seperti Branchsto Equestrian Park, Musik Plus Plus, Arcanum Boardgame dan Zoom Pet City.

Tak hanya menjelajahi Indonesia secara online, wisatawan juga bisa mendapatkan hasil alam, kerajinan tangan, makanan atau minuman khas daerah atau produk-produk lokal dari para pelaku usaha domestik dan UMKM setempat melalui pilihan fitur Shop Now. Sehingga wisatawan dapat memiliki oleh-oleh khas yang bisa dibagikan ke sanak saudara atau sebagai kenang-kenangan selayaknya berpergian ke tempat wisata secara langsung.

“Kami berharap dengan adanya "Festival Jelajah Indonesia dari Rumah" dari Rumah ini dapat memberikan dampak yang baik bagi sektor pariwisata Indonesia, khususnya bagi para pelaku usaha wisata domestik dan juga masyarakat Indonesia untuk tetap dapat melakukan kegiatan wisata yang aman dan nyaman bersama Kemanayo sebagai teman perencanaan perjalanan.” tutup Rizal.

Sekaligus merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, masyarakat Indonesia akan diajak untuk merayakan dengan mengunjungi berbagai daerah wisata di Indonesia secara online mulai dari tanggal 17 hingga 31 Agustus 2021./ JOURNEY OF INDONESIA

Walau saat ini kita belum bisa pergi berwisata, dikarenakan kebijakan PPKM yang mengharuskan kita berdiam diri di rumah untuk memutus jerat pandemi yang masih menjadi momok menakutkan.

Walaupun terasa berat, mau tak mau kita harus mendukung penuh aturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk menekan lonjakan kasus Covid-19. Dengan mengikuti program vaksinasi yang dianjurkan pemerintah pula, kita sudah membantu negeri ini mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, supaya pariwisata dan ekonomi kreatif bisa segera bangkit.

Nah di masa tidak kemana-mana ini, tak ada salahnya jika kita membuat bucket list wisata terlebih dahulu. Rekomendasi liburan kali ini jatuh ke salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu yang menyimpan beragam pesona alam yang wajib untuk dikunjungi.

Berkunjung ke destinasi ini pasti tidak akan merasa bosan menjelajahi pulau-pulau yang ada di sana. Bahkan Menpar Sandiaga Salahuddin Uno juga menegaskan bahwa Kepulauan Seribu merupakan ikon dari pariwisata, saat berkunjung ke Pulau Pramuka pada 13 Agustus 2021 lalu.

Salah satu pulau yang wajib masuk bucket list liburan adalah Pulau Pramuka. Keindahan alam Pulau Pramuka serta keramahan penduduknya terhadap wisatawan tidak perlu diragukan lagi.

Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau yang berpenduduk dan sekaligus menjadi Pusat Pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Bahkan Pulau Pramuka lebih dahulu dikenal masyarakat sebelum Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan, Pulau Bidadari, dan pulau-pulau lainnya.

Hutan mangroove IstHutan mangroove (Ist)

Asal usul nama Pulau Pramuka sendiri didapatkan karena pada tahun 1950-an hingga 1970-an banyak diadakan kegiatan Pramuka di pulau ini. Untuk mencapai ke sana, kita harus menempuh jalur laut selama 1,5 jam dari Dermaga Marina Ancol dengan menggunakan kapal speed boat, atau sekitar 2,5 jam perjalanan menggunakan kapal kayu dari Muara Angke. Namun, perjalanan tersebut tidak akan terasa karena banyak ditingkahi dengan semilir angin, deruan ombak, dan melihat pemandangan indah di sekitarnya.

Sesampainya di sana, pengunjung dapat mencoba objek wisata snorkeling untuk melihat langsung indahnya terumbu karang di dasar laut dan juga merasakan berenang bersama ikan hias yang ada di sekitar terumbu karang.

Apalagi bagi pecinta konservasi alam sejati, maka patutlah mengunjungi Pusat Konservasi Penyu Pisik. Di sana penyu-penyu yang saat ini dilindungi, dikembangbiakkan dan dirawat dalam satu area di mana para wisatawan yang datang dapat menyentuh langsung penyu pisik ini. Selain itu, pengunjung juga akan mendapatkan wawasan lengkap mengenai spesies yang satu ini. Penyu-penyu yang telah cukup umurnya akan dilepaskan di tepi pantai dengan melibatkan para wisatawan yang berkunjung.

Fasilitas yang ditawarkan Pulau Pramuka juga terbilang lengkap, mulai dari penginapan hingga rumah makan tersedia di sana. Untuk yang ingin melakukan olahraga air seperti scuba diving dan snorkeling tidak perlu khawatir, karena tempat ini menjadi satu-satunya lokasi yang memiliki jasa penyewaan dan penyedia layanan menyelam yang sudah tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE).

Nah, sembari menunggu dibukanya akses berwisata ke Kepulauan Seribu, khususnya Pulau Pramuka, kamu bisa follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook : @pesonaid_travel  atau kunjungi website www.indonesia.travel untuk mendapatkan beragam informasi menarik lainnya yang bisa jadi inspirasi liburanmu nanti.

Jangan lupa untuk selalu patuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama agar aktivitas berwisata nanti tetap aman dan nyaman./ JOURNEY OF INDONESIA

Mimpi untuk kembali ke Bali akan segera menjadi kenyataan bagi siapa pun yang sudah rindu menikmati keindahan destinasi terbaik di tanah air ini. Walau masih dihantui dengan keberadaan Covid 19, pemerintah telah menyiapkan beberapa kawasan di Bali dengan misi menyatukan berbagai komponen untuk membangun, menata, mengontrol, mempromosikan destinasi yang bertanggung jawab, berkualitas, dan berkelanjutan.

Pada akhir Mei 2021 silam Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan pentingnya untuk terus berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

“Saya berharap tercipta pengelolaan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan di Nusa Dua, Sanur, dan Ubud. Sehingga dapat dijadikan sebagai contoh konkrit untuk meningkatkan kepercayaan pasar domestik dan mancanegara, demi reputasi destinasi pariwisata Indonesia,” kata Sandi.

Mau tahu apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di ketiga kawasan itu? Yuk simak!

Ubud
Kawasan Ubud masuk dalam teritori Kabupaten Gianyar yang terkenal memiliki banyak seniman berbakat, dan bisa dikatakan pusat budaya dan seni di Bali. Sehingga tak heran jika nuansa di Ubud kental dengan unsur kesenian.

Selain itu, keindahan alam juga menjadi keunggulan pariwisata Ubud. Siapa pun dapat dengan mudah menemukan bukit, sawah, serta sungai yang masih alami.

Nusa Dua
Nusa Dua identik dengan kawasan resor mewah kelas dunia. Sebagian besar wisatawan yang berlibur ke Nusa Dua tertarik untuk liburan ke pantai pasir putih.
Selain aktivitas di pantai, wisatawan juga dapat menonton pertunjukan budaya serta mengunjungi museum Pasifika di Nusa Dua Bali.

Sanur
Sebagai kawasan wisata, Sanur dikenal wisatawan sebagai kawasan tempat wisata yang lebih tenang serta pantai ramah untuk anak berenang.
Karena ketenangan kawasan Sanur, dan pantai Sanur aman untuk anak-anak berenang, membuat tempat wisata Sanur diminati wisatawan keluarga, dan orang tua.

Tentunya semua kegiatan di sana akan bisa terlaksana dengan disiplin menerapkan prokes (jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan dengan sabun). Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf Indonesia, follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook : @pesonaid_travel atau kunjungi website www.indonesia.travel/ JOURNEY OF INDONESIA

Sudah sejak lama, Bali yang sering disebut sebagai Pulau Dewata merupakan destinasi wisata andalan di Indonesia. Semua wisatawan, baik dari nusantara ataupun mancanegara selalu ingin datang dan kembali ke Bali. Sehingga tak mengherankan jika tempat yang populer dan diminati oleh banyak orang ini menjadi lumbung devisa bagi daerah ini.

Namun, situasi pandemi yang terjadi secara masif ini membuat semua destinasi wisata harus beradaptasi dengan sebuah situasi yang baru, tak terkecuali dengan Bali.

Salah satu solusi yang dilakukan oleh pemerintah guna mengembalikan gairah industri pariwisata tanah air, adalah bergerak menuju arah pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, pada akhir Mei 2021 lalu bahwa wisata edukasi seperti kunjungan ke museum yang ada di Ubud, Bali sejalan dengan arah pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas.

"Kami ingin wisata edukasi wisata berbasis budaya berkearifan lokal, dengan penekanan pada wisata berkualitas dan berkelanjutan yang akan menjadi tema utama," kata Menparekraf

Salah satu pura di Ubud Bali IstSalah satu pura di Ubud, Bali (Ist)

Sandiaga mengatakan, kawasan Ubud memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata edukasi berbasis budaya. Selain museum, Ubud juga memiliki sejumlah galeri seni terkemuka dan desa-desa wisata seperti desa adat Mas yang terkenal dengan produk kriya berupa ukiran kayu.

Tak cuma itu saja, daya tarik utama Pulau Bali tentu saja terdapat pada wisata pantainya. Hampir semua wisatawan yang berlibur di Bali memasukkan pantai ke dalam daftar kunjungannya.

Bali tak cuma unggul dalam sisi pariwisata, tapi juga ekonomi kreatif (ekraf). Banyak sekali produk ekraf khas Bali yang bisa dijadikan buah tangan untuk kerabat dan keluarga, mulai dari kudapan yang menggugah selera seperti pai susu hingga kopi, sampai dengan kerajinan tangan yang istimewa.

Selama berlibur di Bali, jangan abaikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun di mana pun kalian berada ya! Karena kita kembali ke Bali tak hanya untuk bersenang-senang, tapi juga membantu membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Nah, agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf yuk follow akun IG @pesonaid_travel./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 7