Keberadaan UU Kefarmasian dan Kemandirian Farmasi Nasional sangat dinantikan dan dibutuhkan bangsa Indonesia. Selain untuk meningkatkan ketahanan nasional dengan upaya kemandrian di bidang farmasi dengan mengurangi ketergantungan bahan baku obat dari luar negeri, Undang Undang ini juga menjadi dasar hukum bagi pemerintah dalam memfasilitasi dan memberikan insentif bagi pengembangan sediaan farmasi produksi dalam negeri.

Disamping itu juga menjamin dan memberikan kepastian hukum bagi Apoteker, dalam menjalankan Praktik Kefarmasian yang merupakan masa depan mahasiswa calon Apoteker yang tergabung dalam organisasi ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia).

Atas dasar hal tersebut, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia memberikan dukungan penuh atas rencana kegiatan aksi ISMAFARSI yang diselenggarakan pada Jumat, 19 November di Gedung DPR RI. Aksi akan melibatkan segenap mahasiswa farmasi di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut dituangkan dalam surat bernomor B1.1086/PP.IAI/1822/XI/2021, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang serta Sekjen apt Nofendri Roestam, SSi.

"PP IAI mendukung penuh kegiatan adik-adik ISMAFARSI dalam menyampaikan aspirasi ke DPR RI, sepanjang dilakukan sesuai peraturan yang berlaku, menjaga ketertiban umum dan menerapkan protokol kesehatan," ungkap Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang.

Menurut Nurul Falah, PP IAI memandang penting kegiatan ini dalam rangka mendorong DPR RI agar berkenan menjadikan RUU Kefarmasian dan Kemandirian Farmasi Nasional ke dalam Prolegnas Prioritas tahun 2022 dilanjutkan dengan pembahasan yang pada saatnya disahkan menjadi Undang-undang.

Sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan oleh PP IAI dalam mewujudkan RUU Kefarmasian dan Kemandirian Farmasi Nasional, yaitu :
1. Menyampaikan Naskah Akademik dan draft awal RUU Kefarmasian dan Kemandirian Farmasi Nasional kepada Alat Kelengkapan DPR RI (Pimpinan, Komisi IX, Badan Legislasi dan Fraksi)
2. Menyampaikan permohononan audiensi kepada Alat Kelengkapan DPR RI, 12 Kementerian/Lembaga dan DPD
3. Mendapatkan kesempatan beraudiensi dengan Fraksi dan kementerian/Lembaga, diantaranya :
a. Fraksi PKS (21 September 2021)
b. Fraksi PKB (23 September 2021)
c. Fraksi PAN (23 September 2021)
d. LKPP (12 Oktober 2021)
e. Kemenko Perekonomian (19 Oktober 2021)
f. Ditjen Farmalkes Kemenkes RI (4 November 2021)
g. Kemenko PMK (9 November 2021)
4. Menghimpun masukan dari stakeholder untuk penyempurnaan muatan RUU (on going)

Nurul Falah berharap agar kegiatan aksi tersebut dapat dijamin aman, lancar, tertib dan terkendali, serta aspirasi ISMAFARSi ini dapat diterima dan ditindaklanjuti oleh DPR RI sebagaimana harapan kita bersama.

Sementara itu, Sekjen ISMAFARSI, Damas Raja mengatakan, aksi yang dilakukan mulai pukul 13.30 wib tersebut akan diikuti oleh 50 mahasiswa farmasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Aksi ini merupakan tindaklanjut Tuntutan Tritura Farmasi (Tri Tuntutan Rakyat Farmasi) pada saat Hari Kesehatan Nasional, 12 November 2021, dengan tuntutan memasukan dan mendesak RUU Kefarmasian masuk dalam pembahasan Prolegnas Prioritas 2022," ungkap Damas mengenai aksi yang akan mengambil rute Gelora Bung Karno – Depan TVRI – Palmerah – DPR RI ini. ISMAFARSI menuntut Tritura Sebagai Revolusi Farmasi Untuk Kesehatan Negeri.

Damas mengungkap bahwa RUU Kefarmasian bukan kepentingan ISMAFARSI, farmasi, atau apoteker. Melainkan kepentingan kesehatan masyarakat secara umum. Maka dari itu Aliansi Organisasi Mahasiswa Kesehatan (AOMKI) juga turut mendukung kegiatan tersebut.

Aksi ini juga menuntut agar paling lambat satu bulan setelah hari ini, ISMAFARSI dan IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) sebagai organisasi profesi serta leading sector elemen kefarmasian duduk bersama dengan DPR RI dalam menyempurnakan draft tersebut./ JOURNEY OF INDONESIA

Penggunaan teknologi informasi diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan ditengah pandemic Covid-19 sekarang ini. Pemerintah selalu mendukung upaya pemanfaatan teknolog dalam dunia kesehatan, salah satunya menerbitkan Permenkes mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi terkait pelayanan Kesehatan.

Saat membuka Rakernas dan PIT Ikatan Apoteker Indonesia, Kamis pada 26 Agustus 2021 secara virtual, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mengatakan Kementerian Kesehatan sangat mengapresiasi Langkah IAI dalam menyelenggarakan pertemuan ilmiah ini. Upaya memajukan dan mentransformasikan praktek kefarmasian ini oleh Kementerian Kesehatan diharapkan bisa menjadi momentum bagi apoteker untuk menginkatkan pelayanan Kesehatan.

Rakernas dan PIT IAI 2021 diselenggarakan pada 23-28 Agustus secara virtual ini, digelar atas kerjasama Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia dan Pengurus Daerah IAI Kalimantan Timur. Diikuti oleh hampir 4000 apoteker dari seluruh Indonesia, kali ini mengangkat tema ‘The Opportunities of Pharmacists’ Digital Services in Pandemic Recovery’.

Lebih lanjut Wamenkes Dante mengatakan, apoteker sebagai salah satu tenaga Kesehatan yang melayani masyarakat secara langsung, diharapkan dapat beradaptasi untuk mengimplementasikan teknologi komunikasi dan informasi secara komprehensif dan holistic.

"Selamat atas Rakernas dan PIT IAI 2021, semoga menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam pandemi saat ini, dengan memanfaatkan teknologi digital pada pelayanan kefarmasian," jelas Wamenkes.

Kepala BPOM Penny K. Lukito IstKepala BPOM Penny K. Lukito (Ist)

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit juga menyempatkan menyampaikan ucapan selamat atas diselenggarakannya Rakernas dan PIT IAI. Menkes mengharapkan peran lebih besar dari apoteker untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Apresiasi yang sama diberikan oleh Kepala BPOM Penny K. Lukito serta Gubernur Kaltim, Dr H Ihsan Noor, MSi yang juga hadir memberikan sambutan. "Digitalisasi sangat penting dalam upaya memberikan pelayanan kefarmasian, baik kini maupun di masa depan," tutur Penny.

Sementara Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, tema yang diambil kali ini sangat kekinian, actual dan up to date untuk dibahas. Ini agar apoteker tidak gagap dan gugup menghadapi teknologi digital di bidang kesehatan, utamanya dalam praktek kefarmasian diseluruh pharmaceutical sites mulai industri farmasi, distribusi farmasi dan pelayanan kefarmasian.

Saat ini teknologi informasi begitu digdaya berevolusi dan digitalisasi menjadi anak kandungnya, dunia kesehatan termasuk kefarmasian, bahkan seluruh aspek kehidupan mengalami keadaan yang penuh gejolak (volatility), ketidakpastian (uncertainty), situasinya menjadi kompleks dan rumit (complexity) dan serba tidak jelas (ambiguity), yang kalau disingkat menjadi VUCA.

"Kebayang kan, bahwa dunia kefarmasiaan juga tidak lepas dari VUCA. Sehingga kalau praktik kefarmasian yang kita lakukan masih secara konvensional, maka bukan tidak mungkin kalau di masa yang tidak terlalu lama ke depan menjadi using bin tunggang langgang," ungkap Nurul Falah.

Gubernur Kaltim Dr H Ihsan Noor MSi IstGubernur Kaltim, Dr H Ihsan Noor, MSi (Ist)

Melalui Rakernas dan PIT Virutal 2021 ini, Ikatan Apoteker Indonesia untuk kesekian kalinya berupaya menganalisis, menambah pengetahuan, meningkatkan kompetensi digital agar profesi apoteker semakin digandrungi masyarakat dan berkontribusi besar, yaitu manfaatnya dirasakan oleh negara dan bangsa. "Pendeknya, apoteker harus bersahabat akrab dengan wilayah digital," tegas Nurul lagi.

Beberapa jawaban untuk lebih akrab dengan dunia teknologi digital disajikan dalam rakernas dan PIT Virtual 2021. Ada 42 webinar digelar secara pararel yang bukan hanya menghadirkan narasumber berlevel nasional tetapi juga mendunia.

Di sesi motivasi, hadir Jamil Azzaini di forum Rakernas dan di forum inspirational session, Jumat 27 Agustus mulai pukul 18.30 WIB hadir Levana Sani, Co-Founder 7 CEO Nalagenetics, apt Susanti, PhD, Co-Founder PathGen Diagnostic, Indra Rudiansyah MSc, DPhil Student Jenner Institute University of Oxford, anggota Tim Uji Klinis Covid-19 Astra Zeneca dan dipandu apt Drs Indiarto Priadi, seorang jurnalis dan presenter TV./ JOURNEY OF INDONESIA

Ketua Umum Pengurus Pusat Apoteker Indonesia, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang, pada Rabu, 25 Agustus 2021 melantik Perhimpunan Farmasi Militer dan Perhimpunan Saintis Farmasi Indonesia. Pelantikan ini sekaligus menandai ditutupnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Apoteker Indonesia 2021 secara daring, yang berlangsung sejak Senin, 23 Agustus 2021 lalu.

Pagi harinya, Kamis, 26 Agustus 2021, dilanjutkan dengan pembukaan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) yang akan berlangsung hingga Sabtu, 28 Agustus 2021.

Nurul Falah dalam Rakernas sebelumnya menyampaikan, Indonesia sedikit tertinggal dalam hal pengembangan Perhimpunan Farmasi Militer (Hisfarmil), mengingat negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah lebih dulu memilikinya.

"Setiap kali pertemuan FIP (The International Pharmaceuticl Federation), Organisasi Farmasi Sedunia, selalu ada seksi farmasi militer, dan kedua negara tetangga kita selalu menghadirkan perwakilannya dengan menggunakan seragam militer lengkap. Alhamdulillah, kini Indonesia juga sudah memiliki Perhimpunan Farmasi Militer," ungkap Nurul Falah di depan sidang pleno Rakernas IAI 2021.

Hal senada disampaikan oleh Prof Dr apt Yahdiana Harahap, MSi, yang merupakan salah satu pelindung Hisfarmil. Yahdiana saat ini adalah Guru Besar Fakultas Farmasi UI dan juga Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pertahanan. "FIP sudah memiliki seksi Farmasi Militer sejak tahun 1952, jadi kalau Indonesia baru memiliki sekarang, sebenarnya bisa dikatakan terlambat. Pendidikan Farmasi Militer sangat berbeda dibanding pendidikan farmasi pada umumnya. Di farmasi militer ada kurikulum Pendidikan kemiliteran," terang Yahdiana.

Sore itu, Nurul Falah melantik Ketua Perhimpunan Farmasi Militer, Kolonel Kes Dr Apt Drs Yuli Subiakto, MSi, Sekretaris Dr apt Bantari Wisnu KW, M.Biomed, Bendahara apt Editha Romesten, MSc. Dewan Penasehat antara lain ReKtor Universitas Pertahanan, Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Kepala Puskes TNI, Kepala Puskes AD dan Dekan Fakultas Farmassi Militer Universitas Pertahanan.

Kolonel Kes Dr Apt Drs Yuli Subiakto MSi IstKolonel Kes Dr Apt Drs Yuli Subiakto, MSi (Ist)

Dalam kesempatan itu, Yuli Subiakto menyampaikan pentingnya dibentuk Perhimpunan Farmasi Militer, mengingat prajurit TNI bekerja dalam lingkungan yang sangat berbeda dibanding masyarakat pada umumnya. Perubahan lingkungan kerja tersebut berdampak terhadap fisiologis tubuh, nasib obat dalam tubuh, nasib makanan dan minuman, sehingga prajurit TNI perlu dilatih indoktrinasi dan Latihan fisiologi (aerofisiologi, hiperbarik fisiologi).

Menurut Yuli, saat ini kemandirian farmasi nasional masih merupakan cita-cia bangsa dalam wujudkan kedaultan bidang kesetahan. Upaya mengembangkan formula sediaan farmasi, bahan baku aktif, bahan tambahan, bahan pengemas (antibiotika), nonantibiotika, simtomatik, suplemen, PKRT, Alkes habis pakai dengan memanfaatkan sumberdaya alam (tumbuhan, hewan, mineral).

Pengembangan farmasi militer dilakukan dalam rangka dukungan Kesehatan, kosmetika militer, nutrasetikal militer, toksikologi militer, ransum militer, bahan dekontaminsasi CBRNE, pengendali huru hara yang aman (riot control agent) dan pelayanan Kesehatan masyarakat.

Untuk itu Kemhan dan TNI mengembangkan industri farmasi, biomedis dan vaksin, antara lain melalui Lembaga farmasi Puskesad, Lembaga Biomedis Puskesad, Lembaga Biologi dan vaksin Puskesad, Lembaga Farmasi Angkatan Laut dan Lembaga Farmasi Angkatan Udara.

Dalam kesempatan yang sama, Nurul Falah juga melantik pengurus Perhimpunan Saintis Farmasi Indonesia yang diketuai oleh apt Firzan Naimu, M. Biomed.Sc, PhD dengan Sekretaris apt Muh Akbar bahar, M.Pharm, PhD dan Bendahara apt Eka Noviana, MS, PhD. Dewan penasehat antara lain Prof Dr apt Yahdiana Harahap, MS, Prof Dr apt Elly Wahyudin, DEA dan Prof Dr apt Edy Meiyanto, MSi./ JOURNEY OF INDONESIA

Dalam masa pandemi saat ini, kemandirian dalam industri obat-obatan dan alat kesehatan harus menjadi prioritas bersama dan dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa untuk mencukupinya. Secara alami, pandemi ini juga yang telah membangkitkan rasa krisis dalam dunia farmasi untuk memacu kegiatan riset, mengembangkan inovasi-inovasi, merevitalisasi industri bahan baku obat di dalam negeri, hingga memperkuat struktur manufaktur industri farmasi nasional.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama melakukan reformasi sistem kesehatan nasional secara besar-besaran. Hal tersebut disampaikannya pada saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia.

"Kita tahu bahwa sekitar 90 persen obat dan bahan baku obat masih mengandalkan impor. Padahal negara kita sangat kaya dengan keberagaman hayati baik di daratan maupun di lautan. Hal ini jelas memboroskan devisa negara, menambah defisit neraca transaksi berjalan, dan membuat industri farmasi dalam negeri tidak bisa tumbuh dengan baik," ujarnya dalam video yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 5 November 2020.

Presiden melanjutkan bahwa kekayaan keragaman hayati Indonesia harus dijadikan modal dasar dalam kebangkitan industri obat dalam negeri. Keragaman hayati harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat di bidang kesehatan. Obat fitofarmaka juga perlu difasilitasi untuk melewati uji klinis dan standarisasi sehingga menjadi pilihan pengobatan promotif dan preventif.

Presiden Joko Widodo IstPresiden Joko Widodo (Ist)

Kebangkitan industri farmasi nasional nantinya diharapkan akan sekaligus memperkuat perekonomian nasional, baik yang bekerja di hulu maupun di hilir industri, dan meningkatkan kesejahteraan para petani serta UMKM.

Selain itu, memanfaatkan momentum penanganan pandemi, Presiden juga mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat mulai dokter, perawat, apoteker, dan profesi lainnya untuk ambil bagian dalam penanganan pandemi terutama untuk membantu kesuksesan program vaksinasi Covid-19.

Melalui pelaksanaan Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Ikatan Apoteker Indonesia ini pula, kepala negara berharap nantinya hal tersebut melahirkan banyak gagasan dan rencana-rencana aksi untuk membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan kemandirian obat dalam negeri./ JOURNEY OF INDOONESIA