Festival tari kontemporer berskala Internasional yang digelar dua tahunan, Indonesian Dance Festival (IDF) 2020 bakal digelar pada 7 November 2020. Seperti event lainnya dimasa pagebluk ini, pelaksanaan IDF ke 15 ini beralih ke panggung virtual. IDF 2020 akan diselenggarakan pada 7-14 November 2020 dengan menghadirkan panggung ke rumah masing-masing penikmat seni kontemporer lewat website dan YouTube IDF.

Dalam press conference yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (27/10/20), Tim Pengarah IDF 2020, Ina Surya Dewi, menuturkan bahwa pandemi membuka kemampuan eksplorasi di wadah yang baru bagi seni tari. “Kami mencari cara agar dapat tetap produktif sebagai individu maupun kolektif untuk dapat berkreasi dengan tetap aman,” lanjutnya.

Lewat tema DAYA: Cari Cara yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, IDF 2020 ingin menularkan semangat berkarya dan berkembang kepada seluruh seniman seni pertunjukan dan publik. Festival ini memiliki tiga program utama, yakni Performances, Kampana, dan zip.Conversations

Dalam program Performances, para penikmat seni dapat menikmati karya seni yang menjadi salah satu titik tolak perkembangan tari kontemporer di Indonesia dan Internasional. Pertunjukan akan diisi oleh empat seniman Eun Me Ahn (Korea Selatan) yang menciptakan 1'59 Project Indonesia dalam format video, kolektif Gymnastik Emporium (Yogyakarta) dengan #SKJ2020. Juga ada Ayu Permata Sari (Lampung) dan Hari Ghulur (Madura).

Sementara itu di Kampana, terdapat pemberdayaan seniman tari muda dan upaya untuk memberikan mereka akses untuk mengembangkan gagasannya, sedangkan zip.Conversations akan membicarakan dampak pandemi terhadap aktivitas dan eksistensi ketubuhan kita.

Virtual Conference IDF 2020 IstVirtual Conference IDF 2020 (Ist)

Bertransformasi dengan nama IDF2020.zip, IDF 2020 memposisikan dunia tari sebagai sesuatu yang dapat menyusut dan berkembang dengan adaptif secara dinamis. Meskipun terbatas karena pelaksanaan virtual, tahun ini justru menjadi kesempatan bagi IDF untuk menjangkau publik secara lebih luas tanpa batas. Terdapat beberapa kurator dalam rangkaian program IDF2020.zip, seperti Agnesia Linda Mayasari, Nia Agustina, Rebecca Kezia, hingga Arco Renz dari Belgia.

"Kami selalu mengedepankan edukasi. Apa sih yang ingin dibawa oleh seni tari kontemporer Indonesia dan Internasional. Apa sih yang bisa dilakukan seni tari kita di masa sekarang, sebenarnya beraneka ragam. Kami berharapnya IDF menjadi tempat berkumpulnya ekosistem seni tari kontemporer Indonesia dan dunia," tambah pendiri IDF Maria Darmaningsih.

Selama perjalanannya, bukan kali pertama IDF menghadapi sebuah tantangan. Sebelumnya, festival ini dilaksanakan saat resesi ekonomi hingga masa-masa dimana politik Indonesia menjadi isu yang hangat diperbincangkan.

Nungki Kusumastuti, selaku pendiri sekaligus tim pengarah IDF juga menyampaikan bahwa bertahan dan berdaya jadi modal bagi manusia di masa pandemi seperti sekarang ini. Pihaknya juga sudah merencanakan festival ini sejak tahun lalu namun harus menyesuaikan seiring pandemi Covid-19 ini./ JOURNEY OF INDONESIA

Dalam masa global pandemi saat ini, hiburan atau showbiz dalam bentuk virtual semakin banyak diminati sehingga para pelaku bisnis atau penyelenggara acara berlomba-lomba ikut meramaikan dunia maya dengan berbagai acara kreatif dengan konten acara hiburan yang beraneka ragam.

Seperti pada pertengahan Mei lalu, PK Entertainment menggelar festival yang sesuai dengan kondisi pandemi saat ini yang bertajuk Indonesia Online Fest Vol.01. Masyarakat Tanah Air dihibur dengan berbagai acara seru bahkan edukatif tanpa perlu meninggalkan rumah mereka. Melihat respons yang positif dari masyarakat, PK Entertainment pun kembali menggelar festival hiburan virtual itu dan kali ini dinamai Indonesia Online Fest Vol.02.

Festival daring terbesar di Indonesia edisi ke-2 ini akan diadakan selama tiga hari, Jumat sampai Minggu pada 31 Juli-2 Agustus 2020 di berbagai platform digital.

Event yang menghadirkan beragam konsep acara seperti sebelumnya dari mulai kompetisi eSports, webinar, workshop, kelas online, kompetisi cosplay, sampai nonton bareng. Dalam ranah edukatifnya, pihak penyelenggara sudah menyiapkan berbagai topik, ada telemedicine/ telehealth, women empowerment, education & Digital Literacy, entrepreneurship, entertainment, digital marketing, hingga gaming dapat dipilih untuk diikuti sesuai minat.

IOF Vol.2 Line Up IstIOF Vol.2 Line Up (Ist)

Untuk daftar pengisi acaranya, saat ini pihak penyelengara Indonesia Online Festival Vol.02 sudah mengumumkan siapa saja yang mengonfirmasi hadir. Dari sisi hiburan ada Dipha Barus, Dimas Beck, Nussa Official, Miracle in Cell No 7, dan Jovial da Lopez.

Selanjutnya dihadirkan juga Didet Maulana, Kezia Aletheia, Monica Ivena, Miceraa, Rinaldy Yunardi, Diva The Series, Nussa Official, Hanung Bramantyo, Vino G. Bastian, Graciella Abigail, Indro Warkop, Tora Sudiro, Rigen, Indra Jegel, Bryan Domani & Mawar de Jongh dan lainnya yang nanti akan kembali diumumkan PK Entertainment.

Selain hiburan, Indonesia Online Fest Vol.02 juga sudah menyiapkan narasumber dalam acara talkshow dengan pelaku industri. Ada Direktur Siloam Hospitals Group dr. Grace F. Indradjaja, Managing Director of SMESCO Leonard Theosabrata, Head of Marketing Indonesia Veronica Utami, Philippines & SEA Next Billion Users of Google, Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi, Chief Digital Transformation of Unilever Indonesia Sri Widowati, Head of Marketing Indonesia & Malaysia at Facebook Hilda Kitti, CEO of Sunlife Financial Indonesia Elin Waty, Founder of Union Group Jennifer Karjadi, Founder of Mau Belajar Apa Jourdan Kamal, dan lainnya.

Serupa dengan Indonesia Online Fest sebelumnya, pada festival virtual daring jilid kedua ini akan ada acara yang berbayar dan yang gratis. Bagi yang ingin melihat informasi selanjutnya atau memesan tiket untuk acara berbayar di Indonesia Online Festival Vol.02, Anda bisa langsung masuk ke laman www.indonesiaonlinefest.com./ JOURNEY OF INDONESIA

Setelah sempat diundur dalam ketidakpastian waktu, akhirnya penyelenggaraan FLAVSA Hip Hip, Soul, R&B Festival besutan promotor Visicita Network dan Dyandra Promosindo akan terselenggara pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2020 dengan konsep baru.

Festival yang semula akan terlaksana pada 4 dan 5 April 2020, namun terpaksa diundur akibat wabah pandemi Covid-19 yang mulai merebak di Indonesia pada awal bulan Maret lalu. Nah, seiring dengan berjalannya waktu, setelah pihak penyelenggara melakukan diskusi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sesama pelaku seni pertunjukan, maka diambillah keputusan untuk merubah konsep acara menjadi virtual festival.

Langkah ini diambil demi menyejukan haus dahaga penikmat musik akan sajian pertunjukan dari musisi Hip Hop, Soul R&B terbaik di tanah air. Keistimewaan dari FLAVS Virtual Festival nantinya akan mengadopsi gaya lama memilih dan menikmati pertunjukan yang sedang berlangsung secara simultan dari 4 studio yang berbeda dan disaksikan secara online.

Sejauh ini, terselenggaranya konsep baru FLAVS dipastikan akan mengikuti himbauan dan instruksi pemerintah mengenai standar protokol kesehatan bebas Covid-19 sehingga tercipta rasa aman dan nyaman akan perlindungan kesehatan bagi kru dan artis yang terlibat saat festival berlangsung.

Seperti yang disampaikan oleh Tri Sasongko Santoso selaku Technical Director FLAVS Virtual Festival bahwa menurutnya FLAVS Virtual Festival secara teknis djalankan dengan sistem broadcast yang dapat diakses melalui internet, sehingga di masa pandemi ini para penggemar musik Hip Hop, Soul, R&B masih tetap dapat menikmati suguhan pertunjukan dari rumah sambil berinteraksi secara virtual tanpa harus bersentuhan fisik.

Dari sisi penampil, sebelum terjadinya pandemi Covid-19, FLAVS Festival telah mengumumkan sejumlah nama artis internasional yang direncanakan tampil pada bulan April lalu, seperti Tyga (Amerika), Azealia Banks (Amerika), dan Lil Pump (Amerika). Namun melihat perkembangan situasi dan kondisi yang hingga kini tidak memungkinkan bagi mereka untuk tampil di FLAVS, maka pihak penyelenggara menyatakan akan tetap melangsungkan acara secara online tanpa adanya artis internasional.

Di sisi lain, FLAVS Virtual Festival akan menampilkan 48 musisi tanah air sebagai bintang utama festival, diantaranya: Tuan Tigabelas, Yura Yunita, Jemima, Iwa K, Brown Sugar, Maliq & D’Essentials, Ramengvrl, Ras Muhamad, Rinni Wulandari, Teza Sumendra dan lainnya.

FLAVS Lineup IstFLAVS Lineup (Ist)

Menanggapi hal tersebut, Program Director Flavs Festival, Yacko menyebutkan jika acara ini bakal fokus pada musisi hip hop dalam negeri. "Kita fokus dulu ke musisi nasional, untuk mengedepankan ke musisi nasional, untuk internasional artisnya akan kita alihkan ke tahun depan," kata Yacko dalam konferensi pers virtual Flavs Virtual Festival, Rabu (24/6).

Yacko melanjutkan, Flavs Virtual Festival sendiri ingin membangun semangat musisi nasional agar terus semangat berkarya di tengah pandemi. "Kenapa fokus ke musisi nasional? Karena yang terdampak sekali dari pandemi ini yang kebanyakan atau semuanya manggungan itu kan jadi pekerjaan utama. Nah ini tiba-tiba enggak bisa sama sekali (akibat pandemi),” jelas Yacko.

Meski digelar secara virtual, pihak penyelanggara juga bakal tetap menyediakan empat panggung. Penonton pun bebas memilih penampil mana yang ingin ditonton. "Penonton bisa sesuka hati pindah stage, jadi dari stage dua tiba-tiba mau ke stage empat, ya bisa pindah ke stage empat,” jelas Festival Director Flavs, Muhammad Riza.

Bagi pemilik tiket kategori FLAVS Daily Pass, dapat berinteraksi dengan antar sesama penonton di chat room. Namun bagi pemilik tiket kategori Home Weekend Party, akan memiliki aksesibilitas interaksi lebih atraktif dengan hadirnya fitur penampakan visual penonton, sehingga dapat berinteraksi dengan sesama penonton Home Weekend Party lainnya atau bahkan dengan artis yang sedang tampil.

FLAVS Virtual Festival dapat dinikmati audiens secara online di rumah masing-masing selama 12 jam non-stop.

Info lainnya adalah bagi penonton yang telah sempat membeli tiket secara online untuk festival ini sebelumnya, pihak penyelengara bakal mengembalikan seluruh biaya pembelian tiket kepada calon penonton Flavs Festival 2020, sejak Rabu (24/6). Dalam 14 hari ke depan tiket sudah dapat di-refund.

Jadi, siapapun yang ingin menonton Flavs Virtual Festival harus kembali melakukan pembelian tiket. Festival yang akan dilangsungkan secara virtual pada 15-16 Agustus 2020 mendatang ini, akan dilakukan penyesuaian harga tiket baru dan bisa didapatkan website www.flavs.id./ JOURNEY OF INDONESIA

Panggung Special Show hari ketiga Java Jazz Festival 2020 ditutup oleh kehadiran penyanyi asal Amerika, Omar Apollo. Sejak awal tirai panggung dibuka, hentakan musik diikuti oleh liukan tarian Omar memasuki panggung sontak membuat riuh rendah panggung utama di BNI Hall stage.

Pria berdarah Meksiko bernama asli Omar Velasco ini hadir mengenakan blazer keemasan, kemeja putih, dan celana hitam dan langsung membuka penampilan dengan lagu 'Ashamed' dan langsung dikesinambungkannya dengan lagu 'Kickback'.

“Halo Jakarta, rasanya menyenangkan berada di sini,” sapa Omar setelah memainkan dua lagu tersebut.

Omar Apollo3 IbonkOmar Apollo (Ibonk)

Penonton pun bersorak menyambut sapaannya dan Omar tertawa riang melihat respons hangat dari ratusan orang di hadapannya. Segera saja iapun melanjutkan misinya untuk menghibur penggemarnya malam itu dengan tunggalan 'Frio'. Tanpa jeda, ia bergerak lincah menyapu seluruh sisi pangung lewat gerakan-gerakan enerjiknya yang tak biasa.

“Apakah kalian ingin menari? Ya aku juga ingin menari,” katanya di tengah-tengah lagu 'Ignorin'. Selepas itu ia membawakan lagu 'Unothered' dengan memainkan gitar elektrik. “Aku bernyanyi lagu untuk kalian semua. Kalau kamu tahu lagunya, mari bernyanyi”, ajaknya.

Usai menghadirkan lagu tersebut, Omar pun melanjutkan pertunjukannya dengan tembang 'Erase". Para penonton pun semakin semangat berdendang dan bergoyang mengikuti alunan lagu.

Omar Apollo 2 IbonkTampil enerjik Omar Apollo menjadi penutup manis JJF 2020 (Ibonk)

Aksi Omar Apollo kemudian dilanjutkan dengan lagu 'Interlude' dan 'Trouble'. Mencoba kesan berbeda, penyanyi berusia 22 tahun itu mengambil kembali gitarnya dan melantunkan lagu 'Brake Lights' dan dilanjutkan dengan lagu 'Cool Cat' milik Queen, 'Hit Me Up' dan lagu terpopulernya 'U Got Me'.

Penampilan Omar diakhiri dengan lagu 'So Good' dan lagu dalam bahasa Spanyol 'Hijo de Su Made' dan menutup pertunjukannya dengan total sebanyak 13 lagu telah dihadirkannya./ JOURNEY OF INDONESIA

Akselerasi Entertainment kembali menggelar sebuah festival musik di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta pada Sabtu 25 Juli 2020. Gelaran yang pertama kalinya ini bertajuk Everblast Festival, dengan mengusung konsep era tahun 2000-an.

Sebelumnya Akselerasi Entertainment menjadi Promotor The 90's Festival yang sukses digelar beberapa waktu lalu. Everblast Festival hadir untuk menjawab kerinduan generasi millenial saat ini terhadap lagu-lagu yang viral diputar diberbagai tempat beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya sejak dua tahun lalu permintaan terhadap lagu-lagu era 2000-an semakin besar. Ternyata banyak yang kangen dengan lagu era tersebut. Everblast Festival juga hadir untuk menjawab kerinduan generasi miliennial dan melihat fenomena banyaknya lagu-lagu nostalgia era 2000-an yang menjadi viral diputar di berbagai tempat," ujar Arinda selaku Promotor Everblast di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (3/3/2020).

Tepat dua dekade, Everblast Festival menjawab kerinduan dengan menghadirkan para musisi yang hits di era tahun 2000. Pada fase pertama, Everblast Festival akan menghadirkan 9 artis dan musisi nasional dan internasional.

Sebagai line up internasional, Akselerasi Entertainment akan menampilkan Hoobastank dan Secondhand Serenade yang memeriahkan panggung Everblast Festival. "Dua band ini booming di tahun 2000-an, lagu 'The Reason' milik Hoobastank asal Amerika Serikat ini tak asing lagi. Secondhand Serenade juga akan menghibur para pengunjung dengan hits-hits terbaiknya, seperti 'Your Call', 'Fall for You' dan masih banyak lagi. Mereka sejak tahun lalu siap datang ke Indonesia," beber Arinda.

Suasana press conference event Everblast Festival IstSuasana press conference event Everblast Festival (Ist)

Musisi-musisi nasional juga akan turut melengkapi panggung Everblast Festival untuk mengobati kerinduan penikmat musik era 2000-an. J-Rocks featuring Prisa akan kembali menghibur pengunjung dengan lagu hitsnya 'Kau Curi Lagi'. Selain itu akan ada penampilan dari Glenn Fredly, Andra and The Backbone, Letto, Sindentosca, Rocket Rockers hingga Efek Rumah Kaca.

"Line up ini akan masih bertambah baik musisi nasional dan internasional. Selain musik kami juga akan menampilkan suasana nostalgia di tahun 2000-an secara keseluruhan," lanjut Arinda.

Tiket mulai akan dijual pada Kamis, 5 Maret 2020 dengan dua kelas, yaitu Festival dan & Superfestival. Pada kelas Premium GA pemilik tiket memiliki beberapa benefit tambahan seperti, dapat langsung menonton artis idolanya tepat didepan panggung, memiliki jalur antrian tersendiri pada saat masuk ke venue, dan toilet khusus sehingga membuat pengalaman menonton Everblast Festival lebih nyaman dan menyenangkan. Tiket Festival akan dibanderol mulai Rp 400.000,- sedang Superfestival dibanderol mulai Rp. 950.000 Sebagai informasi, penjualan tiket bisa dilihat langsung di website www.akselerasientertainment.com atau Instagram @akselerasi.ent.

"Pastikan untuk standby ketika penjualan tiket dibuka , karena kuota sangat terbatas dan animo masyarakat cukup tinggi untuk menonton band-band tahun 2000an ini, dan jangan menyesal ketika tiketnya kehabisan," tutup Arinda./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 5