Perjalanan panjang band yang beranggotakan Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy ini telah sampai di tahun ke-25. Mimpi, imajinasi, doa dan support yang telah dijalani GIGI band terlewati sudah. Sebagai band papan atas GIGI selalu memberikan yang terbaik dengan menghasilkan karya setiap tahunnya.

Merayakan ulang tahun ke-25 pada kali ini GIGI mempersembahkan sebuah Exclusive Box Set "Silver" yang berisikan barang-barang memoribilia milik para personil GIGI baik personal maupun group. Menariknya, disaat orang banyak mulai menganggap album musik fisik sudah tidak relevan lagi dengan era digital, GIGI justru menunjukkan nyalinya dengan merilis kumpulam karya terbarunya dengan format ekslusif yang bisa dikoleksi oleh para penggemarnya.

"Setiap perayaan ultah GIGI kita memang pingin buat sesuatu yang berbeda. Dulu pernah bikin buku waktu ultah, nah sekarang pertama kalinya kita bikin sebuah diary yang memorable dari sisi personil masing-masing. Ini sisi lain dari kita," ujar Gusti diacara peluncuran exclusive box set di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (2/11/2019).

Armand Maulana sang vokalis GIGI juga mengungkapkan, bahwa sebuah band yang sudah malang melintang selama 25 tahun pastinya ingin memberikan sesuatu yang momeribilia bagi penggemarnya, dan bukan suatu yang mudah mewujudkan hal tersebut. Diperlukan juga kreatifitas untuk memberikan sesuatu yang nantinya bisa dikenang sebagai sebuah karya, salah satunya yaitu dengan ide dari sisi personal masing-masing personil band itu sendiri. Apalagi baik Armand maupun yang lainnya mempunyai karya masing-masing dengan sisi yang sangat berbed dengan GIGI.

"Hampir semua band di seluruh dunia ketika selama puluhan tahun berkarir pastinya ingin mengeluarkan kejadian seperti ini, kayak Rolling Stones dan sebahainya. Nah, yang jadi masalah ketika sudah menginjak 25 tahun kita juga harus tetap kreatif. Kalau kita bikin buku lagi nanti penggemar ada yang protes, ini kan udah. Alhamdulillah setelah 25 tahun ini ada ide dengan kreatifitas seperti ini, dan ini belum pernah dilakukan sebelumnya," beber suami dari Dewi Gita ini.

Armand Maulana YuliaArmand Maulana (Yulia)

"Ini sisi lain dari GIGI yang isinya ada diary book dan tulisan tangan masing-masing personil. Kita biasa melihat GIGI di panggung as a band, masing-masing banyak yang nggak tahu sosok mereka seperti apa. Tujuan dari box set ini juga mengajak para fans bukan sekedar menjadi fans tapi ikut bersama GIGI," tambah Thomas Ramdhan.

Exclusive Box Set edisi spesial 25 Tahun GIG! ini merupakan seperangkat barang-barang spesial dari para personil GIGI yang berisi Box Set seri Armand Maulana, Box Set seri Dewa Budjana, Box Set seri Thomas Ramdhan, Box Set seri Gusty Hendy, T-shirt, Short Movie (Sebuah DVD Dokumenter tentang keseharian personil bertajuk ”A Day Witfh), Diary (buku harian masing-masing personil yang ditulis tangan) dan Member Card Personil.

Sedangkan barang-barang spesial dari Gigi Band Official diantaranya sebuah Mini Album terbaru GIGI format kaset bertajuk "SILVER", Member Card 25 Tahun GIGI, 10 Postcard yang berisi foto moment GIGI dalam perjalanannya selama 25 tahun dan tentunya Sertifikat kepemilikan Box Set. Dan yang lebih spesial Iagi, dalam 5 lagu baru GIGI yang terdapat pada mini album, terdapat 2 lagu tanpa lirik (humming). ”Humming ini sengaja Kami buat supaya memberi challenge kepada pemilik esclusive box ini untuk membuat link berdasarkan melody humming yang sudah ada” ujar Hendy personil sekaligus Wakil Direktur Management GIGI.

Esclusive Box Set 25 Tahun GIGI ini merupakan ide bersama GlGl band yang diwakili team kreatif manajemen GIGI Band Official yaitu Bounty Ramdhan dan Akbar Nurseptian bersama PT Beli Album Fisik milik Erix “Endank Soekamti" yang dipersembahkan untuk pecinta musik Indonesia terutama GIGIKITA, yang selalu setia menikmati musik GIGIdan menemani perjalanan GIGI sejak 25 tahun yang Ialu.

GIGI 25 Tahun YayatGIGI (Yayat)

"Sempat kepikiran 25 tahun bikin apa, buku udah ada dan kebetulan gue liat ada satu sisi yang orang nggak banyak tahu dibalik itu semua mereka punya point off view masing-masing, bisa dibilang ini sisi lain dari GIGI," jelas Bounty.

Sebuah merchandise yang menarik bagi para penggemar GIGI, ditambah lagi format kaset yang berisikan lagu-lagu terbaru GIGI yang mengingatkan pada era analog direkam di atas pita kaset sebuah kreatifitas yang cukup berani bagi GIGI. Dan terbukti, sejak hari pertama dibukanya presale paket exclusive box set "silver" ini ludes terjual. Namun bagi yang ingin memiliki box set ini masih bisa memesannya di official wesite GIGI, official www.gigiofficial.com.

"Box set ini memang ditujukan untuk anak sekarang yang pada kenyataannya banyak juga komunitas fisik, kaset, finil dan lain-lain. Rilis digital sudah lumrah banyak orang cari yang aneh, kita balik lagi ke kaset rekamannya juga. Kita berawal dari era 90-an yang direkam diatas kaset, biar generasi sekarang tahu analog itu seperti apa, mereka bukan hanya dengar satu lagu saja di era digital dengan hanya rilis satu single, tapi sekaligus mendengarkan 5 track lagu seperti di era tahun 90-an," pungkas Dewa Budjana.

Dalam kesempatan ini juga GIGI menyatakan bahwa 25 Tahun GIGI merupakan tahun kemandirian GIGI secara total. Dimana pada tahun-tahun sebelumnya GlGl melibatkan booking agent dan, dimulai tahun ini GIGI memanage dan meng-handle secara langsung dengan melibatkan team support dari lnarts IT company, untuk booking handling selain WA dan melalui HP dan ke official website GIGI./ JOURNEY OF INDONESIA

Perjalanan karir GIGI di blantika musik tanah air kini menginjak usia 25 tahun. Pasang surut dalam kebersamaan mereka selama puluhan tahun tentunya juga tidak mudah. Beberapa kali ganti personil, sampai akhirnya mantap dengan formasi saat ini membuat GIGI semakin mantap dalam menentukan langkah.

Band yang digawangi oleh Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (Gitar), Thomas Ramdan (Bas),dan Gusty Hendi (Drum) ini pun tetap eksis dan tidak berhenti berkarya. Di perayaan peraknya ini GIGI juga menentukan sikap untuk membentuk sebuah yayasan dalam mengumpulkan karya-karya GIGI selama 25 tahun.

Tentunya di usianya yang sekarang ini sudah banyak karya yang berupa lagu yang dihasilkan. Ditemui diperayaan Ulang Tahun ke-25 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, GIGI mengungkapkan keinginan yang sudah lama belum terealisasi. Salah satunya adalah pengembalian dan perlindungan hak cipta termasuk di dalamnya file-file GIGI selama berkarir di industri musik tanah air.

"Salah satu agenda gigi selain 25 tahun kami akan adakan show adalah merapikan seluruh alat dan file GIGI. Butuh doa dan strategi serta effort dan konsentrasi penuh dari management GIGI. Kita juga akan membuat sebuah yayasan yang khusus menangani hal tersebut," kata Armand Maulana kepada awak media, Rabu (27/3).

02 Tumpengan YuliaTumpengan (Yulia)

Segala persiapan sudah mereka lakukan sejak 4 tahun lalu, file-file GIGI yang berupa karya mereka sejak 25 tahun lalu baik yang tersebar di Instagram dan platform lain diakui sang vokalis merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

"Memang persiapan dalam pengarsipan ini membutuhkan usaha dan energy penuh serta dukungan doa agar dipermudah segala usaha untuk mengembalikan karya-karyanya yang telah lama tak terurus. Kita tidak ingin ada lagi pencurian hak cipta dan pengelolaan hak cipta tanpa seizin penciptanya. Agar wajah musik Indonesia ke depannya akan semakin baik. Kalau tidak kasian anak cucu kita nanti," lanjut Armand.

Dalam agenda ke-25, GIGI juga akan memberikan persembahan special bagi GIGIKITA yang berada di Yogyakarta. Dengan konser tunggal yang direncanakan pada tanggal 14 September 2019 ini GIGI akan perform selama 2,5 jam yang tentunya akan membawakan beberapa lagu dari perjalanan karirnya selama 25 tahun. “Sebetulnya semua ada pemikiran untuk menentukan sebuah kota, namun kami memilih Kota Yogyakarta karena beberapa alasan. Salah satunya, Yogyakarta adalah kota yang cenderung lebih santai. Di Jakarta orang sibuk masing-masing. Di Yogyakarta suasananya lebih hangat dan guyub," tutur Thomas.

Armand mengungkapkan dalam konsernya nanti, GIGI akan menggelar konser tunggal yang hanya akan diisi oleh keempat personil GIGI. Namun, tidak menutup kemungkinan akan berubah baik dari konsep maupun musisi yang akan mendukung konser tersebut. Selain karena waktu pelaksanaan konser yang masih lama waktunya, berjalannya waktu tentunya akan ada beberapa ide yang muncul baik dari GIGI sendiri maupun dari pihak lain yang dapat menuangkan idenya./ JOURNEY OF INDONESIA

Ngomong-ngomong, pernahkah Anda memperhatikan para bajak laut dalam cerita dongeng atau film? Mereka selalu digambarkan dengan gigi yang tanggal (dan berwarna coklat!), serta bau mulut. Konon, penyebabnya adalah karena mereka selalu berlayar, sehingga sulit menemukan buah jeruk.

Ternyata, cerita itu bukan rekaan semata. Meskipun tidak diketahui waktu persisnya, seorang pelaut Inggris membuktikan kebenarannya tanpa sengaja. Saat berlabuh di suatu tempat, ia menemukan buah sebangsa jeruk berwarna hijau. Saking asamnya, buah itu tidak dimakan, melainkan hanya dihisap-hisap sarinya sambil dioles-oleskan pada gusinya yang sering berdarah.

Ajaib! Dalam waktu singkat, gusinya menjadi cepat sembuh dan mulutnya terasa lebih segar. Ia pun memborong jeruk itu banyak-banyak. Setelah rajin mengulangi hal yang sama, giginya menjadi lebih cemerlang, dan gusinya tidak pernah bermasalah lagi.

Jeruk Nipis, rajanya Antioksidan
Kabar itu berhembus dengan cepat, menyebabkan jeruk yang belakangan diketahui bernama Citrus Angustifolia yang di Indonesia disebut Jeruk Nipis sehingga meroket popularitasnya. Berbagai penelitian pun dilakukan, dan ternyata benar, bahwa jeruk nipis mempunyai khasiat hebat untuk merawat gigi dan mulut. Khasiat jeruk nipis tidak terlepas dari zat aktif yang terkandung di dalamnya, antara lain flavonoid, fenol, tanin, asam askorbat, asam sitrat, dan lain sebagainya.

Menurut Dr Setiawan Dalimartha, dokter ahli herba di Jakarta, flavonoid berperan penting sebagai antioksidan, menghentikan pendarahan, serta meningkatkan penyerapan vitamin C ke dalam tubuh. Flavonoid bekerja bersama fenol yang berperan memblok aktivitas enzim penyebab radang, sehingga keduanya mempunyai efek mencegah dan mengatasi peradangan.

”Mekanisme itu diperkuat oleh tanin yang berperan menciutkan selaput lendir, sehingga mempercepat proses penyembuhan radang,” tutur Dr. Setiawan. Sementara asam askorbat, ikut mempercepat penyembuhan luka karena berperan sebagai antisariawan.  Bila gigi si pelaut Inggris tersebut  menjadi lebih cemerlang, tampaknya disebabkan oleh asam sitrat di dalam jeruk nipis. Asam sitrat mampu meluruhkan kotoran, sehingga dapat mencerahkan gigi yang kusam.

Jeruk Nipis Ist

Jeruk Nipis (Ist)

Daun Sirih, si juara Pembunuh Kuman
Bila ingin mendapatkan manfaat serupa tanpa harus susah payah menahan asam, kita bisa melirik Daun Sirih (piper betle). Daun yang sudah dimanfaatkan sejak tahun 600 SM ini juga berkhasiat menguatkan gigi, menyehatkan gusi, dan mencegah bau mulut dengan jurus utama membunuh kuman. 

Penyebabnya karena daun asal India ini kaya dengan minyak atsiri, tanin, terpennena, estragol, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol, cyneole, caryophyllene, cadinene, seskuiterpena, fenil propana, dan diastase. Senyawa-senyawa aktif tersebut membuat daun sirih mempunyai aktivitas hebat sebagai antiseptik, sekaligus antiradang.

Penelitian yang dilakukan Nalina dan Z.H.A. Rahim dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Malaya, Malaysia, menemukan, daun sirih terbukti efektif menghambat aktivitas kuman streptococcus mutans, kuman terganas yang menyebabkan gigi berlubang (karies).

Daun sirih juga sekaligus efektif menumpas streptococcus mitis, streptococcus sanguis, dan actinomyces viscosus, yaitu jenis-jenis kuman pembentuk plak (karang gigi) yang dapat memicu timbulnya penyakit gusi dan jaringan penyangga gigi (periodontal).

Lidah Buaya, si Pelindung Gusi
Manfaat serupa juga dimiliki oleh lidah buaya (aloe vera). Lendir lidah buaya yang berwarna bening mengandung banyak zat aktif seperti lignin, saponin, anthraguinine, acemannan, tanin, dan salisilat,  yang berperan sebagai antiradang, antiseptik, antibakteri, sekaligus antibiotik alami. Sementara enzim bradykinase dan karbiksipeptidase di dalamnya, berperan dalam mengurangi rasa sakit.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila sejak jaman Mesir Kuno (sekitar 1500 SM), lendir lidah buaya menjadi obat tradisional yang ampuh untuk mengobati sakit gigi. Seiring berjalannya waktu, kalangan peneliti ikut penasaran dan tergerak untuk menelitinya secara lebih dalam. Salah satunya dilakukan oleh Benenson dan rekan-rekannya dari Moscow Stomatological Institute, Rusia.

Lidah Buaya Ist

Lidah Buaya (Ist)

Dalam penelitian tersebut, Benenson menguji efektivitas  lidah buaya untuk menangani kasus periodontosis atau tanggalnya gigi secara dini yang disebabkan oleh matinya jaringan gigi. Ternyata, pasien yang gusinya disuntik ekstrak lidah buaya mengalami lebih sedikit luka. Gigi mereka juga menjadi lebih kokoh daripada sebelumnya, dan secara bersamaan bau mulut yang muncul sejak keluhan pun hilang.

Sehat itu Berawal dari Gigi
Sejak saat itu, penggunaan herba untuk merawat gigi semakin diakui, bahkan menjadi tren baru. Hal ini juga terkait dengan semakin terbukanya wawasan mengenai hubungan antara kondisi gigi dan mulut dengan panjang-pendeknya umur  seseorang. 

Penelitian yang dilakukan oleh Emory University, Atlanta, bersama Centers for Disease Control di Amerika Serikat, menemukan bahwa orang yang menderita radang gusi dan penyakit periodontal mempunyai tingkat kematian 23 sampai 46 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang bergigi sehat. Sebabnya, orang yang giginya bermasalah lebih mudah terkena serangan jantung, stroke, diabetes, dan gangguan paru-paru, bahkan kanker. Menurut Prof Dr Edi Hartini Sundoro, SpKG, mantan staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, penyakit-penyakit tersebut dipicu oleh kuman yang berada di mulut kita.

Penyebab utamanya ada tiga, antara lain makanan yang biasa kita konsumsi, kuman yang berada di dalam mulut, serta kondisi gigi. ”Saat makan, gula yang difermentasikan oleh kuman berubah sifat menjadi asam. Gigi yang tidak dibersihkan dapat membuat asam tersebut melarutkan kalsium dalam gigi sehingga gigi mudah keropos,” katanya.

Sayangnya lagi, bila kita kurang mengkonsumsi makanan berserat, ”Air ludah yang produksinya melimpah, sedangkan di saat kita mengunyah makanan berserat limpahan ludah menjadi  berkurang. Limpahan ludah membuat gusi menjadi lebih mudah luka dan gigi mudah berlubang.

Kalau tidak cepat diatasi, kondisi itu memungkinkan kuman masuk ke jaringan dan pembuluh darah yang terdapat di bawah gigi, kemudian ikut beredar ke seluruh organ. Dengan begitu, gigi dan mulut yang tidak dirawat dengan baik memang bisa memicu macam-macam penyakit,” Prof Edi menuturkan.

Kombinasikan bahan alami dan teknologi
Padahal, merawat gigi bukan persoalan sulit. Agar hasilnya lebih optimal, selain jeruk nipis, daun sirih, dan lidah buaya, kita juga bisa menambahkan garam dapur untuk berkumur. Menurut Prof Edi, garam bersifat alkali (basa), sehingga membantu menormalkan keseimbangan asam basa di dalam mulut dan mencegah timbulnya plak dan gigi berlubang.

Secara tradisional, ”ramuan sehat gigi” ini bisa kita racik sendiri. Pengalaman Bintari (54 tahun), ibu rumahtangga dari Semarang, mungkin  bisa dicontoh. Ia membuat ramuan dari empat lembar daun sirih, dan satu jari daging lidah buaya yang direbus bersama dua gelas air. ”Masak dengan api kecil hingga menyusut setengahnya, kemudian diamkan. Dalam keadaan suam-suam kuku, tambahkan satu sendok teh air perasan jeruk nipis dan setengah sendok teh garam,” katanya. Ramuan itulah yang dipakainya untuk berkumur, setiap dua hari sekali.

04 Daun Sirih IstDaun Sirih (Ist)

Namun bila ingin praktis, kita juga bisa memanfaatkan pasta gigi yang mengandung formula tersebut. Meskipun herba yang digunakan sudah diekstrak, kelebihan pasta gigi adalah mengandung kalsium dan fluor. ”Kalsium berperan dalam menyuplai kalsium gigi yang larut saat makan dan menyikat gigi. Proses tersebut didukung oleh fluor yang berperan mempercepat masuknya kalsium ke dalam gigi supaya jumlahnya tercukupi kembali (remineralisasi), serta mencegah terjadinya fermentasi gula menjadi asam penyebab gigi berlubang,” jelas Prof Edi.

Memang, khasiat herba menjadi lebih efektif bila sudah dikombinasikan menjadi formula tertentu. Pasta gigi yang mengkombinasikan fluor dan ekstrak daun sirih mampu menurunkan jumlah kuman streptococcus mutans secara lebih signifikan dibandingkan pasta gigi yang hanya mengandung fluor.

Begitu juga bila Anda memilih menggunakan herba dengan cara tradisional. Rajin berkumur rebusan herba saja belum cukup, bila tidak dibarengi dengan menyikat gigi secara teratur, menggunakan pasta gigi yang mengandung kalsium dan fluor. Gigi bersih dari sisa makanan, dan khasiat masing-masing bahan dalam ramuan dan pasta gigi bisa saling melengkapi./ JOURNEY OF INDONESIA