Di Indonesia sendiri, terdapat banyak pilihan lokasi wisata religi, terutama Masjid bersejarah, yang bisa dikunjungi oleh masyarakat dan berkaitan erat dengan sejarah penyebaran agama Islam pada zaman dahulu. Tempat-tempat tersebut pun mempunyai daya tarik wisata tersendiri di setiap daerahnya.

Apalagi di saat bulan Ramadhan seperti sekarang, dimana disamping beribadah banyak umat Muslim melakukan kegiatan kunjungan ke beberapa destinasi wisata religi demi mendapatkan sensasi pengalaman ibadah yang berbeda dari biasanya. Tentunya, penerapan protokol kesehatan tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan mengingat kasus pandemi Covid-19 masih terus berlangsung.

Berminat dengan wisata seperti ini, berikut beberapa rekomendasi masjid cantik di Indonesia yang wajib dikunjungi dan dapat melakukan staycation di sekitar areanya.

1. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh
Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon masjid dari kota Banda Aceh dan menjadi ikon monumental pasca Tsunami Aceh di tahun 2004. Arsitektur masjid ini bergaya kuno ala negara India, sehingga membuat masjid ini menjadi tempat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Namun tentu tak boleh mengabaikan kegunaan utama masjid sebagai tempat ibadah. Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada 1612 M oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Masjid ini sudah mengalami beberapa kali renovasi, seperti perluasan dan penambahan kubah. Terkait penginapan terdekat di masjid ini, RedDoorz Syariah near Baiturrahman Aceh bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin melakukan wisata religi dengan jarak hanya sekitar 3 km.

2. Masjid Agung, Semarang
Masjid Agung Semarang dikenal karena memiliki arsitektur unik serta termegah di Indonesia, salah satunya adalah memiliki payung hidrolik raksasa yang mirip seperti di Masjid Nabawi, Mekkah. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi objek wisata terpadu, pusat pendidikan, dan pusat syiar agama Islam.
Masjid Agung Semarang dilengkapi dengan beragam fasilitas, diantaranya perpustakaan, auditorium, ruang akad nikah, serta museum perkembangan Islam. Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Semarang dan ingin melakukan wisata religi ke masjid ini, RedDoorz @ Jalan Kartini Semarang bisa menjadi alternatif untuk tempat staycation kalian selama di sana, lho! 3. Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin
Masjid ini merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan yang mempunyai bentuk arsitektur tradisional Banjar dengan konstruksi panggung yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah. Masjid Sultan Suriansyah merupakan simbol dimulainya pergerakan Islam di area Kalimantan Selatan.

Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin Banjarmasin TourismMasjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin (Banjarmasin Tourism)

Meskipun sudah mengalami beberapa kali pemugaran, struktur dasar masjid ini masih tetap dipertahankan karena termasuk dalam cagar budaya peninggalan Kesultanan Banjar. Sebagai salah satu ikon bersejarah di daerah Banjarmasin yang bersebelahan dengan Sungai Kuin, masjid ini bisa menjadi rekomendasi wisata religi yang dapat kamu kunjungi. Selain itu, RedDoorz Syariah near RSU Suaka Insan yang hanya berjarak 1,6 km bisa menjadi pilihan menginap di dekat masjid ini.

4. Masjid Jami, Malang
Masjid Jami Malang ini mempunyai dua gaya arsitektur, yaitu Jawa dan Arab. Masjid yang sering dikenal dengan nama Masjid Agung Jami Kota malang ini dibangun pada tahun 1890 dan selesai pada tahun 1903. Selain sering didatangi oleh para jamaah untuk melakukan ibadah, Masjid Jami juga kerap dikunjungi wisatawan dan pecinta fotografi yang mengagumi keindahan bentuk bangunannya.

Masjid Jami Malang ini memiliki sejumlah fasilitas penunjang, seperti stasiun radio Madina FM, pabrik air minum kemasan Q-Jami, serta perpustakaan. Berlokasi strategis di tengah kota dan masih satu kawasan dengan alun - alun kota Malang, membuat masjid ini mudah untuk kamu kunjungi. Sebagai tambahan, menginap di RedDoorz near Balai Kota Malang juga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin melakukan wisata religi ke masjid ini. 5. Masjid 99 Kubah, Makassar
Masjid yang dirancang oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini merupakan tempat baru bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Sesuai dengan namanya, masjid ini dihiasi dengan puluhan kubah dari berbagai ukuran yang ditata bertingkat dengan warna-warna terang.

Menjadi ikon terbaru di Kota Makassar, Masjid 99 Kubah akan menyajikan nuansa religi unik di kawasan elit Center Point of Indonesia (CPI Makassar). Untuk kamu yang ingin mengunjungi masjid ini, tidak perlu khawatir terkait penginapan terdekat, karena RedDoorz Hostel @ POD House Makassar ada di dekat masjid dengan jarak lokasi kurang dari 2 km.

Setelah melihat beberapa rekomendasi masjid-masjid cantik yang berada di Indonesia tersebut, semoga niat kamu untuk melakukan wisata religi serta keliling Indonesia menjadi semakin besar ya! Hal paling utama yang tetap harus diperhatikan apabila melakukan wisata religi di masa pandemi ini yakni tetap menerapkan protokol kesehatan ketat serta memilih tempat staycation yang sudah terjamin kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya, seperti mitra properti yang ada di aplikasi RedDoorz.

RedDoorz sendiri telah mengantongi sertifikasi HygienePass, program hasil kerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). HygienePass adalah program sertifikasi untuk akomodasi dan perhotelan, terutama mitra properti RedDoorz, yang telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan./ JOURNEY OF INDONESIA

Di tengah mempersiapkan album perdananya, Mahen kembali merilis single terbarunya yang berjudul 'Seamin Tak Seiman'. Lagu yang rencananya akan hadir di albumnya tersebut ini, diciptakan oleh Mahen bersama Beraldy Dean. Hadir dengan genre musik Pop, lagu ini mengangkat tema tentang hubungan cinta beda agama.

“Aku suka banget sama lagu ini. Tentang cinta beda agama, pasti banyak orang yang pernah atau sedang mengalami ini. Dalam permasalahan ini kita seperti dihadapkan pada pertanyaan atau pilihan enggak sih? Apakah kamu ingin memilih cintamu atau memilih kepercayaanmu?. Mungkin lagu ini bisa menemani mereka-mereka yang sedang mengalami hal ini. Aku juga dulu pernah sih, menjalani hubungan beda agama, cinta pertama pula. Walaupun hubungannya enggak berjalan baik, tapi gak apa-apa. Dimana hubungan Seamin Tak Seiman ini menyakitkan tapi menjadi pembelajaran buat aku dan memberi aku pengalaman yang luar biasa”, jelas Mahen soal lagu ini.

Di lagu ini Mahen dan Beraldy Dean cukup piawai memainkan kata demi kata dalam lirik lagu untuk menyampaikan isi dari lagu ini. Secara aransemen musik pun, dihadirkan dengan apik sehingga semua terasa pas dan mungkin bisa mewakili perasaan orang-orang yang sedang mengalami dilema hubungan beda agama.

“Proses pembuatan lagunya cuma 3-4 jam dibuat bareng mas Beraldy. Keren banget, kita break down sama-sama lagunya. Yang aransemen musiknya juga mas Beraldy, lalu aku kasih ide bagaimana kalo di lagu ini dikasih element sound atau chord gereja seperti suara lonceng gereja, dan diberi sedikit Arabic Sound di part tertentu. Supaya yang mendengarkan lagu ini bisa memahami rasa yang ingin kami sampaikan di lagu ini”, ungkap Mahen.

Mahen mengungkapkan bahwa ia menulis lagu ini karena terinspirasi dari sebuah lagu yang pernah ia dengar. “Beberapa teman yang sudah aku kasih dengar lagu ini ada yang berkomentar kalo lagu ini mirip lagu apa yah? Itu hal yang wajar yah dalam bermusik kalo sebuah lagu baru dibilang mirip dengan lagu yang sudah ada. Namun sebenarnya saat buat lagu ini, aku sedikit banyak terinspirasi dari lagu Will Gittens yang judulnya 'A Day With You'”, ujar Mahen.

Mahen adalah penyanyi muda berbakat yang sukses menarik perhatian penikmat musik di awal kemunculannya di blantika musik Indonesia dengan lagu 'Pura Pura Lupa'. Lagu yang dirilisnya di akhir tahun 2019 tersebut mendapat respon yang sangat baik dan dicover banyak orang, bahkan dicover dalam berbagai bahasa.

Sejak saat itu, Mahen cukup produktif dalam mengeluarkan karya. Sebut saja lagu 'Luka Yang Ku Rindu', 'Datang Untuk Pergi', 'Cinta Selesai' dan 'It’s Okay To Not Be Okay' adalah jejeran lagu yang telah dirilis Mahen hingga saat ini./ JOURNEY OF INDONESIA

Seperti diketahui, sampai kini pihak Kerajaan Arab Saudi (KSA) belum memberi otorisasi pemberangkatan maupun jumlah quota kepada calon jamaah Umroh maupun Haji asal Indonesia. Padahal, antusias jamaah Indonesia untuk umroh di bulan suci Ramadan sangat tinggi.

Terkait hal tersebut, Komite III DPD RI Sylviana Murni, berencana untuk memanggil Duta Besar KSA di Jakarta dan langsung mendapat respon dari Kedubes Saudi. Melalui utusannya, disampaikan informasi bahwa pihaknya hanya menunggu otorisasi dari Kementerian Luar Negeri KSA.

“Kami sudah mendapat informasi dari utusan mereka, bahwa mereka sudah meneruskan surat dari Kemlu RI ke Kemlu Saudi. Sekarang posisi tinggal menunggu keputusan dari Kerajaaan Saudi Arabia (KSA), melalui Kemlu mereka. Jadi masih on going process,” ungkap Sylviana di Jakarta, Selasa kemarin (13/4/2021).

Dikatakan Sylviana, begitu pihak KSA memberi lampu hijau, Kemlu mereka menyampaikan surat ke Kemlu RI, otomatis Kedubes KSA di Jakarta membuka kran visa.

“Tentu soal quota berapa visa yang dikeluarkan, menjadi prerogatif mereka, mengingat masih dalam penerapan protokol kesehatan. Jadi tentu Kementerian Agama harus memikirkan juga teknis bagaimana travel Umroh juga bisa jalan dengan kuota yang dibatasi,” ujar Senator asli Betawi ini./ JOURNEY OF INDONESIA

Perjalanan pandemi yang sudah memasuki setahun ini sebenarnya tidak harus menjadi momok yang berkepanjangan. Berbagai upaya dari pemerintah dan juga badan dunia terkait pada umumnya telah banyak menunjukkan kemajuan, seperti dengan mengikuti protokol kesehatan, vaksin massal dan menumbuhkan perilaku sehat kepada setiap individu.

Hal ini juga terkait dengan keinginan untuk menikmati suasana suasan liburan ke luar kota yang sudah sangat membuncah. Tidak usah harus jauh-jauh apalagi harus ke luar negeri, cukup mendatangi destinasi-destinasi terdakat yang mungkin selama ini luput dari perhatian kita.

Nah, saat ini sudah banyak cara untuk menuju destinasi wisata #DiIndonesiaAja, salah satunya adalah lewat jalan darat atau yang lebih dikenal dengan istilah road trip. Infrastuktur yang dibangun oleh pemerintah seperti Jalan Tol Trans Jawa, yang kini sudah mencapai Probolinggo, menjadi solusi untuk memudahkan dan mempersingkat waktu perjalanan.

Dengan memilih destinasi di dalam negeri, setidaknya kita sudah mengikuti anjuran pemerintah lewat Kemenparekraf untuk lebih mengeksplor budaya, kuliner dan destinasi di dalam negeri.

Untuk menikmati momen road trip, ada baiknya wisatawan membekali diri dengan beragam kebutuhan. Mulai dari kuliner hingga ke berbagai kebutuhan yang bersumber dari sektor ekonomi kreatif, yang kini sedang dimaksimalkan lewat gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam Opus Creative Economy Outlook 2019, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar Rp1.105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Jalan Tol Trans Jawa IbonkJalan Tol Lintas Jawa (Ibonk)

Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengimbau seluruh pihak yang terlibat di sektor ekonomi kreatif, berkolaborasi dalam memanfaatkan kekuatan ekonomi kreatif sehingga tujuan agenda pembangunan berkelanjutan dapat tercapai. “Semua orang harus memiliki andil dalam membantu menggeliatkan kembali industri ekonomi kreatif di Indonesia bahkan global,” ujar Menparekraf dalam acara "International Year of Creative Economy 2021 (IYoCE 2021)" bertajuk “Creative Economy for Inclusive Development and Global Recovery” akhir Januari 2021 lalu.

Jadi, sebelum berangkat road trip mari kita penuhi kendaraan dengan beragam produk buatan lokal agar perjalanan makin aman, nyaman, dan menyenangkan. Tapi barang-barang apa saja sih yang perlu dibawa? Berikut bocorannya:

1. Obat-Obatan dan Hygiene Kit
Hal apapun yang tidak diinginkan dalam perjalanan dapat terjadi seperti sakit, pusing, mabuk di perjalanan, ataupun terluka. Obat-obatan pribadi dan hygiene kit seperti masker, hand sanitizer, dan disinfektan wajib tersedia di dalam kendaraan.

2. Konsumsi
Setiap daerah di Indonesia pasti punya kuliner khas yang mudah ditemui di sepanjang jalan. Tapi hal ini bukan penghambat untuk membawa beragam jenis kuliner dalam kendaraan. Makanan ringan seperti keripik, buah, bumbu andalan, hingga minuman dalam kemasan buatan lokal adalah menu wajib untuk masuk dalam kendaraan ketika road trip.

3. Pakaian
Untuk urusan fesyen, jelas tidak mau kan kalau tiba di lokasi wisata tapi salah kostum atau stoknya sudah habis? Nah, itu sebabnya pakaian juga harus diperhitungkan. Jangan sampai udah niat main ke pantai, tapi tidak bawa busana pantai buatan lokal yang kece banget. Rugi banyak!

4. Perlengkapan Makan
Jangan lupakan juga bawa perlengkapan makan buatan lokal seperti piring, gelas, sendok, dan garpu yang bisa digunakan berkali-kali untuk mengurangi sampah plastik.

Kalau semua barang di atas sudah lengkap, road trip pasti akan terasa aman dan nyaman. Selain itu semua, usahakan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun. Mari sebarkan energi positif untuk kebangkitan pariwisata Indonesia!/ JOURNEY OF INDONESIA

Presiden Republik Indonesia menerima dan menyambut baik permintaan para pelaku industri film untuk menyelamatkan industri film dari hulu sampai hilir yang terkena dampak yang sangat besar akibat pandemi.

Para pelaku industri film yang terdiri dari produser film, sutradara, aktor, pemilik bioskop, dan pengurus asosiasi serta Badan Perfilman Indonesia mengajukan 5 permintaan ke pemerintah, yaitu: Stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mekanisme yang transparan, kampanye "Kembali Menonton di Bioskop" berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk menghilangkan stigma negatif menonton bioskop di kala pandemi, keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia, langkah cepat, nyata, dan tegas memberantas pembajakan film, dan percepatan vaksinasi bagi para pekerja industri film.

Presiden meminta langkah konkret pemetaan stimulus dan rancangan penyebarannya yang dapat dipertanggungjawabkan. Presiden menyatakan akan segera berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk menyusun paket stimulus seraya terus berkomunikasi dengan pelaku industri seiring dengan usaha penanggulangan Covid-19, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf Sandiaga Uno yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kementriannya akan melakukan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability) untuk bioskop seperti yang dilakukan di sektor pariwisata lainnya untuk meyakinkan penonton. Pemerintah Pusat juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mulai melakukan pembukaan bioskop-bioskop di area kuning yang belum dibuka. "Segenap pekerja film berterima kasih atas respon cepat Bapak Presiden, Menparekraf, dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga segenap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan menempati hati penonton tercintanya. Bagi kami film Indonesia adalah bak kami untuk negeri dan kami siap bekerjasama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama pemerintah.", kata Chand Parwez selaku ketua Badan Perfilman Indonesia.

Industri perfilman Indonesia yang sebelum pandemi menduduki peringkat sepuluh dunia sebagai pasar film terbesar di dunia dengan nilai sebesar 500 juta dollar AS di akhir tahun 2019, menderita penurunan sebesar 97 persen di kala pandemi sepanjang tahun 2020.

Sejak dibukanya Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman di tahun 2016, perfilman Indonesia memasuki era baru dengan jumlah penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan sebesar 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi. Industri Perfilman Indonesia adalah industri yang menopang perekonomian Indonesia secara signifikan dengan lebih dari 50.000 tenaga kerja di subsektor film, animasi, video di tahun 2019, dan lebih dari 2.500 jumlah usaha. Kontribusi industri film Indonesia ke GDP sebesar 15 triliun di tahun 2019.

Presiden dan perwakilan industri perfilman nasional di Istana Negara IstPresiden dan perwakilan industri perfilman nasional di Istana Negara (Ist)

Bioskop yang berkontribusi atas 90 persen sumber pendapatan distribusi film Indonesia semenjak Maret 2020 telah ditutup sementara dan hingga saat ini masih terdapat lebih dari 50 persen lokasi bioskop di tanah air yang belum diizinkan untuk beroperasi kembali. Hal ini tentu menimbulkan stigma negatif di mata masyarakat untuk kembali menonton di bioskop saat sudah diberlakukan pelonggaran atas pembatasan tempat-tempat umum seperti restoran dan tempat rekreasi lainnya.

Dampak pandemi bagi pekerja film juga sangat besar. Tahun 2019 terdapat 129 judul film nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton film nasional sebesar 52 juta orang. Ini berar satu judul film ditonton oleh kurang lebih 400 ribu penonton. Dibandingkan dengan kondisi selama Pandemi, data per akhir Februari 2021 menunjukkan terdapat 9 judul film nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton hanya sekitar 400 ribu orang.

Kerugian penerimaan pajak dari penonton bioskop saja mencapai 1,5 triliun dan pendapatan dak langsung bioskop 1,2 triliun. Adanya platform distribusi secara streaming pun belum dapat menopang industri dan nilai pembelian film yang belum dapat menutup biaya produksi, terutama untuk film dengan bujet besar.

Menurut Shanty Harmayn selaku produser film Indonesia. mengatakan bahwa film bukan hanya merupakan komoditas hiburan, tapi juga membawa wajah Indonesia ke dunia internasional. "Secara potensi, industri film Indonesia dengan keberagaman budaya dan jumlah penduduk Indonesia sebagai pasar utama sangatlah besar dan karenanya sangat layak untuk diselamatkan." tutupnya.

Perlu diketahui bahwa selama ini telah dilakukan berbagai studi internasional yang menunjukkan bioskop dianggap aman untuk dikunjungi karena para pelaku usaha bioskop melakukan protokol kesehatan.

Seperti yang disampaikan Profesor Budi Haryanto, Ketua Satgas Pengendalian Covid-19 dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menerangkan, “Sebenarnya risiko penyebaran dalam bioskop lebih kecil kalau dibandingkan dengan restoran. Kita tahu, sampai sekarang tidak banyak yang menunjukkan terjadinya kluster baru dari restoran."

Disamping itu, sistem sirkulasi dan ventilasi udara di bioskop telah didesain sedemikian rupa untuk tetap memasukkan udara segar ke dalam ruangan bioskop. Terlebih lagi, bioskop telah dilengkapi dengan sistem sirkulasi canggih seperti HEPA filter seperti di pesawat udara dan sebagian bioskop bahkan dilengkapi dengan sistem disinfeksi UV-C light untuk semakin membersihkan udara di lingkungan bioskop./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 11