Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI (JKW-PWI) mengunjungi Markas Komando Distrik Militer 0417/Kerinci yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Dusun Baru, Sungai Bungkal, Kabupaten Kerinci, Jambi, Jumat (12/11) siang kemarin.

Tim JKW-PWI yang beranggotakan Agus Blues Asianto, Indrawan Ibonk, Yanni Krisnayanni dan Sonny Wibisono didampingi Anggota PWI Kerinci, saat tiba di Markas Kodim 0417/Kerinci, rombongan diterima langsung oleh Letkol Inf Ikhsanudin, S. Sos., M.M, selaku Dandim. Juga ikut menemani Pasi Ops Kapten Inf Yatrizal, Pasi Ter Kapten CHB Firman Ch dan Pasi Intel Lettu Inf Yelpanidi.

Tujuan dari pertemuan Tim JKW-PWI dengan Dandim Letkol Ikhsanuddin, S.Sos., M.M, selain untuk mengikat tali silaturahmi, juga menyampaikan rasa terima kasih atas peran TNI yang turut membantu dalam jalur komunikasi yang sempat lost contact tatkala Yanni Krisnayanni tengah melakukan pendakian ke Gunung Kerinci (3.805mdpl).

“Karena hubungan kita sangat dekat dengan PWI Kerinci, apalagi yang mendaki anggota PWI Pusat, sehingga dengan masuknya info seperti ini, sudah sewajarnya untuk memberikan bantuan,” ucap Letkol Inf Ikhsanuddin.

Salah seorang riders JKW PWI tengah menjalani pemeriksaan kesehatan SonnySalah seorang riders JKW-PWI tengah menjalani pemeriksaan kesehatan (Sonny)

Dandim 0417 Kerinci, Letkol Inf Ikhsanuddin, menambahkan apalagi ini bulan dengan cuaca yang selalu turun hujan ditambah lagi badai angin pasti selalu ada. “Perlunya tindakan sedini mungkin. Alhamdulillah kalau Yanni dan guide pendakian tak terjadi apa-apa dan kini bisa hadir di sini,” tuturnya, lagi.

Tidak hanya itu saja. Setelah mengetahui Tim JKW-PWI yang akan turing keliling Indonesia, Letkol Inf Ikhsanuddin pun menyarankan keempat riders untuk menjalankan tes kesehatan di Rumah Sakit DKT (Dinas Kesehatani Tentara) yang masih berada di areal Markas Kodim.

“Intinya untuk lebih menyakinkan apakah dalam posisi sehat atau tidak. Kalau memang ditemukan kurang sehat, saya menyarankan untuk menunda perjalanan ke kota Padang dulu,” ungkap Dandim sambil memberikan hasil check-up dan vitamin untuk keempat riders, meski dalam posisi sehat dan stamina yang bagus./ JOURNEY OF INDONESIA

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, sangat gembira menyambut kedatangan empat pengendara motor Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW)-PWI yang didampingi Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus dan Distributor Ban Kingland di Padang, CV. Rani Ismael. Selain Ketua PWI, juga hadir Ketua Dewan Kehormatan, Basril Basyar, dan Ketua SMSI Sumbar, Zulnadi.

Rombongan diterima Gubernur Sumbar, di Istana Gubernuran, Padang, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, kemudian lanjut ke Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

"Selamat menikmati keindahan alam dan makanan ranah Minang. Kalau terlihat bagus dan enak promosikan kepada orang lain. Jika ada yang kurang, sampaikan kepada kami," ujar Gubernur Mahyeldi, menirukan motto khas rumah makan Padang, Minggu, (14/11).

Ketika berbincang dengan Gubernur, Tim JKW-PWI itu mengaku menikmati keindahan alam ranah Minang, sejak dari areal perkebunan teh, hingga danau di Alahan Panjang dan Sitinjau Lauik. Mereka mengakui rute yang dilewati sangat unik dan spesifik di wilayah Sumatera Barat ini.

Salah seorang pengendara motor perempuan, Yanni Krishnayanni bahkan telah melakukan pendakian ke puncak Gunung Kerinci (provinsi Jambi) hingga ketinggian 3.805 meter diatas permukaan laut. "Meski diterpa hujan dan angin kencang, kita tetap berusaha mendaki Gunung Kerinci, satu diantara 7 gunung yang menjadi bagian perjalanan," ujar Yanni Krishnayanni satu-satunya pengendara motor perempuan dalam Tim JKW-PWI.

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan saat menikmati sore di Jembatan SIti Nurbaya Padang YanniTim Jelajah Kebangsaan Wartawan saat menikmati sore di Jembatan SIti Nurbaya, Padang (Yanni)

Jelajah Kebangsaan Wartawan ini mengemban misi menumbuhkan semangat nasionalisme, mengkampanyekan Prokes 3M, mengajak masyarakat menjaga kebugaran, dan mengeksplor berbagai daerah pariwisata, kuliner nusantara, infrastruktur di Indonesia serta mengkampanyekan tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan masyarakat.

Tiga pengendara lainnya yakni Agus 'Blues' Asianto, Sonny Wibisono, dan Indrawan 'Ibonk' menyatakan bahwa misi khusus ini menjadi sebuah tugas khusus yang harus diemban dengan sebaik-baiknya.

Menurut Ibonk, perjalanan akan menempuh jarak 17 ribu km, melintasi 15 pulau dan mengunjungi 34 provinsi di Indonesia. Hasil pengamatan dan pengalaman keliling Indonesia nanti dituangkan dalam tulisan di berbagai media dan juga buku.

Turing ini selain didukung Kemenpora, Artha Graha Peduli dan Artha Graha Network, juga di support secara penuh oleh Kingland. Hal ini untuk menguji kualitas Ban Kingland dalam berbagai medan di Indonesia. 

"Ban Kingland sempat vakum di Sumatra Barat, karena sesuatu dan lain hal, kami berusaha kembali memasarkannya, karena kualitasnya sangat luar biasa, selain murah juga tahan dan kuat," ulas Reni Rani, General Manager CV Rani Ismael, didampingi Zulheri Rani dan Ranti Rani selaku staf Direktur.

Tim Riders JKW-PWI mengelilingi Indonesia dari tanggal 28 Oktober 2021 hingga mencapai puncaknya pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Kendari, Sulawesi Tenggara, 9 Februari 2022 nanti, yang rencananya akan dihadiri Presiden RI./ JOURNEY OF INDONESIA

Tanpa terasa, penjelajahan tim JKW-PWI (Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia) telah berlabuh di Kayu Aro, Jambi. Sebuah kota kecil di kaki gunung Kerinci yang terkenal sebagai penghasil teh terbaik dunia.

Tim tersebut telah menyelesaikan 1776 kilometer. Berbagai kondisi jalan dan cuaca yang tak menentu tak membuat tim touring yang digawangi oleh Agus Blues Asianto (trenzindonesia.com), Indrawan Ibonk (journeyofindonesia.com), Sonny Wibisono (otomotif1.com) dan Yanni Krishnayanni (askara.co) menjadi lelah.

Justru dengan anomali cuaca dan medan jalan yang tidak ditemui di Ibu Kota, membuat tim JKW-PWI tertantang guna menembusnya. Mulai dari lintasan aspal, bebatuan hingga jalan yang berlumpur akibat terjadi longsor di Puncak Sungai Penuh. Dengan semangatnya ke empat rider tersebut terus membetot kuda besinya hingga ke tujuan yang telah ditetapkan.

Tak hanya trek yang dihadapinya. Cuaca yang tak menentu, mulai dari terik matahari, gerimis hingga semburan hujan yang deras dialami oleh tim JKW-PWI. "Cuaca itu tidak menjadi hambatan bagi kami, tim JKW-PWI. Kami sudah difasilitasi dengan perlengkapan touring yang safety. Apparel serta raincoat Contin menemani kami di segala kondisi yang tak menentu tersebut," kata Agus Blues Asianto kepada media.

Ia mengatakan, banyak keunggulan produk riding apparel dari Contin yang dirasakan oleh dirinya dan tim.

Jaket Osiris Le terbuat dari bahan kombinasi Polyester D 100 Oxford dan Cordura yang juga dilengkapi oleh inner yang dapat menahan angin yang menembus sisi luar jaket SonnyJaket Osiris Le terbuat dari bahan kombinasi Polyester D 100 Oxford dan Cordura,  juga dilengkapi inner yang dapat menahan angin  (Sonny)

Hal senada juga dikatakan Sonny Wibisono, Asisten Manager Teknis tim JKW-PWI. Ia menuturkan selama perjalanan menempuh 13 hari banyak cerita yang dialaminya bersama tim. Sonny yang berusia 49 tahun ini dan tim telah menyeberangi 3 pulau, 7 provinsi dan ribuan kilometer dengan berbagai kondisi cuaca dan terkadang hingga harus menembus derasnya angin malam.

"Yang terberat adalah saat tim Jelajah harus menembus derasnya hujan ketika melintasi wilayah Banten. Kami tidak sempat memakai raincoat waktu itu, karena kami diburu waktu yang memang sudah telat sekitar dua jam. Saat itu kami sudah ditunggu oleh Kabid Humas Polda Banten di Serang Kota. Sementara, perjalanan kami sedang mendapat pengawalan voorijder dari Ditlantas Polda Banten,” jelasnya.

Keunggulan riding apparel Contin memang sangat teruji dalam perjalanan ini. Dengan model adventure dan desain terbaik khas Contin, membuat jaket ini sangat cocok digunakan dalam perjalanan turing motor jarak jauh.

Jaket Osiris Le terbuat dari bahan kombinasi Polyester D 100 Oxford dan Cordura yang juga dilengkapi oleh inner yang dapat menahan angin yang menembus sisi luar jaket. Bagian inner sendiri terbuat dari bahan Windproof Lining Tafetta yang dipadu dengan bahan Mesh.

Kombinasi ini turut dilengkapi dengan protektor bahu dan dua pasang protektor yang melindungi siku dan bahu.

Lewat model adventure dan desain terbaik jaket Contin sangat cocok digunakan untuk perjalanan turing motor jarak jauh IbonkLewat model adventure dan desain terbaik, jaket Contin sangat cocok digunakan untuk perjalanan turing motor jarak jauh (Ibonk)

Celana stelannya pun sangat nyaman dipakai dan stylist. Dua pelindung lutut yang lembut turut melengkapi disain celana turing ini. Disamping itu pada bagian belakang juga disisipkan padding yang memberikan kenyamanan saat berkendara selama dalam perjalanan.

Ibonk dan Sonny serta dua tim lainnya sangat dapat merasakan perbedaan menggunakan celana touring ini. Saat menggunakan celana riding jeans, fenomena ini sangat terasa setelah menempuh perjalanan puluhan bahkan ratusan kilometer.

“Yang paling berkesan adalah saat kami tiba di pelabuhan Tanjung Api-api setelah melakukan penyeberangan dari Muntok, Pulau Bangka. Kami harus menembus gelapnya malam ditengah guyuran hujan yang cukup deras. Dan, kami benar-benar membuktikan kemampuan raincoat Contin yang memang sudah kami persiapkan setelah beberapa menit meninggalkan pelabuhan Tanjung Api-api,” ungkap Sonny lagi.

Sementara Ibonk mengucapkan, ini raincoat memang benar-benar luar biasa, tidak ada tetes air hujan yang bisa menembus raincoat Contin sampai ke dalam. Dan asyiknya lagi, Contin raincoat serta jaket touring Osiris Le modelnya sangat elegan.

Setibanya di lokasi kini, ketiga rider, Agus, Ibonk dan Sonny mengabadikan momen panorama keindahan kaki gunung Kerinci, Jambi. Sementara Yanni mendaki puncak gunung. Sekarang ini Yanni telah turun dari gunung Kerinci selama dua hari perjalanan ke puncak Kerinci. Rencananya tim JKW-PWI akan gas menuju Padang, Sabtu 13 Nopember 2021 pagi ini./ JOURNEY OF INDONESIA

Selasa (9/11) pagi lalu, Yanni Krisnayanni memulai pendakian ditemani pemandu pendakian Andrean Saputra, memilih jalur pendakian Kersik Tuo. Pilihan tersebut lantaran berbeda dengan jalur Solok yang cukup ekstrim dan susah.

Pagi nan cerah, Yanni dan Andrean pun menggunakan ojek motor untuk menuju Pos Registrasi (R10), kemudian masih dengan ojek motor perjalanan yang melintas perkebunan teh dengan jalan makadam hingga gapura.

Pintu Rimba menjadikan awal pendakian Yanni dan Andrean, juga menjadikan awal dari gunung pertama selain ke enam gunung yang masuk dalam jajaran Seven Summit of Indonesia yang akan disambangi dari Tim JKW-PWI.

Memasuki Pos 1 yang ditandai dengan tanah lapang dan adanya bangku panjang (1.890 mdpl). Usai beristirahat sejenak, Yanni pun kembali melanjutkan pendakian landai yang tanpa terasa mulai menanjak untuk menuju Pos 2.

Seperti yang diketahui, bulan Nopember adalah bulan yang kurang bersahabat, karena musim penghujan menjadikan teman setia para pendaki, sehingga sepanjang jalur yang becek menjadi handicap tersendiri bagi para pendaki. “Iya kita harus pandai-pandai memilih jalan supaya terhindar dari tanah becek,” ungkap Adrean yang sudah tak terhitung menjadi pengantar para pendaki menuju puncak Kerinci.

Perjalanan selanjutnya membawa Yanni dan Andrean  memasuki Pos 2 atau Batu Lumut (2.010 mdpl), ditandai dengan tanah datar tanpa shelter, seperti juga di Pos 1 sampai Pos 3, lantaran di kawasan ini masih menjadi habitat harimau Sumatra.

Yanni kibarkan bendera Kingland Tire dan Kawasaki Motor Indonesia selaku pendukung perjalanan JKW PWI AndreanYanni kibarkan bendera Kingland Tire dan Kawasaki Motor Indonesia selaku pendukung perjalanan JKW-PWI (Andrean)

Pendakian dari Pos 2 menuju Pos 3 didominasi akar-akar pohon, juga dari Pos 3 untuk mencapai Pondok Panorama (2.225 mdpl). Meskipun terdapat tanah lapang yang mampu untuk mendirikan 1 tenda dome, juga terdapat sumber air ini, namun pihak Taman Nasional sama sekali tak menyarankan untuk berkemah di sepanjang pos 1 hingga pos 3 ini.

Dari pos 3, pendakian Gunung Kerinci yang sebenarnya mulai terasa, jalur berupa tanah padat didominasi akar-akar pohon lebih menanjak dari sebelumnya. Jalur ini akan berakhir di Shelter 1 (2.505 mdpl), menjadikan lokasi sedikit aman untuk mendirikan tenda.

“Tapi kita memutuskan untuk nge-camp di Shelter 3 (3.291mdpl), setidaknya selain dekat dengan sumber air juga memperpendek jalan menuju puncak,” kata Andrean mengakui yang bersiap akan menghadapi perjalanan sulit melintas akar-akar pohon.

Semula Yanni dan Andrean yang menjadwalkan Rabu (10/11/2021) tiba di puncak Gunung Kerinci. Namun karena hembusan angin dan badai yang terus menghadang. “Mau tidak mau kita memutuskan untuk nge-camp. Cuaca ekstrim tak bersahabat tersebut, menyebabkan satu frame pada tenda Andrean harus patah,” ujar Yanni yang memutuskan untuk melakukan summit pada hari Kamis (11/11) Pagi.

Sepanjang hari Rabu, di Shelter 3 tidak saja tendanya Yanni dan Andrean, tetapi juga terdapat pendaki lainnya dari Pekan Baru (Riau) dan Subang (Jabar) yang juga berencana untuk summit di hari Kamis. “Disini kita tidak saja dihantam badai angin tapi hujan. Jadi sempat kepikiran kalau kondisinya seperti ini terus, iya lebih baik turunlah,” celetuk Yanni yang akhirnya menjejakkan kaki di puncak Gunung Kerinci yang berketinggian 3.805mdpl.

Terlaksananya turing dan pendakian ke Gunung Kerinci, Tim JKW-PWI mengucapkan banyak terima kasih atas suppoting dari PT Kawasaki Motor Indonesia, PT United Kingland, Kemenpora, Continmoto Jakarta, Trooper Custom Helmet, Artha Graha Peduli, Djarum Foundation./JOURNEY OF INDONESIA

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kini sudah melintas ribuan kilometer yang mulai start tepat di hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu. Tanpa terasa tim yang terdiri dari satu rider perempuan Yanni Krishnayanni (askara.co), dan tiga pria penunggang motor yaitu Agus Blues Asianto (trenzindonesia.com), Indrawan Ibonk (journeyofindonesia.com) serta Sonny Wibisono (otomotif1.com) saat ini sudah singgah di kaki gunung Kerinci, Kayu Aro, Jambi (16/11/21).

Ketiga rider itu beristirahat sembari mengabadikan momen foto bersama, sementara Yanni menjalani kegiatan hobinya yang akan capai rekor MURI, mendaki puncak gunung Kerinci.

Perjalanan melintas tujuh provinsi ini bukanlah trek yang biasa mereka lalui. Keempat rider yang berprofesi sebagai jurnalis harus menghadapi segala rintangan dan resiko yang dihadapinya, seperti medan yang berliku dan sangat bervariasi setiap harinya.

Belum lagi cuaca yang tak menentu, terik panasnya matahari serta hantaman air hujan yang deras menyelimuti tubuh mereka. Penunggang Kawasaki dan difasilitasi dengan ban Kingland tersebut tetap memacu motornya sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya.

Kembangan ban Kingland Jaguar dengan di desain modern tetap tangguh di segala medan jalanan IbonkLewat balutan ban Kingland, tim Jelajah Kebangsaan Wartawan pede memacu gas tunggangannya (Ibonk)

"Teriknya matahari, butiran-butiran air hujan yang deras menyelimuti kami serta jalan bebatuan, aspal, rusak tidak menjadi kendala bagi kami berempat. Kami berempat yakin dengan fasilitas yang kami pergunakan ini. Apalagi Kingland tire sudah memasilitasi dengan ban unggulannya, Kingland Jaguar," kata Sonny Wibisono.

Sonny demikian nama panggilan untuknya ini menuturkan, walaupun Kingland sudah teruji ketangguhannya, namun ia dan tim sekarang ini benar-benar merasakan ketangguhan ban Jaguar yang dipasang di motor Kawasaki. Terbukti saat kami melintas diberbagai tikungan tajam, jalan pasir serta jalan yang licin. Jaguar tetap pada porosnya, menapak dan kokoh dijalan itu.

"Dari Jakarta hingga saat ini, kami tim JKW-PWI sudah menyelesaikan perjalanannya sejauh 1766 kilometer. Apalagi ketika tim melintas di kawasan puncak menuju Sungai Penuh, jalan yang kami lintas itu penuh dengan perjuangan. Bayangkan, jalan licin berlumur tanah merah basah akibat longsor. Namun ban Kingland tetap nyaman dikendarai. Kami tidak mengalami kendala apapun saat menggelindingkan Jaguar di trek itu," kata rider yang menggunakan Kawasaki W175 TR tersebut.

Kingland Jaguar yang di desain modern ini tetap memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendara roda dua. "Ternyata ban Kingland tipe Jaguar ini bisa melibas segala medan. Bentuk kembangan alurnya juga menarik, lebih variatif. Ban ini cocok untuk touring jarak jauh. Ini yang kami buktikan ketangguhannya yang sudah melintas di tujuh provinsi, 265 jam perjalanan," ucapnya.

Ban Kingland Jaguar ini cukup cocok untuk touring jarak jauh IbonkBan Kingland Jaguar ini cukup cocok untuk touring jarak jauh (Ibonk)

Apalagi pihak Kingland Tire memberikan fasilitas ke tim JKW-PWI untuk melakukan pengecekan ban di titik titik yang telah ditentukan di Indonesia. "Kami yakin, perjalanan tim JKW-PWI makin mantap dan tetap safety," kata Sonny.

Joko Suseno, Marketing Division Head Kingland Tire mengatakan, pihak Kingland terus berkomunikasi dengan rider JKW-PWI. Rencana terdekat, jika tidak ada kendala tim teknis Kingland juga akan menuju Banda Aceh untuk bergabung dengan para tim JKW-PWI.

"Selain akan memantau secara fisik. Sekaligus kami dari Kingland akan uji produk baru di jalur Banda Aceh hingga Medan atau Riau. Setelah itu bila tidak ada hambatan kami akan memperkenalkan produk baru kami," kata Joko Suseno./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 3